Kilas Nusa, Mataram – Perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menjadi perhatian berbagai kalangan menjelang agenda pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 20-21 Agustus 2026.
Sejumlah nama mulai disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua KONI NTB. Sedikitnya ada empat tokoh yang saat ini menjadi perbincangan, yakni anggota DPR RI Fraksi NasDem Mori Hanafi, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta mantan Kapolda NTB Irjen Pol (Purn) Hadi Gunawan.
Munculnya empat nama tersebut membuat dinamika menuju pemilihan Ketua KONI NTB semakin menarik. Pasalnya, selain menyangkut figur yang akan memimpin organisasi olahraga prestasi di NTB, proses pemilihan juga akan ditentukan oleh dukungan KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga (cabor).
Gubernur NTB Disebut Bisa Bawa Pemilihan Berakhir Aklamasi
Pemerhati olahraga NTB, M. Samsul Qomar, menilai peta persaingan dapat berubah cukup signifikan apabila Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal benar-benar memutuskan maju dan mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI NTB.
Menurut Samsul, peluang pemilihan berlangsung secara aklamasi terbuka apabila gubernur masuk secara resmi dalam bursa pencalonan.
Ia menyoroti salah satu persyaratan khusus pencalonan, yakni adanya dukungan minimal tiga suara dari KONI kabupaten/kota.
Samsul menilai hingga saat ini KONI kabupaten/kota masih cenderung menunggu perkembangan politik olahraga menjelang pemilihan. Menurut dia, dukungan dari 10 KONI kabupaten/kota belum sepenuhnya terlihat secara terbuka.
“Kalau gubernur betul-betul berniat maju dan mendaftarkan diri, saya kira perebutan Ketua KONI NTB bisa berakhir aklamasi,” ujar SMQ dalam keterangannya, pada Rabu (12/8/2026).
Ia memperkirakan sebagian KONI kabupaten/kota masih mengambil posisi menunggu arah dukungan sebelum menentukan sikap terhadap kandidat yang akan bertarung.
Puluhan Cabor Berpotensi Tentukan Hasil Pemilihan
Selain dukungan KONI kabupaten/kota, suara dari cabang olahraga juga menjadi faktor penting dalam menentukan Ketua KONI NTB.
MSQ menyebut terdapat lebih dari 70 suara dari berbagai cabang olahraga yang berpotensi terlibat dalam proses voting apabila pemilihan berlangsung melalui mekanisme pemungutan suara.
Dengan jumlah suara tersebut, pertarungan antarcalon diperkirakan tidak hanya bergantung pada popularitas figur, tetapi juga kemampuan kandidat membangun komunikasi dan memperoleh dukungan dari KONI kabupaten/kota serta cabor.
Karena itu, apabila terjadi duel atau lebih dari satu kandidat resmi maju, peta dukungan hingga hari pemilihan akan menjadi salah satu faktor yang paling menentukan.
Mori Hanafi Dinilai Bisa Mengalami Persaingan Berat
MSQ juga memberikan pandangan mengenai peluang Mori Hanafi apabila Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal benar-benar maju dalam pemilihan.
Ia menilai Mori akan menghadapi persaingan berat jika harus berhadapan langsung dengan gubernur.
“Saya yakin Mori akan kalah, bahkan tidak jadi maju kalau Gubernur Iqbal maju. Kalau memaksakan diri, pasti kalah,” kata SMQ.
Namun, dinamika tersebut masih sangat mungkin berubah karena seluruh kandidat belum tentu secara resmi mendaftarkan diri. Keputusan masing-masing tokoh untuk maju atau tidak akan menjadi salah satu penentu arah persaingan menuju pemilihan.
Ada Dorongan Penyegaran Kepengurusan KONI NTB
Sementara itu, dua nama lainnya, yakni Lalu Pathul Bahri dan Hadi Gunawan, disebut Samsul sebenarnya belum menunjukkan indikasi kuat untuk maju.
Menurut dia, munculnya kedua nama tersebut lebih banyak berkaitan dengan adanya aspirasi dari sejumlah cabang olahraga yang menginginkan perubahan dalam kepengurusan KONI NTB.
Dorongan tersebut menunjukkan adanya keinginan sebagian kalangan olahraga untuk menghadirkan penyegaran dalam organisasi.
“Rupanya banyak yang menginginkan penyegaran dan perubahan. Makanya banyak yang berharap pada tokoh lainnya,” ujarnya.
Aspirasi perubahan tersebut membuat bursa Ketua KONI NTB tidak hanya menjadi persaingan antarfigur, tetapi juga menjadi momentum untuk membicarakan arah pembinaan olahraga prestasi NTB ke depan.
Pemilihan Ketua KONI NTB Dijadwalkan 20-21 Agustus 2026
Dengan waktu pemilihan yang semakin dekat, dinamika pencalonan Ketua KONI NTB diperkirakan terus bergerak. Komunikasi antarkandidat, KONI kabupaten/kota, dan cabang olahraga akan menjadi bagian penting dalam menentukan konfigurasi dukungan.
Hingga saat ini, empat nama yang disebut masuk bursa masih menjadi bahan pembicaraan. Namun, kepastian siapa saja yang akan benar-benar mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI NTB tetap menunggu proses resmi pencalonan.
Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 20 dan 21 Agustus 2026. Jika lebih dari satu kandidat resmi maju, mekanisme voting berpotensi menjadi penentu untuk memilih figur yang akan memimpin KONI NTB ke depan.
Sebaliknya, apabila hanya satu kandidat yang memperoleh dukungan kuat dan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan, peluang terjadinya pemilihan secara aklamasi tetap terbuka.
Dengan demikian, persaingan menuju kursi Ketua KONI NTB masih sangat dinamis. Dukungan 10 KONI kabupaten/kota dan puluhan cabang olahraga akan menjadi bagian penting dari peta kekuatan sebelum keputusan akhir ditetapkan.
