Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Collaborative, Informative, Innovative

Primary Menu
  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion

Permission Before Attention: Pelajaran Penting dari Buku Islam Ala Prabowo

Polemik buku Islam Ala Prabowo memberi pelajaran yang lebih luas dari sekadar perdebatan politik dan agama. Peristiwa tersebut adalah ajakan bagi kita melihat kembali bagaimana penulis mengelola komunikasi dengan narasumber, bagaimana reputasi seseorang digunakan sebagai bagian dari nilai jual, dan mengapa marketing yang baik seharusnya tidak hanya mengejar perhatian, tetapi juga menjaga kepercayaan dan adab.
Adi Prayuda 12 September 2026
Foto buku Islam Ala Prabowo, diambil dari situs: https://rmol.id/politik/read/2026/09/11/721363/buku-islam-ala-prabowo-bukan-produk-mui
Foto buku Islam Ala Prabowo, diambil dari situs: https://rmol.id/

Polemik buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam belakangan kembali menjadi perhatian publik. Buku yang terbit pada 2025 dan diluncurkan dalam rangkaian Rakornas BAZNAS itu memunculkan sejumlah klarifikasi dari tokoh yang namanya disebut atau dikaitkan dengan isinya. Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, misalnya, menyatakan tidak pernah mengirim tulisan untuk buku tersebut, sementara Yusril Ihza Mahendra menjelaskan bahwa keterlibatannya adalah sebagai narasumber wawancara, bukan sebagai penulis. Yusril juga menyebut dirinya tidak pernah diajak membicarakan judul buku. MUI kemudian menegaskan bahwa buku tersebut bukan program, kegiatan, maupun produk MUI dan mengajak publik mengedepankan tabayun serta etika komunikasi.

Saya tidak ingin masuk ke dalam perdebatan mengenai apakah Prabowo merupakan figur yang Islami atau tidak, apalagi menjadikan buku tersebut sebagai alasan untuk menyerang atau membela pilihan politik tertentu. Menurut saya, ada pertanyaan yang jauh lebih menarik dan relevan bagi siapapun yang bekerja di bidang manajemen, komunikasi, media, akademik, maupun pemasaran: bagaimana seharusnya kita memperlakukan informasi dan nama seseorang ketika informasi tersebut akan diubah menjadi sebuah produk yang dikonsumsi publik?

Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya menyentuh salah satu fondasi penting dalam manajemen komunikasi, yaitu pengelolaan ekspektasi para pemangku kepentingan. Ketika seorang penulis menghubungi seseorang untuk melakukan wawancara, yang diberikan narasumber sebenarnya bukan sekadar rangkaian kalimat. Ada konteks, pengalaman, reputasi, dan kepercayaan yang ikut diserahkan dalam percakapan tersebut. Karena itu, ketika informasi tersebut kemudian akan digunakan dalam sebuah buku, penting bagi penulis untuk menjelaskan sejak awal tujuan penggunaannya, konteks karya, bahkan bila relevan judul dan positioning buku tersebut.

Seseorang bisa saja bersedia diwawancarai mengenai Prabowo, tetapi kesediaan untuk diwawancarai tidak otomatis berarti kesediaan untuk ditempatkan sebagai bagian dari sebuah buku dengan positioning tertentu. Sebuah pernyataan tidak pernah benar-benar berdiri sendirian. Maknanya dapat berubah ketika dipindahkan dari percakapan ke dalam sebuah buku, ditempatkan dalam bab tertentu, diberi judul tertentu, kemudian dipasarkan kepada masyarakat dengan menggunakan nama orang yang menyampaikannya.

Karena itu, ukuran tanggung jawab seorang penulis seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan apakah kutipan yang digunakan benar atau tidak. Pertanyaan yang lebih mendalam adalah apakah narasumber memahami bagaimana pernyataannya akan digunakan dan dalam konteks seperti apa namanya akan tampil. Ini bukan berarti narasumber harus memiliki hak untuk mengatur seluruh isi buku atau memiliki hak veto terhadap setiap keputusan editorial. Penulis tentu memiliki kebebasan akademik dan editorial. Namun, transparansi mengenai tujuan penggunaan, atribusi, konteks, dan positioning merupakan bentuk penghormatan yang semestinya hadir dalam hubungan antara penulis dan narasumber.

Apalagi ketika yang digunakan bukan sekadar pendapat, melainkan nama seseorang yang memiliki reputasi di masyarakat. Dalam komunikasi pemasaran, nama besar merupakan aset yang sangat bernilai karena dapat menghasilkan perhatian, kredibilitas, dan rasa ingin tahu. Secara teori marketing, menggunakan otoritas dan reputasi tokoh merupakan strategi yang masuk akal. Nama yang sudah dipercaya publik dapat menjadi semacam jalan pintas bagi konsumen untuk memberikan perhatian kepada sebuah produk.

Namun, justru di titik inilah kita perlu membedakan antara marketing yang efektif dan marketing yang berkesadaran. Marketing yang hanya mengejar efektivitas akan bertanya bagaimana membuat orang tertarik, bagaimana meningkatkan rasa penasaran, dan bagaimana membuat produk lebih mudah dijual. Mindful marketing menambahkan pertanyaan yang lebih mendasar: apa dampak dari cara kita mendapatkan perhatian tersebut, dan apakah pihak-pihak yang reputasinya ikut menciptakan nilai produk itu menyadari serta menyetujui bagaimana reputasinya digunakan?

pasang iklan di sini

Bagi saya, inilah relevansi konsep mindful marketing dalam melihat polemik buku Islam Ala Prabowo. Mindful marketing bukan berarti menolak penjualan, keuntungan, branding, ataupun penggunaan figur yang memiliki reputasi kuat. Yang dipersoalkan adalah kesadaran yang menyertai proses tersebut. Sebelum memikirkan bagaimana sebuah produk bisa lebih menarik, kita perlu menyadari siapa saja yang terlibat di dalamnya. Sebelum menggunakan nama seseorang untuk meningkatkan kredibilitas, kita perlu memastikan bahwa penggunaannya tidak mengabaikan hak, konteks, dan martabat orang tersebut.

Dalam konteks yang lebih luas, persoalan seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada buku. Akademisi dapat menghadapinya ketika menggunakan pernyataan informan dalam penelitian, media ketika mengemas wawancara menjadi berita, podcaster ketika memotong pernyataan narasumber menjadi konten pendek, perusahaan ketika menggunakan testimoni pelanggan, atau kreator ketika menjadikan nama seseorang sebagai bagian dari strategi konten. Di era digital, ketika perhatian menjadi komoditas yang sangat mahal, godaan untuk menggunakan nama besar demi mendapatkan engagement tentu semakin besar.

Tetapi ada sesuatu yang sering terlupakan dalam perlombaan mendapatkan perhatian, yaitu kepercayaan. Perhatian mungkin bisa diperoleh dalam beberapa detik melalui judul yang provokatif atau nama yang populer, tetapi kepercayaan dibangun jauh lebih lama dan dapat runtuh hanya karena satu tindakan yang dianggap tidak beradab. Karena itu, bagi saya, reputasi tidak semestinya diperlakukan hanya sebagai aset marketing. Reputasi juga merupakan amanah yang harus digunakan dengan kesadaran.

Adab sangat relevan dalam dunia pemasaran. Meminta izin bukan sekadar formalitas administratif. Menjelaskan konteks bukan sekadar prosedur editorial. Memberikan ruang kepada narasumber untuk memahami bagaimana kontribusinya digunakan merupakan bentuk penghormatan terhadap manusia di balik informasi tersebut. Dalam perspektif ini, adab bukan sesuatu yang menghambat kreativitas atau bisnis, melainkan mekanisme yang menjaga agar kreativitas dan bisnis tidak kehilangan batas kemanusiaannya.

Marketing memang bertujuan membuat sesuatu dikenal, dipertimbangkan, dan dibeli. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun, jika marketing ingin membangun hubungan jangka panjang, pertanyaan tentang bagaimana menjual tidak boleh dipisahkan dari pertanyaan tentang bagaimana memperlakukan orang lain selama proses menjual. Sebelum menggunakan nama besar, sebelum mengambil pernyataan, sebelum mengemas reputasi seseorang menjadi bagian dari nilai jual sebuah produk, mungkin ada satu jeda kecil yang layak dilakukan: sudahkah kita meminta izin, menjelaskan konteks, dan memastikan bahwa cara kita mendapatkan perhatian tidak mengorbankan kepercayaan?

Sebab dalam dunia yang semakin bising dan berlomba mendapatkan perhatian, mungkin salah satu bentuk marketing yang paling beradab justru adalah kemampuan untuk berhenti sejenak sebelum mengambil perhatian orang lain. Sebelum menjual sesuatu kepada publik, barangkali kita perlu memastikan terlebih dahulu bahwa cara kita menjualnya tetap membuat kita layak dipercaya. (*)

Tags: adab komunikasi BAZNAS consent etika komunikasi etika marketing Islam Ala Prabowo manajemen komunikasi marketing etis mindful marketing MUI narasumber polemik buku Islam Ala Prabowo Prabowo Subianto reputasi tabayun

Continue Reading

Previous: Gus Dur Lahir, Munir Pergi, dan yang Tersisa untuk Indonesia
Next: Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor

Trending Now

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor Foto personil band Juicy Juicy, diambil dari situs: https://www.kompas.com/hype/read/2022/01/05/205904766/juicy-luicy-jadi-bagian-dalam-youtube-rewind-2021-lewat-lagu-lantas 1

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor

12 September 2026
Permission Before Attention: Pelajaran Penting dari Buku Islam Ala Prabowo Foto buku Islam Ala Prabowo, diambil dari situs: https://rmol.id/politik/read/2026/09/11/721363/buku-islam-ala-prabowo-bukan-produk-mui 2

Permission Before Attention: Pelajaran Penting dari Buku Islam Ala Prabowo

12 September 2026
Gus Dur Lahir, Munir Pergi, dan yang Tersisa untuk Indonesia Ilustrasi Tokoh Gus Dur dan Munir, dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). 3

Gus Dur Lahir, Munir Pergi, dan yang Tersisa untuk Indonesia

7 September 2026
Pelajaran dari Sanca Black: Datang untuk Minum, Pulang Membawa Pelajaran tentang Hidup Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi) 4

Pelajaran dari Sanca Black: Datang untuk Minum, Pulang Membawa Pelajaran tentang Hidup

5 September 2026
Kepala LLDIKTI VIII Pesan Wisudawan UNIZAR: Jangan Berhenti Belajar, Harus Berdampak Kepala LLDIKTI Wilayah VIII memberikan pesan kepada wisudawan UNIZAR pada Wisuda Ke-79 di Mataram 5

Kepala LLDIKTI VIII Pesan Wisudawan UNIZAR: Jangan Berhenti Belajar, Harus Berdampak

3 September 2026
Diantar Ratusan Simpatisan, Lalu Basarudin Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kateng Diantar Ratusan Simpatisan, Lalu Basarudin Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kateng 6

Diantar Ratusan Simpatisan, Lalu Basarudin Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kateng

2 September 2026

Berita Terkait

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor Foto personil band Juicy Juicy, diambil dari situs: https://www.kompas.com/hype/read/2022/01/05/205904766/juicy-luicy-jadi-bagian-dalam-youtube-rewind-2021-lewat-lagu-lantas

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor

12 September 2026
Gus Dur Lahir, Munir Pergi, dan yang Tersisa untuk Indonesia Ilustrasi Tokoh Gus Dur dan Munir, dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Gus Dur Lahir, Munir Pergi, dan yang Tersisa untuk Indonesia

7 September 2026
Pelajaran dari Sanca Black: Datang untuk Minum, Pulang Membawa Pelajaran tentang Hidup Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Pelajaran dari Sanca Black: Datang untuk Minum, Pulang Membawa Pelajaran tentang Hidup

5 September 2026
Road Barrier Rembiga dan Pelajaran Kedewasaan Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR

Road Barrier Rembiga dan Pelajaran Kedewasaan

1 September 2026
Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya

23 August 2026
Realitas Ekonomi Digital: Kebebasan yang Terlacak Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Realitas Ekonomi Digital: Kebebasan yang Terlacak

22 August 2026

Berita Terpopuler

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor Foto personil band Juicy Juicy, diambil dari situs: https://www.kompas.com/hype/read/2022/01/05/205904766/juicy-luicy-jadi-bagian-dalam-youtube-rewind-2021-lewat-lagu-lantas 1

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor

12 September 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Olah Raga
  • Opinion
  • Tourism
  • Education
  • Politics & Law
  • Technology

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly! 4

Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly!

5 August 2025
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 5

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 6

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 7

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023

Ads

  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion
Copyright © 2023 KilasNusa.com