Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Collaborative, Informative, Innovative

Primary Menu
  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya

Kebakaran Kampung Adat Sade bukan sekadar meninggalkan kerusakan bangunan, tetapi juga mengancam ekosistem budaya dan ekonomi yang menjadi bagian penting pariwisata Lombok. Dari perspektif manajemen pemasaran, pemulihan Sade harus menjaga autentisitas, kehidupan masyarakat, dan identitas budaya Sasak agar Sade tetap menjadi destinasi yang hidup, bukan sekadar replika kampung adat.
Adi Prayuda 23 August 2026
Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR

Dalam pemasaran, sebuah destinasi bukan sekadar tempat. Destinasi adalah cerita, pengalaman, identitas, dan ingatan yang melekat di benak wisatawan. Karena itu, ketika Desa Adat Sade, Lombok Tengah, terbakar pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, kehilangan yang terjadi sesungguhnya jauh lebih besar daripada bangunan yang berubah menjadi puing.

Sade merupakan salah satu wajah penting pariwisata Lombok. Data sementara BPBD NTB mencatat 89 rumah mengalami rusak berat. Sementara data kepolisian yang dikutip sejumlah media menyebut sekitar 150 bangunan terbakar, termasuk 89 rumah adat. Sekitar 120 kepala keluarga atau 320 jiwa dilaporkan terdampak. Nilai kerugian material masih dalam proses penghitungan.

Namun, dari perspektif manajemen, pertanyaan yang tidak kalah penting bukan hanya berapa rupiah kerugian akibat kebakaran. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah berapa nilai ekonomi yang sesungguhnya melekat pada sebuah identitas budaya? Dan nilai tersebut tidak mudah dihitung.

Sade bukan sekadar kumpulan rumah adat. Sade memiliki posisi istimewa dalam pariwisata Lombok karena budaya yang hidup di Sade bukan sesuatu yang sengaja diciptakan untuk kepentingan wisatawan. Budaya Sade merupakan kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Indonesia Travel mencatat Sade telah mempertahankan tradisinya selama sekitar 15 generasi. Rumah-rumah tradisional di kawasan tersebut bukan sekadar bangunan untuk dipamerkan kepada wisatawan, tetapi menjadi ruang hidup masyarakat.

Wisatawan datang untuk melihat rumah tradisional, mendengar cerita masyarakat Sasak, menyaksikan proses menenun, membeli kain, dan berinteraksi dengan kehidupan warga. Pengalaman semacam ini dalam perspektif pemasaran dikenal sebagai authentic experience, yaitu pengalaman yang terasa asli dan tidak dibuat-buat.

Autentisitas menjadi aset yang semakin penting dalam industri pariwisata. Wisatawan tidak selalu mencari tempat yang paling mewah. Banyak wisatawan justru mencari pengalaman yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Sade memiliki kekuatan tersebut.

Dari perspektif manajemen pemasaran, Sade sebenarnya merupakan sebuah ekosistem ekonomi. Di dalamnya terdapat penenun, pemandu wisata, pedagang suvenir, pelaku transportasi lokal, hingga masyarakat yang memperoleh pendapatan dari aktivitas kunjungan wisatawan.

Karena itu, ketika kawasan wisata terbakar, dampaknya tidak berhenti pada kerusakan fisik. Rantai nilai ekonomi di sekitar Sade ikut terganggu. Aktivitas wisata berkurang, pendapatan masyarakat berpotensi menurun, sementara para pelaku usaha membutuhkan waktu untuk kembali beraktivitas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya bukan hanya objek yang dipromosikan kepada wisatawan. Budaya juga merupakan aset ekonomi yang harus dilindungi.

Jika perhitungan hanya memasukkan jumlah rumah yang terbakar, kita akan mendapatkan angka kerugian material. Namun, jika perhitungan diperluas dengan memasukkan potensi hilangnya pendapatan penenun, pemandu wisata, pedagang suvenir, transportasi lokal, dan pelaku usaha lainnya, dampak ekonominya menjadi jauh lebih besar.

Tantangan terbesar setelah kebakaran adalah bagaimana memulihkan Sade tanpa kehilangan identitasnya. Sade memang harus dibangun kembali. Namun, pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Ada risiko lain yang perlu dihindari, yaitu menjadikan Sade sekadar replika dari masa lalu.

pasang iklan di sini

Rumah-rumah baru bisa saja dibangun dengan bentuk yang sama. Atapnya dibuat menyerupai bangunan lama, dindingnya menggunakan material tradisional, dan lingkungan kampung ditata agar terlihat rapi. Secara visual, Sade mungkin kembali menarik.

Namun, bagaimana jika masyarakat adat kehilangan ruang untuk menjalankan tradisi? Bagaimana jika penenun hanya menjadi bagian dari atraksi wisata? Bagaimana jika kehidupan masyarakat perlahan digantikan oleh konstruksi pariwisata yang terlalu artifisial?

Dalam pemasaran, persoalan tersebut berkaitan dengan brand authenticity. Merek yang kuat tidak hanya dibangun melalui logo, slogan, atau promosi. Kekuatan merek lahir dari pengalaman yang konsisten dengan identitas yang dijanjikan.

Begitu pula dengan Sade. Brand Sade bukan sekadar atap alang-alang, rumah tradisional, atau jalan kampung. Identitas Sade dibentuk oleh masyarakat Sasak, tradisi, kain tenun, arsitektur, cerita leluhur, serta kehidupan sehari-hari yang berlangsung di dalamnya. 

Dari sisi pemasaran, destinasi juga perlu memiliki strategi destination resilience. Destinasi tidak cukup hanya dirancang untuk mendatangkan wisatawan. Destinasi harus memiliki kemampuan untuk bertahan dan pulih ketika menghadapi bencana.

Pariwisata berkelanjutan bukan sekadar mendatangkan lebih banyak wisatawan. Pariwisata berkelanjutan harus mampu menjaga masyarakat, budaya, lingkungan, dan sumber penghidupan secara bersamaan.

Sade selama ini membantu Lombok menceritakan budaya Sasak kepada dunia. Setelah sebagian kawasan berubah menjadi puing, tugas bersama bukan sekadar membangun kembali objek wisata.

Masyarakat Sade harus dibantu untuk bangkit. Para penenun harus kembali memiliki ruang untuk menenun. Pemandu harus kembali bekerja. Pelaku usaha lokal harus kembali memperoleh penghasilan. Anak-anak harus tetap tumbuh dengan mengenal tradisi leluhur.

Yang paling penting, generasi berikutnya harus tetap memiliki alasan untuk mempertahankan identitas budaya Sade.

Sade bukan sekadar produk wisata yang dapat dikemas, dipromosikan, kemudian dijual kepada wisatawan. Sade merupakan warisan budaya yang hidup melalui masyarakatnya.

Jika suatu hari rumah-rumah kembali berdiri, wisatawan kembali datang, kain tenun kembali dipajang, dan aktivitas ekonomi kembali bergerak, semoga yang kembali bukan hanya wajah Sade. Semoga jiwa Sade juga kembali.

Dari abu kebakaran, Lombok semestinya belajar bahwa destinasi terbaik bukan destinasi yang paling banyak dipromosikan, melainkan destinasi yang paling sungguh-sungguh dijaga. Karena dalam perspektif pemasaran, menjaga autentisitas bukan hanya menjaga identitas merek. Menjaga autentisitas berarti menjaga alasan mengapa orang datang, merasakan, mengingat, dan akhirnya mencintai sebuah destinasi. (*)

Tags: Brand Destination Budaya Sasak Desa Adat Destination Branding Ekonomi Lokal Kampung Adat Sade Kebakaran Sade Lombok Lombok Tengah Manajemen Pemasaran Marketing Pariwisata NTB Pariwisata Berkelanjutan pariwisata lombok Pariwisata NTB Sade UMKM Pariwisata Wisata Budaya

Continue Reading

Previous: Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram

Trending Now

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR 1

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya

23 August 2026
Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan 2

Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan

23 August 2026
Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram Nanang Samodra 3

Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram

23 August 2026
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur Gubernur NTB dan Bupati Loteng Turun di Lokasi Kebakaran Sade Loteng 4

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur

23 August 2026
UNIZAR Jalani Visitasi Asesmen Pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah Visitasi asesmen lapangan pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah UNIZAR 5

UNIZAR Jalani Visitasi Asesmen Pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah

22 August 2026
PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026, Erwin Irawan: Koneksi Membuka Pintu, Kompetensi Membuat Kita Dipercaya Erwin Irawan saat menjadi narasumber talkshow PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026 6

PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026, Erwin Irawan: Koneksi Membuka Pintu, Kompetensi Membuat Kita Dipercaya

22 August 2026

Berita Terkait

Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram Nanang Samodra

Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram

23 August 2026
UNIZAR Jalani Visitasi Asesmen Pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah Visitasi asesmen lapangan pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah UNIZAR

UNIZAR Jalani Visitasi Asesmen Pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah

22 August 2026
PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026, Erwin Irawan: Koneksi Membuka Pintu, Kompetensi Membuat Kita Dipercaya Erwin Irawan saat menjadi narasumber talkshow PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026

PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026, Erwin Irawan: Koneksi Membuka Pintu, Kompetensi Membuat Kita Dipercaya

22 August 2026
Realitas Ekonomi Digital: Kebebasan yang Terlacak Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Realitas Ekonomi Digital: Kebebasan yang Terlacak

22 August 2026
Indonesia Raya Sudah Mengingatkan: Bangunlah Jiwanya, Bukan Cuma Proyeknya Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Indonesia Raya Sudah Mengingatkan: Bangunlah Jiwanya, Bukan Cuma Proyeknya

18 August 2026
Dosen Makin Sibuk, Pendidikan Makin Tertinggal? Ketika Administrasi Mengalahkan Ruang Berpikir Adi Prayuda, Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Dosen Makin Sibuk, Pendidikan Makin Tertinggal? Ketika Administrasi Mengalahkan Ruang Berpikir

14 August 2026

Berita Terpopuler

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik 1

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik

19 January 2026
Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO 2

Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO

23 October 2025
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana 3

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

18 July 2026
Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan 4

Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan

23 August 2026
Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia 5

Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia

14 October 2023
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 6

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif? 7

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Olah Raga
  • Opinion
  • Tourism
  • Education
  • Politics & Law
  • Technology

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly! 4

Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion
Copyright © 2023 KilasNusa.com