
Kilas Nusa, Mataram – Kehadiran Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. Ir. H. Nanang Samodra Kusuma Abdurrahim, M.Sc., menjadi salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan Wisuda ke-55 Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026.
Politikus senior Partai Demokrat tersebut hadir dalam rangkaian akademik wisuda sekaligus menyampaikan orasi ilmiah di hadapan ribuan wisudawan dan keluarga besar UIN Mataram. Dalam orasinya, Nanang mengangkat tema “Manajemen Dana Umat dan Merawat Masa Depan Ibadah: Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Keuangan Haji di Indonesia.”
Tema tersebut menempatkan persoalan dana haji bukan semata sebagai isu pengelolaan keuangan, tetapi sebagai bagian dari amanah publik yang memiliki dimensi sosial, keagamaan, dan keberlanjutan.
Nanang menekankan bahwa pengelolaan dana haji harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, kehati-hatian, dan keberlanjutan. Tata kelola yang kuat dinilai penting agar dana umat dapat memberikan manfaat optimal bagi jamaah saat ini sekaligus tetap mampu menopang kepentingan generasi mendatang.
Menurut Nanang, keberlanjutan pengelolaan dana haji juga membutuhkan strategi investasi yang tepat dengan tetap menempatkan aspek keamanan dan kemanfaatan sebagai pertimbangan utama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan dana umat dikelola secara amanah dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi relevan bagi para lulusan yang baru menyelesaikan pendidikan tinggi. Kehadiran Nanang di tengah momentum wisuda memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi bangsa membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membaca persoalan strategis dan menawarkan solusi berdasarkan keilmuan yang dimiliki.
Nanang Samodra sendiri merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II yang meliputi Pulau Lombok. Berdasarkan penetapan hasil Pemilu 2024, ia memperoleh 60.366 suara dan menjadi salah satu calon terpilih dari dapil tersebut.
Di parlemen, Nanang duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, komisi yang antara lain memiliki ruang lingkup tugas berkaitan dengan bidang agama, sosial, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dokumen DPR RI juga mencatat Nanang sebagai anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Demokrat dengan dapil NTB II.
Karier politik Nanang bukan hal baru. Ia telah beberapa kali dipercaya menjadi anggota DPR RI dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Di luar aktivitas politik, Nanang juga dikenal memiliki keterlibatan dalam dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar di Mataram, yayasan yang menaungi Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR).
Dengan latar belakang tersebut, pembahasan mengenai pengelolaan dana umat dan masa depan penyelenggaraan ibadah haji menjadi bagian dari isu yang bersinggungan langsung dengan bidang tugasnya di parlemen sekaligus kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan masyarakat.
Sementara itu, Wisuda ke-55 UIN Mataram dilaksanakan selama dua hari. Berdasarkan informasi resmi UIN Mataram, hari pertama berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dengan peserta dari Program Pascasarjana dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Hari kedua dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan peserta dari Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama.
Total wisudawan yang dikukuhkan dalam rangkaian tersebut mencapai 1.443 orang. Sebanyak 699 wisudawan dari Program Pascasarjana dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mengikuti prosesi pada hari pertama, sementara 744 wisudawan dari fakultas lainnya mengikuti prosesi pada hari kedua.
Prosesi wisuda turut dihadiri orang tua dan keluarga wisudawan. Kebahagiaan dan rasa haru mewarnai momentum yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.
Kehadiran Nanang Samodra dengan orasi mengenai keberlanjutan dana haji memberi warna tersendiri bagi wisuda UIN Mataram tahun ini. Momentum tersebut tidak berhenti pada seremoni pengukuhan gelar, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan dunia akademik dengan persoalan nyata yang menyangkut kepentingan umat.
Dari kampus, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa ijazah dan gelar akademik, tetapi juga kemampuan untuk membaca persoalan, menjaga amanah keilmuan, serta menghadirkan gagasan dan kontribusi yang memberi manfaat bagi masyarakat. (*)
