Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Collaborative, Informative, Innovative

Primary Menu
  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

Evaluasi MBG di NTB perlu diperkuat melalui riset lanjutan, pengawasan keamanan pangan, dan transparansi pelaksanaan. Perguruan tinggi berperan penting memastikan program ini mendukung gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan daerah.
Adi Prayuda 14 October 2026
Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR
Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki tujuan penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Namun, keberhasilan program sebesar ini tidak cukup diukur dari jumlah makanan yang didistribusikan atau banyaknya penerima manfaat. Kualitas makanan, keamanan pangan, efektivitas pelaksanaan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat juga harus menjadi bagian dari evaluasi.

Perspektif tersebut mengemuka ketika saya mengikuti Seminar Hasil Kajian Evaluasi Program MBG yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat di ruang rapat BRIDA NTB, Selasa (13/10/2026).

Bagi saya, forum ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan penelitian sebagai dasar perbaikan kebijakan publik. Di tengah derasnya informasi mengenai MBG, masyarakat membutuhkan kajian berbasis data yang tidak hanya mengidentifikasi manfaat program, tetapi juga menjelaskan persoalan dan menawarkan solusi.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa NTB menjadi provinsi pertama yang melakukan kajian tersebut. Klaim ini perlu dibandingkan dengan penelitian di daerah lain. Namun, nilai terpenting dari kajian ini bukan semata-mata siapa yang memulai lebih dahulu, melainkan bagaimana hasilnya digunakan untuk memperbaiki kebijakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Riset awal harus dilanjutkan

Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG membantu mengurangi pengeluaran uang jajan siswa. Meski demikian, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, seperti ketepatan distribusi, variasi dan cita rasa menu, kesesuaian porsi dengan kebutuhan gizi, serta pengaruh program terhadap kegiatan belajar.

Temuan tersebut perlu diapresiasi, tetapi juga harus dibaca sesuai keterbatasan penelitian. Responden masih berasal dari kalangan siswa dan guru SMA, SMK, serta MA, sementara belum seluruh kabupaten/kota di NTB tercakup dalam sampel. Dengan demikian, hasil kajian belum dapat menggambarkan seluruh pengalaman penerima manfaat, terutama siswa sekolah dasar.

Pentingnya memperluas penelitian terlihat dari sejumlah pemberitaan dugaan keracunan MBG di NTB. Pada September 2025, Dinas Kesehatan NTB mencatat lima kejadian yang melibatkan 252 siswa di Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Sumbawa. Di Sumbawa, dua kejadian pada 9 dan 17 September masing-masing dilaporkan melibatkan 118 dan 106 siswa.

Pada 11 Februari 2026, sebanyak 29 siswa dari dua sekolah di Lombok Utara dilaporkan mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG. Sementara itu, pada September 2026, dugaan keracunan di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, dilaporkan melibatkan 333 siswa berdasarkan data yang diperbarui dari laporan awal 352 siswa. Pemberitaan hasil pemeriksaan laboratorium kemudian menyebut adanya cemaran Escherichia coli pada menu ayam saus dan selada yang diperiksa.

Peristiwa tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh pelaksanaan MBG bermasalah. Namun, rangkaian kejadian itu menjadi alasan kuat untuk memperluas evaluasi, khususnya terhadap siswa sekolah dasar dan wilayah yang belum terjangkau penelitian awal.

Kita perlu membedakan laporan dugaan keracunan, keluhan kesehatan, dan penyebab yang telah didukung pemeriksaan laboratorium. Ketelitian ini penting agar evaluasi tidak menghasilkan kesimpulan yang berlebihan, tetapi juga tidak mengabaikan risiko yang perlu ditangani.

Karena itu, penelitian lanjutan perlu mencakup lebih banyak wilayah dan jenjang pendidikan, sekaligus mengukur pemenuhan gizi, keamanan pangan, kualitas layanan, serta dampak program terhadap penerima manfaat.

Tri Dharma perguruan tinggi dan ekonomi lokal

Sebagai akademisi, saya melihat kajian ini sebagai ruang kontribusi nyata melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kajian BRIDA NTB perlu dikembangkan menjadi policy brief yang memuat temuan utama, indikator keberhasilan, keterbatasan data, dan alternatif kebijakan. Dokumen tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Gubernur NTB dan perangkat daerah terkait dalam menentukan langkah perbaikan.

Perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui penelitian lanjutan, pengembangan metode evaluasi, pendidikan kritis bagi mahasiswa, serta pendampingan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan kampus seharusnya tidak berhenti pada seminar, tetapi berlanjut hingga menghasilkan rekomendasi yang dapat diuji pelaksanaannya.

MBG juga bukan hanya persoalan makanan, melainkan peluang untuk memperkuat ekonomi daerah. NTB memiliki potensi pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat dihubungkan dengan kebutuhan pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

pasang iklan di sini

Apabila dikelola dengan baik, kebutuhan pangan program dapat membuka pasar bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal. Namun, peluang itu tidak otomatis terwujud hanya melalui imbauan untuk membeli produk daerah.

Diperlukan pemetaan kebutuhan pangan, kapasitas produksi pemasok, kepastian volume dan jadwal pengadaan, standar mutu, serta pembayaran yang adil dan tepat waktu. Pengawasan rantai pasok harus mencakup asal bahan baku, keamanan pangan, penyimpanan, distribusi, hingga dampak ekonomi yang benar-benar diterima masyarakat.

Dengan data yang memadai, pemerintah dapat menyelaraskan kebutuhan SPPG dengan kapasitas produksi lokal. Manfaat ekonomi pun dapat diukur, bukan sekadar diasumsikan.

Komunikasi publik dan transparansi

Hasil penelitian yang baik tidak akan memberikan dampak optimal jika hanya diketahui peneliti dan peserta seminar. Masyarakat NTB perlu memperoleh akses terhadap hasil kajian dalam bahasa yang mudah dipahami.

BRIDA, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan media dapat bekerja sama menyampaikan temuan, menjelaskan keterbatasan penelitian, serta menginformasikan tindak lanjut rekomendasi.

Di era digital, informasi dari selebgram atau influencer dapat menjangkau masyarakat secara luas, tetapi jangkauan tidak selalu sejalan dengan ketepatan data. Karena itu, respons yang dibutuhkan bukan mempertentangkan media sosial dengan penelitian akademik, melainkan menghadirkan informasi yang terbuka, mudah diakses, dan dapat diperiksa.

Komunikasi publik juga tidak cukup hanya menyampaikan keberhasilan. Persoalan, hasil pengawasan, dan langkah koreksi perlu dijelaskan secara proporsional. Transparansi bukan ancaman bagi program, melainkan fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Mendukung tujuan, mengawal pelaksanaan

Saya melihat adanya niat baik dalam upaya memperluas akses anak terhadap makanan bergizi. Namun, tujuan yang baik tidak otomatis menjamin pelaksanaan yang baik. Setiap program publik membutuhkan tata kelola, pengawasan, dan pertanggungjawaban yang jelas.

Kita dapat mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus menuntut standar keamanan pangan yang ketat. Kita dapat mendukung program nasional sekaligus mendorong transparansi pengadaan dan anggaran. Kritik berbasis data bukan bentuk penolakan, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan.

Program strategis nasional juga tidak boleh berhenti sebagai proyek administratif. Keberhasilannya harus diukur dari kualitas makanan, keamanan penerima manfaat, efektivitas penggunaan anggaran, serta dampak ekonomi yang nyata.

Bagi saya, keberpihakan kepada masyarakat bukan berarti menerima semua kebijakan tanpa pertanyaan. Tanggung jawab akademisi adalah menguji klaim berdasarkan bukti, mengungkap keterbatasan data, dan menawarkan alternatif perbaikan.

Seminar BRIDA NTB ini seharusnya menjadi awal dari proses yang lebih panjang. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, satuan pendidikan, penyelenggara layanan gizi, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bergotong royong mengawal pelaksanaannya dengan dukungan sumber daya yang memadai.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan MBG bukan seberapa keras kita membelanya atau seberapa tajam kita mengkritiknya, melainkan apakah anak-anak memperoleh makanan yang aman dan bergizi, keluarga terbantu, ekonomi lokal tumbuh, dan pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.

Riset tidak boleh berhenti sebagai dokumen, rekomendasi tidak boleh berhenti sebagai wacana, dan program tidak boleh berhenti sebagai proyek. Ilmu pengetahuan harus membantu kebijakan menjadi lebih baik agar manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat. (*)

Tags: adi prayuda BRIDA NTB Ekonomi NTB Keamanan Pangan Kebijakan Publik MBG Riset Akademik Tri Dharma Perguruan Tinggi UMKM Unizar

Continue Reading

Previous: PAC IPNU IPPNU Pringgarata Buka LAKMUD 2026, 27 Kader Disiapkan Jadi Pemimpin Muda

Trending Now

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR 1

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

14 October 2026
Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi 2

Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

2 October 2026
PAC IPNU IPPNU Pringgarata Buka LAKMUD 2026, 27 Kader Disiapkan Jadi Pemimpin Muda Pembukaan LAKMUD PAC IPNU IPPNU Pringgarata 2026 di Ponpes Nurul Islam Dasan Baru 3

PAC IPNU IPPNU Pringgarata Buka LAKMUD 2026, 27 Kader Disiapkan Jadi Pemimpin Muda

2 October 2026
Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai 4

Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai

1 October 2026
Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan 5

Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan

23 September 2026
Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan 6

Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

19 September 2026

Berita Terkait

PAC IPNU IPPNU Pringgarata Buka LAKMUD 2026, 27 Kader Disiapkan Jadi Pemimpin Muda Pembukaan LAKMUD PAC IPNU IPPNU Pringgarata 2026 di Ponpes Nurul Islam Dasan Baru

PAC IPNU IPPNU Pringgarata Buka LAKMUD 2026, 27 Kader Disiapkan Jadi Pemimpin Muda

2 October 2026
Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

19 September 2026
Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor Foto personil band Juicy Juicy, diambil dari situs: https://www.kompas.com/hype/read/2022/01/05/205904766/juicy-luicy-jadi-bagian-dalam-youtube-rewind-2021-lewat-lagu-lantas

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor

12 September 2026
Pelajaran dari Sanca Black: Datang untuk Minum, Pulang Membawa Pelajaran tentang Hidup Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Pelajaran dari Sanca Black: Datang untuk Minum, Pulang Membawa Pelajaran tentang Hidup

5 September 2026
Kepala LLDIKTI VIII Pesan Wisudawan UNIZAR: Jangan Berhenti Belajar, Harus Berdampak Kepala LLDIKTI Wilayah VIII memberikan pesan kepada wisudawan UNIZAR pada Wisuda Ke-79 di Mataram

Kepala LLDIKTI VIII Pesan Wisudawan UNIZAR: Jangan Berhenti Belajar, Harus Berdampak

3 September 2026
Diantar Ratusan Simpatisan, Lalu Basarudin Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kateng Diantar Ratusan Simpatisan, Lalu Basarudin Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kateng

Diantar Ratusan Simpatisan, Lalu Basarudin Resmi Daftar Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kateng

2 September 2026

Berita Terpopuler

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR 1

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

14 October 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Olah Raga
  • Opinion
  • Tourism
  • Education
  • Politics & Law
  • Technology

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 4

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023
Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly! 5

Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 6

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 7

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023

Ads

  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion
Copyright © 2023 KilasNusa.com