Lembaga Perekonomian PWNU NTB Sambut Antusias Peluang NTB Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026
Kilas Nusa, Mataram — Kabar masuknya Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu kandidat terkuat tuan rumah Muktamar NU 2026 disambut penuh sukacita oleh Lembaga Perekonomian PWNU NTB. Optimisme ini tidak hanya berangkat dari kesiapan daerah, tetapi juga dari potensi besar dampak ekonomi yang akan dirasakan masyarakat.
Ketua Lembaga Perekonomian PWNU NTB, L. Suprial Wahid, menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas peluang besar tersebut. Menurutnya, NTB telah memenuhi berbagai persyaratan sebagai tuan rumah ajang lima tahunan Nahdlatul Ulama itu.
“NTB sudah memenuhi semua unsur dari berbagai bidang persyaratan sebagai tuan rumah Muktamar NU. Kami tentu sangat gembira, karena dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya di Mataram, Rabu (1/4/2026).
Lebih lanjut, Suprial menegaskan bahwa rekam jejak NTB dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional hingga internasional menjadi bukti kuat kesiapan daerah. Ia mengingatkan bahwa NTB telah dua kali sukses menjadi tuan rumah Munas dan Konbes NU, yang berlangsung lancar dan meninggalkan kesan positif.
“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa NTB mampu menjadi tuan rumah yang baik. Setiap penyelenggaraan selalu berjalan sukses tanpa meninggalkan riak negatif, bahkan justru menciptakan catatan sejarah yang membanggakan,” katanya.
Tidak hanya dari sisi pengalaman, perkembangan organisasi NU di NTB juga dinilai semakin pesat. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu indikator kuat bahwa NTB layak dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Muktamar mendatang.
Antusiasme juga datang dari masyarakat dan jamaah Nahdliyin di NTB. Muktamar NU dianggap sebagai momentum bersejarah yang tidak hanya memiliki nilai organisasi, tetapi juga nilai sosial dan kultural yang tinggi.
“Ini adalah bagian dari sejarah besar yang akan selalu dikenang. Kesolidan pengurus dan jamaah NU di NTB saat ini sangat membanggakan dan menjadi kekuatan utama kita,” tambahnya.
Dari sisi ekonomi, Lembaga Perekonomian PWNU NTB melihat peluang besar yang akan muncul jika NTB resmi menjadi tuan rumah. Perputaran ekonomi diperkirakan meningkat signifikan, mulai dari sektor transportasi, UMKM, hingga perhotelan.
“Kami sudah melihat potensi besar yang akan muncul. Ekonomi akan bergerak, transportasi meningkat, dan sektor penginapan akan hidup. Ini menjadi peluang kebangkitan ekonomi yang luar biasa bagi NTB,” tegas Suprial.
Dengan kesiapan infrastruktur, pengalaman penyelenggaraan, serta dukungan masyarakat yang kuat, NTB kini semakin percaya diri menatap peluang menjadi tuan rumah Muktamar NU 2026—sebuah momentum yang diharapkan membawa berkah besar, tidak hanya bagi warga Nahdliyin, tetapi juga seluruh masyarakat NTB.
