Kilas Nusa, Mataram – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Aula Ibnu Sina INKES YARSI Mataram, Sabtu (7/2/2026). Puluhan lansia berdiri dengan wajah sumringah, bukan sekadar menghadiri sebuah seremoni, tetapi merayakan pencapaian penting dalam hidup mereka: wisuda Sekolah Lansia GEMPUR SMART. Di usia senja, mereka kembali menjadi pembelajar, sekaligus penegas bahwa pembangunan manusia tidak berhenti pada usia produktif.
Sekolah Lansia GEMPUR SMART yang diselenggarakan oleh Indonesia Ramah Lansia (IRL) NTB ini menunjukkan dampak nyata. Selain meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia terhadap kesehatan, program ini juga mendorong sebagian peserta untuk melangkah menjadi wirausaha kecil atau lansia-preneur. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan wisuda peserta Standar 2 sekaligus pengukuhan siswa baru Standar 1.
Sekolah Lansia GEMPUR SMART merupakan program pendidikan nonformal yang dirancang khusus untuk lansia dengan kurikulum tiga standar berbasis pedoman Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Standar 1 bertujuan membentuk lansia yang mandiri dan tangguh bagi dirinya sendiri. Standar 2 mendorong lansia agar tetap bermanfaat dalam lingkup keluarga. Sementara Standar 3 mempersiapkan lansia menjadi duta, teladan, sekaligus pendamping pembentukan sekolah lansia lainnya.
Proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan lansia dan dilaksanakan secara fleksibel, umumnya satu kali dalam sebulan. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan berkala, senam peregangan dan pernapasan, keterampilan berkebun, hingga pelatihan kewirausahaan mikro.
Dari aktivitas tersebut lahir berbagai produk lokal, seperti kopi “KOBRA”, minuman serbat khas Lombok, serta puding kelor yang bahan bakunya berasal dari kebun bersama peserta. Produk-produk ini menjadi bukti bahwa lansia tetap mampu berkarya dan produktif secara ekonomi.
Menurut laporan penyelenggara, capaian awal Sekolah Lansia GEMPUR SMART di Lingkungan Majeluk sangat menggembirakan. Sebanyak 95 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan lansia. Indeks kepuasan layanan sekolah lansia juga mencapai 95 persen. Selain itu, sekitar 60 persen peserta menunjukkan minat dan mulai melangkah menuju aktivitas ekonomi produktif.
Saat ini, IRL NTB telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram melalui sejumlah kelurahan, antara lain Cakranegara, Cakranegara Selatan, Babakan, Pejanggik, dan Dasan Agung Baru. Di Kabupaten Lombok Barat, sekolah lansia telah terbentuk di Desa Kekeri, Mambalan, dan Jatisela.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi lintas institusi. Dukungan datang dari INKES YARSI Mataram, RS Mutiara Sukma NTB, ALZI Chapter Lombok, RS P3 Lombok Barat, Puskesmas Pagesangan dan Penimbung Lombok Barat, serta pembinaan langsung dari Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdianti.
Kolaborasi ini memastikan layanan kesehatan, pelatihan keterampilan, hingga akses pasar bagi produk lansia dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sekolah Lansia GEMPUR SMART bukan sekadar program edukasi nonformal. Ia menjadi ruang sosial, ruang pemulihan martabat, sekaligus ruang pemberdayaan. Lansia belajar menjaga kesehatan, menguatkan kemandirian, tetap aktif secara sosial, dan menemukan kembali makna hidup. Inilah esensi SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, dan Bermartabat.
Menurut Dr. Supinganto, lansia tidak boleh dipandang sebagai kelompok pasif. “Ketika lansia diberdayakan, mereka menjadi lebih sehat, lebih mandiri, dan justru mengurangi ketergantungan pada keluarga serta layanan kesehatan,” ujarnya. Pernyataan ini sejalan dengan prinsip healthy ageing yang kini menjadi agenda global.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Bagus, SKM, menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia telah memberikan dasar hukum yang kuat. Tantangannya kini bukan pada regulasi, melainkan pada keberanian menjadikan lansia sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek layanan.
Rektor INKES YARSI Mataram, Dr. Zul Hendry, M.Kep, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah Lansia GEMPUR SMART merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan program Kampus Berdampak. Kolaborasi ini melibatkan dosen dan mahasiswa secara terukur, sekaligus mendukung visi INKES YARSI Mataram yang unggul dan berdaya saing global menuju kota ramah lansia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN NTB yang diwakili Sekretaris Badan memberikan apresiasi tinggi kepada IRL NTB atas kontribusinya dalam mendukung Program Perawatan Jangka Panjang Lansia menuju lansia yang berdaya. BKKBN NTB berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar program serupa dapat berkembang lebih luas di NTB.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023 jumlah lansia di Indonesia mencapai sekitar 10 persen dari total penduduk. Pada 2025, diperkirakan satu dari lima penduduk Indonesia adalah lansia. Peningkatan usia harapan hidup ini menjadi tantangan baru dalam menjaga lansia tetap sehat, produktif, dan berdaya.
Wisuda Sekolah Lansia GEMPUR SMART menjadi sinyal kebijakan penting bahwa Kota Mataram memiliki modal sosial untuk menjadi kota ramah lansia. Dengan komitmen lintas sektor dan keberpihakan anggaran, lansia tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih bermakna.
Karena pada akhirnya, kualitas sebuah kota tidak diukur dari seberapa cepat ia tumbuh, melainkan dari seberapa bermartabat ia merawat warganya hingga usia senja.
