Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Collaborative, Informative, Innovative

Primary Menu
  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion

Saat Bertahan Hidup Menjadi Prioritas, Masih Relevankah Etika dalam Marketing UMKM?

Bagi banyak UMKM, jualan hari ini berarti bisa bertahan besok. Lalu, bagaimana empati dan etika tetap relevan di tengah tuntutan mengejar transaksi?
Adi Prayuda 15 July 2026
Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Judul tulisan ini, bila dibaca dengan pikiran jernih, tidak bernuansa sinis, justru sangat jujur. Sebuah pertanyaan yang lahir dari pengalaman hidup. Pernah saya alami ketika dulu memulai berjualan pisang goreng setelah lulus kuliah, kemudian melanjutkan berjualan ketan aneka rasa. Bukan karena usaha pisang gorengnya berkembang, kemudian membuka usaha baru, tapi justru karena hal yang sebaliknya. Omzet dari usaha pisang goreng saya kala itu tidak bisa memenuhi kebutuhan saya, apalagi keinginan saya. Padahal, rasanya, saya sudah cukup jujur dalam berjualan. Cukup punya etika. Saat itu, saya sering bertanya pada diri sendiri: Apakah kejujuran dan etika saja cukup membuat dagangan laku?

Di tengah naiknya biaya hidup, tagihan yang datang tanpa kompromi, dan omzet yang belum tentu ada setiap hari, banyak pelaku usaha kecil mulai mempertanyakan apakah nilai-nilai seperti etika, empati, dan hubungan jangka panjang masih relevan. Bukankah yang paling penting sekarang adalah transaksi? Bukankah yang dibutuhkan adalah uang masuk hari ini agar usaha bisa tetap buka besok?

Saya memahami kegelisahan itu karena saya juga mengalami. Bahkan menurut saya, kegelisahan tersebut perlu dihargai, bukan dihakimi. Terlalu sering kita membicarakan bisnis dari sudut pandang perusahaan besar yang memiliki modal kuat, cadangan dana, akses ke investor, konsultan pemasaran, hingga jaringan relasi yang luas. Ketika penjualan menurun, mereka masih memiliki ruang untuk bernapas. Mereka bisa bereksperimen, melakukan rebranding, atau menggelontorkan anggaran promosi dalam jumlah besar. Sebagian UMKM tidak memiliki kemewahan itu. Bagi mereka, pemilik usaha adalah sekaligus pembeli bahan baku, bagian produksi, kasir, admin media sosial, hingga kurir. Jika hari ini tidak ada penjualan, bukan hanya laporan keuangan yang terganggu, tetapi kebutuhan keluarga pun ikut terancam.

Di titik ini saya mulai berpikir bahwa persoalannya bukan pada etika atau empati yang dianggap tidak relevan. Persoalannya adalah cara kita menjelaskan kedua nilai tersebut. Selama ini etika dalam bisnis sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang idealistis, seolah-olah pelaku usaha harus selalu mengalah, tidak boleh terlalu gencar berpromosi, tidak boleh menawarkan produk secara agresif, dan harus menunggu pelanggan datang dengan sendirinya. Padahal, tidak ada konsep pemasaran yang mengajarkan hal demikian. Yang terjadi justru sebaliknya. Banyak orang tanpa sadar menempatkan etika dan kemampuan menjual sebagai dua kutub yang saling bertentangan. Seakan-akan jika ingin laris, seseorang harus sedikit mengorbankan nilai. Sebaliknya, jika ingin memegang nilai-nilai kebaikan, maka harus siap menerima penjualan yang biasa-biasa saja.

Padahal dunia nyata tidak bekerja sesederhana itu. Dalam psikologi, manusia memiliki naluri dasar untuk bertahan hidup. Ketika kebutuhan ekonomi semakin mendesak, perhatian kita akan lebih mudah tertuju pada hal-hal yang mampu memberikan hasil cepat. Itulah sebabnya promosi yang menarik, diskon besar, atau penawaran yang terasa mendesak seringkali berhasil memicu keputusan membeli. Dalam situasi ekonomi yang sulit, suara perut memang jauh lebih nyaring dibandingkan suara idealisme. Tidak ada yang salah dengan kenyataan tersebut. Itu adalah bagian dari cara manusia bertahan.

Namun, manusia juga memiliki kebutuhan lain yang tidak kalah penting, yaitu kebutuhan untuk merasa aman dan percaya. Setelah transaksi pertama terjadi, keputusan untuk kembali membeli hampir selalu dipengaruhi oleh pengalaman. Kita mungkin datang karena harga yang murah, tetapi kita kembali karena merasa diperlakukan dengan baik. Kita mungkin tertarik karena iklan yang heboh, tetapi kita bertahan karena produk dan pelayanannya sesuai harapan. Dengan kata lain, promosi memang membuka pintu transaksi, tetapi kepercayaanlah yang membuat pintu itu terus terbuka.

Karena itu, saya tidak pernah menganggap promosi yang agresif sebagai sesuatu yang salah. Justru UMKM perlu lebih berani menawarkan produknya. Jangan malu mengingatkan pelanggan bahwa produk kita ada. Jangan takut membuat penawaran yang menarik. Gunakan media sosial secara aktif, lakukan siaran langsung, berikan bonus, manfaatkan momentum, bahkan sesekali buat kampanye yang lebih ramai dari biasanya. Persoalannya bukan pada seberapa sering kita berpromosi, melainkan bagaimana cara kita melakukannya. Ada perbedaan yang sangat tipis tetapi sangat penting antara menarik perhatian dan memanipulasi perhatian. Ada perbedaan antara membangun urgensi dengan menciptakan kepanikan. Ada perbedaan antara melebihkan manfaat produk dengan menjelaskan manfaatnya secara meyakinkan. Batas-batas inilah yang menurut saya menjadi inti dari pemasaran yang beretika.

pasang iklan di sini

Saya mengibaratkan mindful marketing seperti mie nyemek. Bukan mie kuah, bukan juga mie goreng. Bukan pemasaran yang terlalu “berkuah”. Promosi hadir di mana-mana. Notifikasi terus bermunculan. Diskon seolah tidak pernah berhenti. Setiap percakapan berubah menjadi ajakan membeli. Bukan juga pemasaran yang terlalu “kering”. Pelaku usaha memiliki produk yang baik, pelayanan yang tulus, bahkan kualitas yang layak dibanggakan. Namun, mereka hampir tidak pernah bercerita tentang usahanya. Mereka berharap kualitas akan berbicara sendiri. 

Mie nyemek ada diantara keduanya. Komunikasi tetap hadir, tetapi tidak membanjiri. Promosi tetap dilakukan, tetapi tidak memaksa. Produk tetap diperkenalkan, tetapi tidak mendominasi seluruh ruang percakapan.

Saya juga mulai melihat bahwa mindful marketing seringkali disalahpahami. Banyak yang mengira konsep ini mengajak pelaku usaha menjadi terlalu lembut, terlalu sabar, atau terlalu idealis. Padahal yang saya maksud justru sebaliknya. Mindful marketing bukan berarti berhenti menjual. Mindful marketing adalah menjual dengan kesadaran bahwa setiap strategi yang dilakukan hari ini akan menentukan hubungan dengan pelanggan di masa depan. Pertanyaan yang selalu saya ajukan kepada diri sendiri sederhana saja, “Apakah cara saya menjual hari ini masih akan membuat pelanggan percaya kepada saya enam bulan atau satu tahun lagi?” Jika jawabannya ya, maka strategi itu layak diteruskan. Jika tidak, mungkin strategi tersebut perlu diperbaiki.

Kita hidup pada masa ketika perhatian manusia menjadi komoditas yang diperebutkan. Setiap hari orang melihat ratusan bahkan ribuan konten promosi. Semua berusaha menjadi yang paling menarik, paling heboh, paling mengejutkan. Dalam situasi seperti itu, godaan untuk terus menaikkan volume promosi memang sangat besar. Namun, sejarah bisnis menunjukkan bahwa perhatian hanyalah pintu masuk. Yang membuat sebuah usaha bertahan bukan sekadar kemampuan menarik perhatian, melainkan kemampuan mempertahankan kepercayaan. Banyak bisnis yang viral hanya dalam hitungan hari, tetapi hilang beberapa bulan kemudian. Sebaliknya, tidak sedikit usaha kecil yang tidak pernah menjadi perbincangan nasional, tetapi pelanggan mereka terus datang selama bertahun-tahun. Mereka mungkin tidak memiliki konten paling spektakuler, tetapi mereka memiliki reputasi yang dibangun secara perlahan.

Mungkin karena itulah saya kini tidak melihat transaksi dan nilai-nilai kebaikan sebagai dua hal yang harus dipertentangkan. UMKM memang membutuhkan penjualan setiap hari. Itu adalah kenyataan yang tidak boleh diabaikan. Namun, pada saat yang sama, mereka juga membutuhkan kepercayaan agar tidak perlu terus-menerus mencari pelanggan baru. Semakin tinggi kepercayaan pelanggan, semakin rendah biaya untuk memperoleh transaksi berikutnya. Dalam bahasa pemasaran modern, kepercayaan adalah aset yang nilainya terus bertambah seiring waktu.

Menurut saya, tantangan terbesar UMKM hari ini bukan memilih antara bertahan hidup atau memegang etika. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan etika sebagai bagian dari strategi untuk bertahan hidup itu sendiri. Promosi boleh lebih sering, penawaran boleh lebih menarik, komunikasi boleh lebih berani. Tetapi jangan sampai semua itu membuat kita kehilangan sesuatu yang jauh lebih mahal daripada omzet harian, yaitu kepercayaan. Sebab pelanggan mungkin membeli karena promosi yang heboh, tetapi mereka akan tetap kembali karena merasa diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar target penjualan. Itulah makna paling sederhana dari mindful marketing: bukan mengurangi semangat menjual, melainkan memastikan bahwa setiap transaksi yang terjadi hari ini juga menanam benih hubungan yang akan terus bertumbuh di masa depan. (*)

Continue Reading

Previous: Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati?
Next: Ironi Marketing: Semakin Ingin Dipercaya, Semakin Sulit Dipercaya

Trending Now

UNIZAR Biology Students Undergo Field Work at NTB Quarantine Center, Strengthening Biosafety Competency Mahasiswa Biologi UNIZAR bersama pimpinan FMIPA dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB saat penyerahan peserta PKL. 1

UNIZAR Biology Students Undergo Field Work at NTB Quarantine Center, Strengthening Biosafety Competency

4 August 2026
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 2

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar? Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB 3

Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar?

2 August 2026
Angka yang Salah dan Pertaruhan Marwah Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Presiden Indonesia ke-8. 4

Angka yang Salah dan Pertaruhan Marwah

1 August 2026
Laptop Tutup, Obrolan Buka: Pelajaran Marketing dari Kopsel Coffee di Jalan Harimau Kopsel Coffee 5

Laptop Tutup, Obrolan Buka: Pelajaran Marketing dari Kopsel Coffee di Jalan Harimau

1 August 2026
Mantan Anggota DPRD Loteng Soroti Syarat Dukungan KTP Pilkades, Seleksi Dinilai Penting Jika Calon Lebih dari Lima Mantan Anggota DPRD Lombok Tengah M Samsul Qomar memberikan pandangan mengenai syarat dukungan KTP pada Pilkades serentak. 6

Mantan Anggota DPRD Loteng Soroti Syarat Dukungan KTP Pilkades, Seleksi Dinilai Penting Jika Calon Lebih dari Lima

1 August 2026

Berita Terkait

Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar? Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB

Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar?

2 August 2026
Angka yang Salah dan Pertaruhan Marwah Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Presiden Indonesia ke-8.

Angka yang Salah dan Pertaruhan Marwah

1 August 2026
Laptop Tutup, Obrolan Buka: Pelajaran Marketing dari Kopsel Coffee di Jalan Harimau Kopsel Coffee

Laptop Tutup, Obrolan Buka: Pelajaran Marketing dari Kopsel Coffee di Jalan Harimau

1 August 2026
When Three Coffee Shops Stand Vertically in Tunjungan Plaza Tiga jaringan kedai kopi - Fore Coffee, Excelso, dan Starbucks - tampak berdiri secara vertikal di atrium Tunjungan Plaza, Surabaya, Minggu malam (26/7/2026)

When Three Coffee Shops Stand Vertically in Tunjungan Plaza

27 July 2026
Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas Foto emas, diambil dari https://pegadaian.co.id/artikel/emas/

Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas

26 July 2026
Ten New Campuses, To Solve Which Problems? Foto antrian pelamar kerja, diambil dari: Metrum.co.id

Ten New Campuses, To Solve Which Problems?

25 July 2026

Berita Terpopuler

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik 1

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik

19 January 2026
Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO 2

Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO

23 October 2025
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana 3

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

18 July 2026
Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia 4

Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia

14 October 2023
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 5

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
UNIZAR Biology Students Undergo Field Work at NTB Quarantine Center, Strengthening Biosafety Competency Mahasiswa Biologi UNIZAR bersama pimpinan FMIPA dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB saat penyerahan peserta PKL. 6

UNIZAR Biology Students Undergo Field Work at NTB Quarantine Center, Strengthening Biosafety Competency

4 August 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif? 7

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Olah Raga
  • Opinion
  • Tourism
  • Education
  • Politics & Law
  • Technology

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly! 4

Allegation of Waqf Land Grabbing in Praya, Kawal NTB: Usage Rights Certificate Issued Carelessly!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politics & Law
  • Education
  • Technology
  • Economy & Business
  • Health & Lifestyle
  • Tourism
  • Sports
  • Opinion
Copyright © 2023 KilasNusa.com