FORMAPAS UNRAM Siap Hadir Lebih Inklusif dan Progresif di Bawah Kepemimpinan Erwin Irawan
Kilas Nusa, Mataram – Forum Mahasiswa Pascasarjana (FORMAPAS) Universitas Mataram kini memasuki babak baru dengan dilantiknya Erwin Irawan sebagai Ketua FORMAPAS Periode 2025–2026. Dalam wawancara khusus pada Jumat (28/11/25), Erwin menyampaikan visi besar yang akan menjadi pijakan gerakan organisasi mahasiswa pascasarjana tersebut selama satu tahun ke depan.
Erwin menegaskan bahwa FORMAPAS harus menjadi ruang akademik yang terbuka bagi seluruh mahasiswa S2 maupun S3, tanpa sekat dan tanpa eksklusivitas.
“Visi utama kami adalah membangun FORMAPAS sebagai forum pascasarjana yang inklusif, progresif, dan berpengaruh, baik dalam ruang akademik maupun kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ada empat perubahan utama yang ingin ia dorong: Transformasi kultur akademik agar lebih kolaboratif, terbuka, dan produktif, Penguatan identitas FORMAPAS sebagai representasi resmi mahasiswa pascasarjana yang dihormati birokrasi kampus, Digitalisasi gerakan akademik, membuka akses riset dan diskusi ilmiah bagi semua mahasiswa lintas prodi dan Penciptaan ekosistem pengembangan karier yang mendukung baik jalur akademik maupun profesional.
Untuk memulai masa kepemimpinannya, Erwin menempatkan pembenahan internal sebagai prioritas utama dalam 100 hari pertama.
Agenda tersebut mencakup: Konsolidasi internal dan pembagian tugas yang lebih efektif, Penyusunan SOP, pedoman kerja, dan rencana strategis FORMAPAS untuk satu periode.
Selain itu, Erwin berencana meluncurkan beberapa program unggulan seperti: Diskusi tematik lintas prodi S2–S3, berbagi pengalaman riset, metodologi, hingga publikasi, Pelatihan penulisan ilmiah, metodologi riset kuantitatif–kualitatif, serta workshop penggunaan software seperti Mendeley, SPSS, dan NVivo, Membangun sinergi dengan fakultas, program studi, lembaga kampus, dan komunitas peneliti dan Peluncuran platform informasi, kalender kegiatan, dan ruang diskusi daring bagi mahasiswa pascasarjana.
Erwin menilai ada beberapa tantangan besar yang dihadapi mahasiswa pascasarjana, seperti tekanan akademik, terbatasnya ruang kolaborasi, minimnya akses materi riset yang ringkas, serta kurangnya forum untuk menyampaikan aspirasi.
“FORMAPAS hadir untuk menjadi ruang diskusi ilmiah yang terbuka, bukan hanya formalitas organisasi. Kami ingin menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan birokrasi kampus,” tegasnya.
Upaya lain yang disiapkan FORMAPAS antara lain: Program pendampingan riset (research clinic), Akses literasi digital seperti repository materi riset dan template akademik dan Komunitas belajar yang suportif bagi semua mahasiswa.
Untuk memastikan FORMAPAS memiliki dampak lebih luas, Erwin mengusung empat strategi utama: Koordinatif: komunikasi intensif dengan pascasarjana, kaprodi S2–S3, dan lembaga kampus, Kolaboratif: kerja sama seminar, konferensi, pelatihan, hingga pengabdian masyarakat, Akseleratif: menggandeng komunitas riset, lembaga pemerintah, industri, hingga organisasi profesional dan Transparansi dan akuntabilitas: laporan kegiatan dan hasil kolaborasi secara berkala.
“Kepercayaan hanya bisa dibangun dengan transparansi. Kami ingin FORMAPAS menjadi mitra strategis yang benar-benar diandalkan,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Erwin menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh mahasiswa S2 dan S3, agar mereka menjadikan FORMAPAS sebagai rumah bersama yang aktif, egaliter, dan produktif.
“Kami ingin mahasiswa berani menyuarakan ide dan kritik, serta aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah. FORMAPAS ke depan harus hadir sebagai wadah solusi, bukan sekadar simbol organisasi,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen membangun budaya akademik yang lebih sehat, FORMAPAS di bawah kepemimpinan Erwin Irawan optimis dapat menjadi forum yang relevan, bermanfaat, dan berdampak luas bagi seluruh mahasiswa pascasarjana Universitas Mataram.
