Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Krisis Sampah Kota Mataram: Komunitas Panda 4 Monjok Perluasan Ambil Alih Peran, Kolaborasi DLH, Pertanian, dan Akademisi Jadi Model Baru Pengelolaan Lingkungan

Adi 18 February 2026
Foto bersama seusai berkegiatan, berdiri dari kiri ke kanan, Nomor 2 H. L. Putramadoni, MM (Ketua Yayasan Sinar Timur Mataram) Nomor 3 H. L. Johari, ME (Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram) Nomor 4 Aris Herdian, ST (Bidang P3K DLH Mataram), pada Selasa (17/2/2026)

Kilas Nusa, Mataram – Di tengah meningkatnya tekanan krisis sampah perkotaan, sebuah gerakan berbasis komunitas di Komplek Panda 4 Monjok Perluasan justru menunjukkan secercah harapan baru. Pada hari libur, Selasa, 17 Februari 2026, para tokoh masyarakat bersama warga tetap bersemangat menjalankan aktivitas pengelolaan sampah melalui program Tempah Dedoro Organik yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Gerakan ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat mengambil peran strategis dalam mengatasi persoalan sampah dari sumbernya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Tempah Dedoro Pemerintah Kota Mataram, yang bertujuan mendorong pengelolaan sampah organik berbasis komunitas sebagai solusi berkelanjutan.

Dengan timbulan sampah Kota Mataram yang mencapai sekitar 200 hingga 300 ton per hari, dan hampir setengahnya merupakan sampah organik rumah tangga, pendekatan konvensional berbasis angkut dan buang dinilai tidak lagi memadai. Pengelolaan sampah dari sumber kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

Melalui Tempah Dedoro, warga diajak mengolah sampah organik secara mandiri menjadi kompos, sehingga mampu mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Petugas DLH Kota Mataram dari Bidang Pengelolaan Persampahan dan Kemitraan (P3K), Aris Herdian, ST, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan sampah kota.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan sistem pengangkutan. Kunci pengendalian sampah ada di sumbernya, yaitu rumah tangga. Melalui Tempah Dedoro, masyarakat diberikan solusi nyata untuk mengolah sampah organiknya sendiri. Ini bukan hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga membangun kesadaran dan kemandirian lingkungan,” jelasnya.

Menurut Aris, pendekatan berbasis komunitas terbukti lebih efektif karena mengubah masyarakat dari sekadar objek layanan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, HL. Johari, SE., ME, menilai pengelolaan sampah organik memiliki dampak strategis yang lebih luas, khususnya dalam mendukung pertanian perkotaan dan ketahanan pangan keluarga.

“Pengelolaan sampah organik melalui Tempah Dedoro akan memberikan dampak langsung terhadap program kemitraan antara Dinas Pertanian dan DLH. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk pertanian pekarangan, penghijauan, dan ketahanan pangan keluarga. Ini adalah bagian dari sistem terpadu yang menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan keberlanjutan pertanian,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan investasi ekologis jangka panjang yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat perkotaan.

Ketua Yayasan Sinar Timur Mataram sekaligus akademisi STIKes Kusuma Bangsa Mataram, HL. Putramadoni, MM, melihat Tempah Dedoro sebagai lebih dari sekadar teknologi pengolahan sampah.

pasang iklan di sini

“Sebagai akademisi, saya melihat Tempah Dedoro bukan sekadar teknologi, tetapi instrumen perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat. Ini adalah pendekatan edukatif yang membangun tanggung jawab ekologis secara kolektif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program.

“Ketika pemerintah hadir dengan kebijakan, masyarakat bergerak dengan kesadaran, dan akademisi memberikan penguatan edukasi, maka perubahan sistemik dapat terjadi secara nyata,” tambahnya.

Ketua RT Komplek Panda 4 Monjok Perluasan, Dr. Supinganto, menegaskan bahwa krisis sampah merupakan tantangan nyata yang membutuhkan kepemimpinan komunitas.

“Krisis sampah adalah tantangan kota modern. Solusinya tidak bisa hanya dari pemerintah, tetapi harus dimulai dari komunitas. Tempah Dedoro menjadi sarana edukasi sekaligus instrumen kemandirian masyarakat dalam mengelola lingkungannya sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa gerakan warga merupakan bentuk tanggung jawab kolektif untuk masa depan lingkungan.

“Kami ingin membangun sistem berkelanjutan, di mana masyarakat tidak lagi menjadi bagian dari masalah, tetapi menjadi bagian dari solusi. Ini adalah investasi sosial dan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program Tempah Dedoro memungkinkan sampah organik diolah menjadi kompos melalui proses alami, yang dalam implementasi sebelumnya terbukti mampu mengurangi volume sampah lingkungan hingga sekitar 55 persen.

Lebih dari sekadar solusi teknis, gerakan di Komplek Panda 4 Monjok Perluasan menunjukkan bahwa masa depan pengelolaan sampah kota tidak hanya bergantung pada infrastruktur besar, tetapi pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah, sektor pertanian, akademisi, dan masyarakat.

Di tengah krisis sampah yang semakin kompleks, warga Komplek Panda 4 telah mengirimkan pesan yang kuat: perubahan bukan hanya wacana, tetapi sudah dimulai—dari komunitas, untuk masa depan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Continue Reading

Previous: Kapolres Lombok Tengah Janji Audit Satnarkoba, Dugaan Tebus Kasus Narkoba Mengemuka dalam Hearing dengan AMARAH NTB
Next: Kasus “Siluman DPRD” Bergulir ke Persidangan, Tekanan Publik ke Kejati NTB Menguat

Trending Now

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR 1

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya

23 August 2026
Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan 2

Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan

23 August 2026
Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram Nanang Samodra 3

Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram

23 August 2026
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur Gubernur NTB dan Bupati Loteng Turun di Lokasi Kebakaran Sade Loteng 4

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur

23 August 2026
UNIZAR Jalani Visitasi Asesmen Pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah Visitasi asesmen lapangan pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah UNIZAR 5

UNIZAR Jalani Visitasi Asesmen Pembukaan Magister Manajemen Bisnis Syariah

22 August 2026
PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026, Erwin Irawan: Koneksi Membuka Pintu, Kompetensi Membuat Kita Dipercaya Erwin Irawan saat menjadi narasumber talkshow PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026 6

PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026, Erwin Irawan: Koneksi Membuka Pintu, Kompetensi Membuat Kita Dipercaya

22 August 2026

Berita Terkait

Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan

Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan

23 August 2026
Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram Nanang Samodra

Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram

23 August 2026
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur Gubernur NTB dan Bupati Loteng Turun di Lokasi Kebakaran Sade Loteng

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur

23 August 2026
MUSWIL Perdana GSI NTB Cetak Sejarah, Roby Satriawan Terpilih Aklamasi Pimpin DPW 2026–2031 Peserta MUSWIL Perdana Garda Sasak Indonesia NTB bersama Ketua DPW terpilih Roby Satriawan di Mataram

MUSWIL Perdana GSI NTB Cetak Sejarah, Roby Satriawan Terpilih Aklamasi Pimpin DPW 2026–2031

18 July 2026
Di Hadapan Para Gubernur Indonesia, Erwin Irawan Kenalkan Kelorisasi Berkelanjutan untuk Perkuat UMKM dan Hilirisasi Produk Lokal NTB Erwin Irawan memaparkan konsep Kelorisasi Berkelanjutan pada Gala Dinner APPSI 2026 di Senggigi, Lombok Barat.

Di Hadapan Para Gubernur Indonesia, Erwin Irawan Kenalkan Kelorisasi Berkelanjutan untuk Perkuat UMKM dan Hilirisasi Produk Lokal NTB

17 July 2026
Mengapa Pelatihan Pembukuan UMKM Sering Gagal Mengubah Perilaku Pelaku Usaha? Pelaku UMKM sedang menghitung uang hasil penjualan dan mencatat transaksi di buku kas sederhana di meja usaha kecil.

Mengapa Pelatihan Pembukuan UMKM Sering Gagal Mengubah Perilaku Pelaku Usaha?

17 July 2026

Berita Terpopuler

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik 1

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik

19 January 2026
Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO 2

Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO

23 October 2025
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana 3

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

18 July 2026
Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan 4

Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan

23 August 2026
Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia 5

Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia

14 October 2023
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 6

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif? 7

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com