Praktik Lapang Terpadu FP UNIZAR di UD Sasak Tani, Mahasiswa Belajar Teknologi Budidaya hingga Pemasaran Hortikultura
Kilas Nusa, Lombok Barat – Fakultas Pertanian Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) terus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan Praktik Lapang Terpadu FP UNIZAR yang melibatkan mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi dan Program Studi Agribisnis. Kegiatan yang berlangsung di UD Sasak Tani, Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (4/7/2026), menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memadukan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan praktik nyata di dunia usaha pertanian.
Sebanyak 26 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 11 mahasiswa Agroekoteknologi dan 15 mahasiswa Agribisnis. Mereka didampingi dosen pengampu mata kuliah Narita Amni Rosadi, S.P., M.Si., Baiq Inggar Linggarweni, S.P., M.Sc., Nurlailah Mappanganro, S.P., M.P., serta asisten praktikum Lara Amnesty, S.P.
Praktik lapang ini mengintegrasikan berbagai mata kuliah, mulai dari Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, Kesuburan Tanah dan Pemupukan, Pertanian Urban, Teknologi Budidaya Tanaman Hortikultura, hingga Teknologi Budidaya Tanaman Lingkungan Terkendali. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif langsung dari pelaku usaha pertanian.
Pembelajaran Berbasis Pengalaman Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa
Ketua Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian UNIZAR, Nurlailah Mappanganro, S.P., M.P., menjelaskan bahwa Praktik Lapang Terpadu merupakan implementasi konsep experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar mahasiswa mampu mencapai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) melalui penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional secara langsung di lapangan.
“Praktik Lapang Terpadu menjadi media bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai kompetensi yang telah dipelajari selama perkuliahan. Mereka tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan nyata di sektor pertanian, menganalisisnya secara ilmiah, dan menyusun solusi yang relevan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis berbagai persoalan pertanian secara ilmiah, kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Selain itu, mahasiswa juga dilatih melakukan observasi lapangan, pengambilan data, pengukuran, dokumentasi, analisis hasil, hingga penyusunan laporan ilmiah sebagai bagian dari kompetensi akademik yang harus dimiliki lulusan Fakultas Pertanian.
Mahasiswa Belajar Langsung Teknologi Budidaya dan Agribisnis
Selama praktik berlangsung, suasana diskusi tampak hidup. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik budidaya tanaman, pengelolaan media tanam, sistem pemupukan, perlindungan tanaman dari hama dan penyakit, hingga strategi pengembangan usaha hortikultura.
Interaksi langsung dengan pelaku usaha memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan bisnis pertanian modern.
Kegiatan ini juga melatih mahasiswa berpikir kritis dalam menyelesaikan persoalan pertanian, bekerja sama dalam tim multidisiplin, membangun komunikasi dengan pelaku usaha, serta menumbuhkan sikap profesional ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Tak hanya itu, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai inovasi teknologi pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.
UD Sasak Tani Bagikan Pengalaman Produksi hingga Strategi Pemasaran
Pemilik UD Sasak Tani, Zul Adha, menyambut baik kunjungan akademik dari Fakultas Pertanian UNIZAR. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan profil usahanya sekaligus berbagi pengalaman mengenai proses produksi tanaman, teknik pemeliharaan, hingga strategi pemasaran produk hortikultura.
Menurutnya, keberhasilan usaha pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membudidayakan tanaman, tetapi juga strategi pemasaran yang mampu memberikan nilai tambah bagi produk.
Ia bahkan mengajak mahasiswa mulai membudidayakan tanaman secara mandiri, baik di rumah maupun di tempat kos, dengan peluang kerja sama pemasaran bersama UD Sasak Tani.
“Saya mengajak mahasiswa untuk mulai menanam sendiri di rumah atau di kos. Nanti hasilnya bisa kita kerja samakan untuk dipasarkan melalui UD Sasak Tani,” katanya.
Zul Adha menjelaskan bahwa tanaman herbal dan aromatik seperti mint, peterseli, rosemary, dan berbagai tanaman sejenis dipasarkan melalui jaringan fresh market yang memiliki permintaan cukup stabil.
Sementara itu, bibit tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terung, dan berbagai komoditas lainnya dipasarkan kepada petani di berbagai wilayah Lombok Barat hingga didistribusikan ke Pulau Sumbawa.
Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha Perkuat SDM Pertanian
Melalui Praktik Lapang Terpadu ini, Fakultas Pertanian UNIZAR menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha seperti UD Sasak Tani dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai ekosistem agribisnis modern.
Selain memperkuat kompetensi teknis, mahasiswa juga memperoleh pengalaman mengenai pengelolaan bisnis pertanian dari sisi produksi hingga pemasaran. Pengalaman tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.
Dengan menghubungkan teori di ruang kuliah dengan praktik nyata di lapangan, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga siap menjadi sumber daya manusia pertanian yang kompeten, kreatif, serta mampu menjawab tantangan sektor pertanian di masa depan.
