42 Dokter Baru Dilantik, FK UNIZAR Teguhkan Komitmen Cetak Dokter Rahmatan Lil’Alamin

Kilas Nusa, Mataram – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK UNIZAR) melangsungkan prosesi Pelantikan dan Sumpah Dokter Periode ke-47 di Rinjani Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram pada Rabu (16/7/25). Sebanyak 42 dokter baru secara resmi dilantik setelah menuntaskan perjalanan panjang pendidikan sarjana dan profesi dokter, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Acara sakral ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Islam Al-Azhar, antara lain Bendahara Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Rektor UNIZAR, Wakil Rektor I, para dekan dan wakil dekan, serta Ketua Senat Fakultas Kedokteran. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari luar kampus juga menambah kehormatan tersendiri, di antaranya Direktur RSUD Bangli Bali sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama FK UNIZAR, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kota Mataram, serta IDI Provinsi NTB dan Kota Mataram.
Mewakili rekan sejawatnya, dr. Putu Shanti Ayudiana Budi, S.Ked., menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah membersamai mereka hingga titik ini. “Terima kasih atas dedikasi tanpa henti dari semua dosen yang telah membimbing kami, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk kami menjadi pribadi yang lebih baik doakan kami agar dapat menjadi dokter yang Rahmatan Lil’Alamin,” ujarnya dengan penuh haru.
Dekan FK UNIZAR, Prof. dr. Rosdiana Natzir, P.hD., Sp.Biok, dalam sambutannya menegaskan bahwa momen pelantikan dan pengambilan sumpah ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral yang tertuang dalam peraturan pemerintah.
“Alhamdulillah, hingga tahun 2025 ini, FK UNIZAR telah meluluskan 619 dokter, dan hari ini sebanyak 13 orang di antaranya lulus dengan predikat cumlaude baik di jenjang S1 maupun profesi,” jelasnya.
I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An., Direktur RSUD Bangli, menyampaikan bahwa sumpah ini adalah gerbang awal pengabdian. “Enam tahun belajar bukanlah hal mudah. Namun ingat, hari ini bukan akhir, melainkan awal kalian sebagai dokter yang harus siap hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan NTB, Hj. Tuti Herawati, S.SiT., MPH, menekankan pentingnya peran profesional dokter. “Sumpah ini bukan hanya akhir dari pendidikan, tapi awal dari tanggung jawab besar atas nyawa dan kehidupan manusia. Kami berharap dokter-dokter baru ini menjadi garda terdepan dalam memperkuat sistem layanan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI NTB, Prof. Dr. dr. Hamsu Kadriyan, SpTHT-KL (K), M.Kes, mengingatkan pentingnya memegang teguh Kode Etik Kedokteran Indonesia.
“Kode etik adalah warisan luhur profesi kita. Kewajiban kepada pasien, masyarakat, dan diri sendiri harus terus dijunjung tinggi. Jaga marwah profesi ini,” pesannya kepada para dokter baru.
Rektor UNIZAR, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, menyampaikan sambutan penutup yang penuh refleksi dan semangat. Ia menjelaskan bahwa sumpah dokter adalah syarat mutlak yang mengikat lulusan secara moral dan sosial. “Profesi dokter memerlukan semangat korps, dan sumpah adalah pengikatnya. Dengan ini, tanggung jawab sosial kalian sebagai profesional semakin besar,” ujarnya.
Rektor juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para orang tua. “Peran orang tua sangat besar dalam keberhasilan pendidikan anak-anaknya. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada FK UNIZAR sebagai tempat mendidik calon dokter masa depan,” tuturnya.
Ia pun menutup sambutannya dengan doa dan harapan, “Semoga para dokter yang dilantik hari ini menjadi profesional yang amanah, menjadi rahmat bagi semesta, dan menjalankan tugas dengan tulus. Aamiin.”
Dengan dilantiknya 42 dokter baru, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar kembali meneguhkan komitmennya untuk mencetak lulusan yang berintegritas, berkompetensi tinggi, dan menjunjung etika profesi. Mereka kini bersiap menjalani tugas mulia: menjaga, merawat, dan menyelamatkan kehidupan.
Acara ini tak hanya menjadi simbol keberhasilan akademik, tetapi juga tonggak penting dalam perjalanan pelayanan kesehatan Indonesia. Para dokter baru FK UNIZAR siap menjadi harapan baru di tengah masyarakat – sebagai insan yang mengemban ilmu dan empati dalam satu kesatuan profesi yang luhur.