Bukan Sekadar Gelar, UNIZAR Bekali Ratusan Calon Wisudawan Hadapi Dunia Kerja

Kilas Nusa, Mataram – Wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Bagi lulusan perguruan tinggi, momen tersebut justru menjadi pintu masuk menuju tantangan baru: dunia kerja yang semakin kompetitif, dinamis, dan menuntut kemampuan beradaptasi.
Menyadari tantangan tersebut, Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) membekali calon lulusan dengan wawasan dan strategi menghadapi kehidupan pascakampus melalui Pengarahan Alumni dan Seminar Persiapan Karir Lulusan Wisuda Ke-79, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono UNIZAR mulai pukul 09.00 WITA itu diikuti 129 calon wisudawan dan wisudawati.
Kegiatan diselenggarakan Biro Humas, Kerja Sama dan Alumni (HKA) melalui Bagian Alumni, Tracer Study dan Pengembangan Karir UNIZAR. Forum tersebut tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga membekali calon lulusan agar mampu memahami perubahan dunia kerja, membangun kompetensi, memperluas jejaring, serta membaca peluang di tengah dinamika masyarakat.
UNIZAR Bekali Calon Lulusan Hadapi Dunia Kerja
Kepala Bagian Alumni, Tracer Study dan Pengembangan Karir UNIZAR sekaligus Ketua Panitia, dr. Denta Haritsa Apriliana, S.Ked., mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin universitas sebagai bentuk komitmen dalam mempersiapkan lulusan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, kesiapan lulusan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan akademik.
“Para calon wisudawan tidak hanya perlu siap secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan, kemampuan adaptasi, serta kesiapan dalam menghadapi dunia pascakampus,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran alumni sebagai narasumber dapat memberikan gambaran nyata mengenai perjalanan karier, dinamika masyarakat, serta peluang yang dapat dijemput setelah lulus.
Selain persiapan karier, dr. Denta mengingatkan calon lulusan mengenai pentingnya berpartisipasi dalam Tracer Study. Data yang diberikan alumni menjadi bahan evaluasi universitas dan fakultas untuk mengetahui perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Data tersebut juga dapat menjadi masukan dalam pengembangan dan penyempurnaan kurikulum agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Wakil Rektor III: Tantangan Sesungguhnya Dimulai Setelah Wisuda
Membuka kegiatan, Wakil Rektor III UNIZAR, Dr. Fathurrahman, SE., M.Ak, mengingatkan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir perjalanan.
Sebaliknya, wisuda menjadi awal dari tantangan baru yang membutuhkan kesiapan mental, kompetensi, pengalaman, serta kemampuan membangun hubungan profesional.
Menurut Fathurrahman, 129 calon wisudawan perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengalaman dan informasi dari para narasumber sebelum memasuki dunia kerja.
“Tidak cukup hanya dengan bekal kemampuan akademik,” tegasnya.
Lulusan, kata dia, juga perlu memiliki keterampilan, sikap, perilaku, pengalaman, relasi, serta kemampuan beradaptasi.
Bekal tersebut dinilai penting agar lulusan UNIZAR mampu menghadapi persaingan secara sehat sekaligus menjadi pribadi yang tangguh di lingkungan profesional.

Alumni UNIZAR Bagikan Strategi Membangun Karier
Seminar menghadirkan dua narasumber yang merupakan alumni UNIZAR dan telah berkiprah di bidang masing-masing.
Ketua IKA UNIZAR, H. Lendek Jayadi, SE., MM, menyampaikan materi bertajuk “Menjadi Cendekia Ramah Lingkungan.”
Dalam paparannya, Lendek menekankan bahwa dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar gelar akademik. Lulusan harus mampu menciptakan nilai, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, beradaptasi, dan membangun karakter yang dapat dipercaya.
Ia juga mendorong calon lulusan mengubah pola pikir dari sekadar pencari pekerjaan menjadi problem solver.
Pertanyaan yang perlu dibangun, menurutnya, bukan hanya “di mana ada lowongan kerja?”, tetapi juga “kemampuan apa yang saya punya?”, “masalah apa yang bisa saya selesaikan?” dan “nilai apa yang bisa saya tawarkan?”.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lombok Barat, Tarmizi, SH, menyampaikan materi “Membaca Dinamika Masyarakat dan Menjemput Peluang Karier.”
Materi tersebut mengajak calon lulusan memahami perubahan dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar dalam menemukan peluang sekaligus menentukan peran setelah lulus.
Diskusi dipandu Asmadi, SP., MP, dosen Fakultas Pertanian UNIZAR yang juga merupakan alumni UNIZAR.
Karier Tidak Hanya Soal Pekerjaan, tetapi Dampak
Pesan penting yang mengemuka dalam seminar adalah bahwa keberhasilan karier tidak semata-mata ditentukan oleh status sebagai karyawan maupun pengusaha.
Menjadi karyawan dapat menjadi ruang untuk belajar bekerja dalam tim, memahami dunia profesional, membangun jaringan, mengembangkan kepemimpinan, dan meningkatkan kompetensi melalui pengalaman langsung.
Di sisi lain, lulusan juga didorong memiliki mental membangun sesuatu, baik usaha, produk, teknologi, komunitas maupun layanan.
Karier idealnya tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Ketika seseorang mampu menciptakan pekerjaan dan membuka kesempatan bagi orang lain, manfaatnya dapat meluas kepada keluarga dan masyarakat.
Dalam perspektif keberlanjutan, lulusan juga diajak mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari pekerjaan maupun usaha yang dijalankan. Pemanfaatan teknologi, efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, hingga bisnis berkelanjutan menjadi bagian dari tantangan kepemimpinan masa depan.
Lulusan UNIZAR Didorong Terus Belajar dan Beradaptasi
Menutup diskusi, moderator Asmadi menyampaikan bahwa kedua materi memberikan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari perjalanan akademik dan karier, kepemimpinan, jejaring alumni, hingga kemampuan membaca dinamika masyarakat dan mengambil peluang di ruang publik.
Melalui kegiatan tersebut, UNIZAR berharap calon wisudawan tidak hanya membawa pulang gelar akademik, tetapi juga kesiapan untuk terus belajar, beradaptasi, menciptakan nilai, membangun jejaring, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pesan H. Lendek Jayadi menjadi pengingat bagi para calon lulusan dalam memasuki fase baru kehidupan: “Bukalah pintu untuk orang lain” dan jangan berhenti belajar serta berkembang.






