Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor

Polemik batalnya Juicy Luicy tampil di Batam bukan sekadar soal kelebihan bagasi. Dari perspektif manajemen dan mindful marketing, kasus ini mengajarkan bahwa mempertahankan posisi benar tidak selalu berarti menang secara bisnis. Ada reputasi, kepercayaan, pelanggan, dan nilai hubungan yang bisa ikut hilang.
Adi Prayuda 12 September 2026
Foto personil band Juicy Juicy, diambil dari situs: https://www.kompas.com/hype/read/2022/01/05/205904766/juicy-luicy-jadi-bagian-dalam-youtube-rewind-2021-lewat-lagu-lantas
Foto personil band Juicy Juicy, diambil dari situs: https://www.kompas.com/hype/

Batalnya penampilan Juicy Luicy dalam XYZ Liveground di Batam pada 5 September 2026 menjadi perbincangan yang menarik. Persoalannya bermula dari masalah kelebihan bagasi, tetapi kemudian berkembang menjadi perbedaan penjelasan antara pihak band dan promotor mengenai sejumlah kewajiban dalam perjalanan dan penyelenggaraan acara. Pihak promotor menyampaikan satu versi, sementara Juicy Luicy memberikan klarifikasi dengan perspektif berbeda. Karena publik tidak berada di dalam seluruh proses kontrak dan komunikasi kedua pihak, rasanya tidak bijak jika kita buru-buru menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Biarkan fakta dan mekanisme yang tepat yang menyelesaikannya. Namun, sebagai bahan pembelajaran manajemen dan marketing, ada sesuatu yang jauh lebih menarik untuk direnungkan: berapa harga yang harus dibayar ketika sebuah persoalan bisnis tidak berhasil diselesaikan dengan baik?

Sebab, dalam bisnis, kerugian seringkali tidak berhenti pada angka yang terlihat di kuitansi. Persoalan biaya bagasi mungkin memiliki nilai tertentu, tetapi ketika persoalan tersebut berujung pada batalnya sebuah penampilan, nilai yang dipertaruhkan menjadi jauh lebih besar. Ada promotor yang telah mengeluarkan biaya untuk venue, produksi, promosi, logistik, kru, dan berbagai kebutuhan acara. Ada penonton yang sudah membeli tiket, mengalokasikan waktu, bahkan mungkin mengeluarkan biaya perjalanan. Ada vendor dan pekerja kreatif yang menggantungkan pendapatan pada keberlangsungan acara. Di sisi lain, artis juga mempertaruhkan reputasi, hubungan dengan promotor, serta kepercayaan penggemarnya.

Kasus tersebut menarik jika dilihat dari perspektif marketing. Marketing bukan hanya tentang bagaimana menciptakan nilai, tetapi juga bagaimana menjaga nilai yang sudah tercipta. Hubungan antara artis, promotor, penonton, vendor, dan berbagai pihak lainnya sebenarnya merupakan sebuah ekosistem nilai. Ketika satu persoalan tidak terselesaikan dan kemudian berkembang menjadi konflik, yang terjadi bukan hanya value creation, tetapi dapat berubah menjadi value destruction. Nilai yang dibangun melalui promosi, kepercayaan, reputasi, dan ekspektasi pelanggan dapat hilang hanya karena satu keputusan pada sebuah titik tertentu.

Persoalan ini juga mengingatkan kita pada apa yang saya sebut sebagai cost of being right, yaitu biaya yang muncul ketika kita terlalu fokus mempertahankan posisi sebagai pihak yang benar. Tentu saja, mempertahankan hak bukan sesuatu yang salah. Kontrak tetap penting, kewajiban tetap harus dipenuhi, dan setiap pihak berhak mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan kesepakatan. Namun, menjadi benar secara posisi tidak selalu identik dengan menang secara bisnis. Seseorang bisa saja memenangkan sebuah perselisihan, tetapi kehilangan hubungan bisnis, reputasi, kepercayaan pelanggan, atau peluang kerja sama yang nilainya jauh lebih besar.

pasang iklan di sini

Disinilah mindful marketing menjadi relevan. Mindfulness dalam bisnis bukan berarti selalu mengalah atau membiarkan pelanggaran terjadi. Justru mindfulness berarti memiliki kesadaran yang cukup sebelum mengambil keputusan: memahami posisi sendiri, memahami kepentingan pihak lain, dan menyadari konsekuensi yang mungkin muncul dari setiap pilihan. Pertanyaannya bukan hanya, “Apakah saya benar?” tetapi juga, “Apa yang terjadi setelah saya mengambil keputusan ini?” dan “Siapa saja yang akan terkena dampaknya?”

Dalam hubungan bisnis, kemampuan berhenti sejenak sebelum bereaksi terkadang jauh lebih berharga daripada kemampuan memenangkan perdebatan. Ketika sebuah persoalan masih berada di ruang negosiasi, ruang untuk mencari solusi biasanya jauh lebih luas. Tetapi ketika konflik sudah masuk ke ruang publik, persoalannya berubah. Masing-masing pihak tidak lagi hanya berhadapan dengan lawan negosiasi, tetapi juga dengan persepsi publik. Sementara publik sendiri seringkali hanya melihat potongan informasi tanpa mengetahui keseluruhan cerita.

Karena itu, pelajaran dari polemik Juicy Luicy dan promotor bukan semata-mata tentang siapa yang seharusnya membayar kelebihan bagasi. Pelajarannya adalah bagaimana organisasi mengelola persoalan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Manajemen yang baik bukan manajemen yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan manajemen yang mampu menyelesaikan masalah tanpa menciptakan kerugian yang jauh lebih besar daripada masalah awalnya.

Jadi, menurut saya, pertanyaan yang jauh lebih menarik bukan hanya “Siapa yang salah?”, tetapi “Berapa banyak nilai yang hilang ketika kita terlalu sibuk mempertahankan siapa yang paling benar?” Dalam bisnis, memenangkan sebuah perselisihan belum tentu berarti memenangkan bisnis. Sebab terkadang, harga sebuah ego jauh lebih mahal daripada harga sebuah bagasi. (*)

Tags: Bisnis Brand Reputation customer experience Juicy Luicy Konser Batam Manajemen Bisnis Manajemen Konflik Marketing mindful marketing Stakeholder Management Strategi Marketing XYZ Liveground

Continue Reading

Previous: Permission Before Attention: Pelajaran Penting dari Buku Islam Ala Prabowo
Next: Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

Trending Now

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri Pauzan Basri dan soliditas kader Partai Persatuan Pembangunan PPP NTB menjelang Pemilu 2029 1

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri

26 October 2026
Abdul Wahab Terpilih Jadi Ketua FORMADIKSI UNIZAR Periode 2026–2027 Abdul Wahab terpilih sebagai Ketua FORMADIKSI UNIZAR periode 2026–2027 dalam MUBES di Aula Abdurrahim 2

Abdul Wahab Terpilih Jadi Ketua FORMADIKSI UNIZAR Periode 2026–2027

25 October 2026
Plt Sekwil PPP NTB Tegaskan SK DPP Sah, Minta Pihak Lain Tidak Asbun Logo Partai Persatuan Pembangunan PPP dan dinamika kepengurusan PPP NTB 3

Plt Sekwil PPP NTB Tegaskan SK DPP Sah, Minta Pihak Lain Tidak Asbun

25 October 2026
Nasruddin Resmi Dilantik Jadi Ketua STTL Mataram, Gantikan H. Nasaruddin Pelantikan Nasruddin sebagai Ketua STTL Mataram pada 24 Oktober 2026 4

Nasruddin Resmi Dilantik Jadi Ketua STTL Mataram, Gantikan H. Nasaruddin

24 October 2026
UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan Penandatanganan kerja sama UNIZAR dan BPKN RI serta kuliah umum perlindungan konsumen di Mataram 5

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan

21 October 2026
Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan Irwan Humaidi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur 6

Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan

21 October 2026

Berita Terkait

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

14 October 2026
Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

2 October 2026
Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai

Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai

1 October 2026
Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan

Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan

23 September 2026
Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

19 September 2026
Permission Before Attention: Pelajaran Penting dari Buku Islam Ala Prabowo Foto buku Islam Ala Prabowo, diambil dari situs: https://rmol.id/politik/read/2026/09/11/721363/buku-islam-ala-prabowo-bukan-produk-mui

Permission Before Attention: Pelajaran Penting dari Buku Islam Ala Prabowo

12 September 2026

Berita Terpopuler

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri Pauzan Basri dan soliditas kader Partai Persatuan Pembangunan PPP NTB menjelang Pemilu 2029 1

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri

26 October 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 5

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 6

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 7

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com