Pemuda Darul Muhajirin Konsolidasi di Lombok, Bidik Sumbawa hingga Jakarta

Kilas Nusa, Lombok Tengah – Pengurus Pusat Pemuda Darul Muhajirin memprioritaskan konsolidasi organisasi di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok setelah pelantikan pengurus daerah pada Minggu (18/10/2026), di Aula Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Praya. Langkah ini menjadi fondasi untuk memperkuat kepengurusan sebelum mengaktifkan kembali jaringan organisasi di Pulau Sumbawa hingga sejumlah daerah di luar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Pengurus Pusat Pemuda Darul Muhajirin, Ust. Humam Balya, SH., MH, mengatakan lebih dari 50 pengurus daerah telah dilantik untuk wilayah Pulau Lombok. Mereka selanjutnya diarahkan memperkuat koordinasi dan menyusun program kerja sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
“Pengurus yang dilantik hari ini se-Pulau Lombok ada lima kabupaten/kota, sekitar 50 lebih pengurusnya. Yang jelas, untuk tahap pertama tugasnya memperkuat konsolidasi di Pulau Lombok dan selanjutnya akan berkembang ke Pulau Sumbawa,” kata Humam saat pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Darul Muhajirin se-Pulau Lombok di Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali peran pengurus daerah sekaligus menyiapkan program organisasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemuda Darul Muhajirin Siapkan Program Keilmuan, Sosial, dan Dakwah
Selain memperkuat struktur organisasi, Pemuda Darul Muhajirin tengah menyiapkan sejumlah agenda menjelang haul pendiri Darul Muhajirin. Program tersebut akan berfokus pada tiga bidang utama, yakni keilmuan, sosial, dan dakwah.
Pada bidang keilmuan, pengurus berencana menggelar kajian terhadap kitab karya pendiri Darul Muhajirin. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperdalam pengetahuan sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren.
Sementara itu, program sosial dan dakwah masih dibahas bersama pengurus di masing-masing kabupaten/kota. Sejumlah pilihan kegiatan tengah dipertimbangkan, mulai dari safari ke daerah hingga menjangkau wilayah yang lebih kecil, termasuk Bayan.
Menurut Humam, bentuk kegiatan tersebut akan ditentukan melalui koordinasi antarpengurus agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Dengan demikian, konsolidasi organisasi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat administrasi kepengurusan, tetapi juga menjadi kesempatan menyusun kegiatan yang relevan bagi masyarakat.
Organisasi Sejak 1975 Diremajakan Kembali
Humam menegaskan, Pemuda Darul Muhajirin bukan organisasi baru. Organisasi tersebut telah berdiri sejak 1975 dan kini menjalani proses peremajaan untuk memperkuat struktur kepengurusan, termasuk mengaktifkan kembali daerah yang sudah lama tidak menjalankan kegiatan organisasi.
“Pemuda Muhajirin sebenarnya bukan organ yang baru, sudah ada sejak dulu, sekarang diremajakan kembali. Sebenarnya Pemuda Muhajirin itu sudah ada sejak tahun 1975,” ujarnya.
Peremajaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus menyesuaikan peran pemuda dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Setelah konsolidasi di Pulau Lombok, pengurus berencana melanjutkan penguatan organisasi ke Pulau Sumbawa. Berikutnya, pengaktifan kepengurusan juga ditargetkan menjangkau sejumlah daerah di luar NTB, termasuk Sulawesi Tengah dan Jakarta.
Humam menjelaskan, langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan membenahi struktur yang telah terbentuk sebelumnya.
“Iya, kami insyaallah akan melakukan konsolidasi di luar NTB juga. Saat ini kami sedang memperbaiki struktur, karena beberapa daerah sudah lama vakum. Untuk saat ini kami di Lombok dulu, kemudian di Pulau Sumbawa, kemudian di Sulawesi Tengah, dan di Jakarta juga sudah ada yang minta untuk dihidupkan kembali Pemuda Muhajirin,” katanya.
Ia menegaskan, pengembangan jaringan tersebut bukan berarti membentuk cabang baru, melainkan mengaktifkan kembali kepengurusan yang sudah ada.
“Ini sebenarnya Pemuda Muhajirin bukan membentuk cabang baru, tapi kami hanya menghidupkan cabang lama,” ujar Humam.
Gubernur NTB Tekankan Kemandirian Ekonomi Pemuda
Penguatan organisasi juga berkaitan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi generasi muda. Dalam pelantikan tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int, menekankan pentingnya kemampuan ekonomi agar pemuda mampu berkontribusi dalam pemberdayaan masjid dan masyarakat.
Ia berharap Pemuda Darul Muhajirin tidak hanya menjadi wadah aktivitas organisasi, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin dan pengusaha yang memberikan kontribusi bagi kemajuan umat.
“Jadi di Pemuda Muhajirin ini juga harus mandiri secara ekonomi supaya bisa memberdayakan masjid, masyarakat. Jadi, pemuda Muhajirin harus berdaya sebelum memberdayakan orang lain,” pesannya.
Pesan tersebut menempatkan kemandirian ekonomi sebagai salah satu aspek penting dalam penguatan peran pemuda. Organisasi diharapkan mampu mendorong anggotanya menjadi generasi yang produktif, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.
Melalui konsolidasi di Lombok, peremajaan kepengurusan, dan rencana pengaktifan jaringan di berbagai daerah, Pemuda Darul Muhajirin berupaya memperkuat fondasi organisasi sebelum memperluas jangkauan gerakannya.
Ke depan, keberhasilan langkah tersebut akan ditentukan oleh kemampuan pengurus menerjemahkan konsolidasi menjadi program nyata di bidang keilmuan, sosial, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.






