PAC IPNU IPPNU Pringgarata Buka LAKMUD 2026, 27 Kader Disiapkan Jadi Pemimpin Muda

Kilas Nusa, Lombok Tengah – Proses kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, kembali diperkuat. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pringgarata resmi membuka Latihan Kader Muda (LAKMUD) 2026 di Pondok Pesantren Nurul Islam Dasan Baru, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WITA tersebut mengusung tema “Meneguhkan Kaderisasi, Menguatkan Kepemimpinan, Menyongsong Peradaban.”
Sebanyak 27 peserta terpilih mengikuti kegiatan kaderisasi formal tingkat menengah tersebut. Mereka diharapkan tidak hanya mendapatkan pemahaman organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepedulian sosial yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
Pembukaan LAKMUD dihadiri jajaran Pengurus Wilayah (PW) IPNU IPPNU NTB, Ketua PC IPPNU Lombok Tengah Lisa Arianti, utusan PC IPNU Lombok Tengah, Kepala Dusun Dasan Baru Mustajab, Wakil Ketua Yayasan Nurul Islam Ustadz Hablul Warid, S.Ag., M.Pd., serta sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), di antaranya PII, HMI, dan Forum Mahasiswa (FM) Pringgarata.
LAKMUD Jadi Ruang Pembentukan Kader Muda
Ketua PAC IPNU Pringgarata, Tarmuzi Tahir, mengatakan LAKMUD tidak semestinya dipandang sebagai agenda rutin organisasi. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari proses mempersiapkan kader untuk menghadapi tantangan kepemimpinan di masa mendatang.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan kaderisasi tersebut dapat terlaksana.
Tarmuzi berharap 27 peserta mengikuti seluruh rangkaian LAKMUD dengan disiplin dan penuh komitmen.
“LAKMUD menjadi ruang untuk menempa mental, moral, dan kapasitas intelektual kader,” demikian substansi pesan yang disampaikan Tarmuzi dalam sambutannya.
Bagi peserta, proses tersebut menjadi kesempatan untuk belajar memimpin, bekerja dalam tim, memperluas jaringan, sekaligus memahami tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi pelajar NU.
Pelajar NU Didorong Adaptif Hadapi Perubahan Zaman
Ketua PC IPPNU Lombok Tengah, Lisa Arianti, menilai kaderisasi memiliki posisi strategis dalam memastikan keberlanjutan organisasi.
Ia menyebut tema LAKMUD 2026 relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Kepemimpinan yang kuat, kata dia, tidak dapat dilepaskan dari proses kaderisasi yang dilakukan secara konsisten.
Lisa mendorong peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas cakrawala berpikir dan membangun jejaring antarkader.
Selain kemampuan organisasi, peserta juga diharapkan mampu menanamkan nilai kebhinekaan serta semangat keislaman yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. Pelajar dan pemuda tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan di lingkungan masing-masing.
Pesantren Buka Ruang untuk Kaderisasi Pemuda
Dukungan terhadap kegiatan juga datang dari lingkungan masyarakat Dasan Baru.
Kepala Dusun Dasan Baru, Mustajab, menyambut positif pelaksanaan LAKMUD di wilayahnya. Ia mengapresiasi semangat para pemuda dan pemudi NU yang memilih mengembangkan kapasitas diri melalui kegiatan kepemimpinan.
Mustajab juga mengingatkan peserta dan masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta kearifan lokal selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Nurul Islam, Ustadz Hablul Warid, S.Ag., M.Pd., secara resmi membuka rangkaian LAKMUD.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa pesantren terbuka menjadi ruang bagi proses kaderisasi dan perjuangan pelajar NU.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya dibangun melalui kemampuan intelektual. Keikhlasan, ketundukan terhadap ajaran ulama, dan kemauan untuk mengabdi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin.
Pembukaan LAKMUD kemudian ditandai dengan pembacaan basmalah dan doa.
Dari LAKMUD Menuju Kader Pemimpin Masa Depan
Pelaksanaan LAKMUD IPNU IPPNU Pringgarata 2026 diharapkan tidak berhenti pada proses pelatihan selama kegiatan berlangsung.
Lebih jauh, kader yang mengikuti kegiatan diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke lingkungan sekolah, pesantren, organisasi, keluarga, hingga masyarakat.
Kaderisasi menjadi investasi penting bagi keberlanjutan organisasi. Dari proses tersebut, diharapkan muncul generasi muda yang memiliki integritas, wawasan luas, loyalitas terhadap organisasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Sinergi antara IPNU, IPPNU, pesantren, organisasi kepemudaan, dan masyarakat juga menjadi modal penting untuk menciptakan ruang tumbuh bagi generasi muda Pringgarata.
Dengan semangat “Meneguhkan Kaderisasi, Menguatkan Kepemimpinan, Menyongsong Peradaban”, LAKMUD 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan masa depan Lombok Tengah.






