Ketua Exco Partai Buruh NTB Serukan Buruh Jaga Persatuan dan Kawal Demokrasi yang Berkeadilan
Kilas Nusa, Mataram – Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Wira Sakti, S.H., mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum buruh, pekerja, dan rakyat NTB untuk terus menjaga persatuan, kedamaian, serta mengedepankan sikap demokratis dalam menyikapi berbagai dinamika politik yang berkembang di tingkat nasional.
Ajakan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterbitkan pada Selasa (30/6/2026). Dalam pernyataannya, Lalu Wira Sakti menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan sesuatu yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merusak persaudaraan maupun mengganggu stabilitas daerah.
Menurutnya, perhatian masyarakat seharusnya tetap diarahkan pada perjuangan bersama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja.
“Perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun jangan sampai perbedaan tersebut memecah persaudaraan, mengganggu stabilitas daerah, atau mengalihkan perhatian dari perjuangan utama rakyat, yaitu mewujudkan kesejahteraan, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja,” ujar Lalu Wira Sakti.
Selain menjabat sebagai Ketua Exco Partai Buruh NTB, Lalu Wira Sakti juga merupakan Perwakilan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) NTB sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB. Dalam kapasitas tersebut, ia menginstruksikan seluruh anggota SPN yang tergabung dalam Federasi KSPI di NTB agar tetap menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, menciptakan suasana yang kondusif, serta mengutamakan dialog dalam menyikapi setiap perkembangan politik nasional.
Ia menilai kaum buruh memiliki tanggung jawab moral sebagai salah satu kekuatan sosial yang turut menjaga keutuhan bangsa. Perjuangan buruh, menurutnya, tidak hanya terbatas pada isu peningkatan kesejahteraan pekerja seperti upah yang layak, jaminan sosial, maupun perlindungan tenaga kerja, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional agar pembangunan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Buruh memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi kekuatan sosial yang menjaga persatuan bangsa. Perjuangan buruh tidak hanya berkaitan dengan upah layak, jaminan sosial, dan perlindungan tenaga kerja, tetapi juga menjaga stabilitas nasional agar pembangunan ekonomi dapat berjalan dan kesejahteraan rakyat semakin meningkat,” katanya.
Lebih lanjut, Lalu Wira Sakti mengimbau seluruh pengurus, kader, dan anggota Partai Buruh, keluarga besar KSPI, SPN, serta organisasi pekerja lainnya di Nusa Tenggara Barat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga mengajak seluruh elemen buruh untuk terus mengedepankan semangat persaudaraan dan menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh komponen bangsa.
Menurutnya, kaum buruh harus mampu menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan berdemokrasi dengan tetap bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat dan pekerja, namun tetap menjunjung tinggi supremasi hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mari kita buktikan bahwa kaum buruh adalah kekuatan yang dewasa dalam berdemokrasi. Kita tetap kritis terhadap setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat dan pekerja, namun tetap menjunjung tinggi hukum, menjaga keamanan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Lalu Wira Sakti mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk terus memperkuat semangat gotong royong, menjaga persatuan, serta bersama-sama mengawal demokrasi agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi demi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Ia juga menegaskan komitmen kaum buruh untuk terus menjadi bagian dari kekuatan bangsa yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperjuangkan hak-hak pekerja secara konstitusional.
“Buruh Bersatu, Rakyat Kuat, Indonesia Bermartabat,” tutupnya.
