Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Inflasi Kepercayaan dan Konten-Konten Settingan

Konten settingan mungkin mampu memenangkan perhatian dan transaksi. Namun jika dikemas seolah-olah nyata, yang perlahan terkikis adalah kepercayaan publik. Itulah inflasi kepercayaan.
Adi Prayuda 19 July 2026
Ilustrasi diambil dari situs: https://dobetter.esade.edu/en/fake-news-social-media

Media sosial telah melahirkan perlombaan baru. Bukan lagi siapa yang memiliki produk terbaik, melainkan siapa yang paling mampu menggugah emosi. Video membantu pengemis, memborong dagangan pedagang kecil, atau mempertemukan keluarga yang lama berpisah menjadi konten yang mudah viral. Sebagian benar-benar terjadi, tetapi sebagian lainnya ternyata hanyalah adegan yang telah diskenariokan.

Yang menarik, masalahnya bukan pada adanya skenario. Film, iklan, bahkan video edukasi juga dibuat dengan naskah. Persoalannya muncul ketika sebuah adegan sengaja dikemas seolah-olah merupakan peristiwa nyata, tanpa memberi tahu penonton bahwa itu adalah dramatisasi. Penonton dibuat percaya bahwa emosi yang mereka rasakan lahir dari kejadian yang benar-benar spontan.

Saat ini, batas antara kreativitas dan manipulasi mulai kabur.

Ilmu pemasaran memang memahami bahwa manusia tidak mengambil keputusan hanya dengan logika. Emosi memiliki peran besar dalam mendorong seseorang membeli produk, berdonasi, atau mengikuti sebuah akun. Karena itu, storytelling menjadi strategi yang sangat efektif. Namun, ada perbedaan besar antara menyentuh emosi melalui cerita dan memanipulasi emosi melalui kebohongan.

Yang satu membangun hubungan. Yang lain mengeksploitasi kepercayaan.

Ironisnya, praktik seperti ini mulai dianggap biasa. Selama jumlah penonton tinggi dan transaksi meningkat, cara yang digunakan seolah tidak lagi penting. Seakan-akan tujuan menghalalkan cara. Padahal, keuntungan jangka pendek itu menyimpan biaya sosial yang jauh lebih besar.

Saya menyebutnya sebagai inflasi kepercayaan.

Ini bukan istilah ekonomi formal, melainkan sebuah analogi. Dalam ekonomi, ketika uang beredar terlalu banyak, nilainya menurun. Demikian pula dengan kepercayaan. Ketika masyarakat terus-menerus dibanjiri konten settingan yang dikemas seolah nyata, nilai kepercayaan pun ikut merosot.

pasang iklan di sini

Akibatnya, kita mulai sulit percaya kepada siapapun.

Melihat seseorang berbagi makanan kepada tunawisma, muncul komentar, “Pasti konten.” Melihat pelaku UMKM mendapat testimoni positif, langsung dicurigai sebagai review bayaran. Bahkan aksi sosial yang tulus pun sering dianggap sekadar mencari perhatian.

Yang dirugikan bukan hanya penonton. Kreator yang benar-benar jujur juga harus bekerja lebih keras untuk membuktikan bahwa apa yang mereka tampilkan memang nyata. Kebohongan segelintir orang akhirnya menjadi beban bagi semua orang.

Dari sudut pandang bisnis, strategi ini juga menyimpan kelemahan. Brand yang dibangun di atas rekayasa akan terus dituntut menciptakan drama yang lebih besar agar tetap menarik perhatian. Hari ini harus mengharukan, besok lebih mengejutkan, lusa lebih ekstrem. Lama-kelamaan, kreator menjadi tahanan algoritma yang ia bangun sendiri.

Padahal, membangun kepercayaan tidak sesulit itu. Jika sebuah video memang merupakan dramatisasi, mengapa tidak diberi keterangan sederhana seperti “adegan direka ulang” atau “diperankan oleh talent”? Cerita tetap bisa menyentuh hati tanpa membuat penonton merasa ditipu.

Brand bukan hanya menampilkan produk, tetapi juga integritas. Sekali publik merasa dibohongi, kepercayaan yang hilang jauh lebih sulit dikembalikan dibanding mengejar satu video viral.

Jangan sampai kita berhasil menciptakan konten yang semakin canggih, tetapi gagal menjaga masyarakat agar tetap saling percaya. Karena ketika kepercayaan mengalami inflasi, yang kehilangan nilai bukan hanya sebuah konten, melainkan juga kemanusiaan kita. (*)

Tags: Digital Marketing Etika Bisnis kepercayaan publik konten settingan Media Sosial nflasi kepercayaan storytelling

Continue Reading

Previous: Penjahit dan Janji yang Terjepit
Next: Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral?

Trending Now

Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi? Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi? 1

Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi?

19 July 2026
Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral? Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral? 2

Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral?

19 July 2026
Inflasi Kepercayaan dan Konten-Konten Settingan Konten setingan 3

Inflasi Kepercayaan dan Konten-Konten Settingan

19 July 2026
Penjahit dan Janji yang Terjepit Penjahit bali viral 4

Penjahit dan Janji yang Terjepit

19 July 2026
Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia testimoni palsu 5

Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia

19 July 2026
Karmila Fajriah Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026, Mahasiswi UNIZAR Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS Karmila Fajriah mahasiswi MIPA UNIZAR peraih Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026. 6

Karmila Fajriah Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026, Mahasiswi UNIZAR Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

18 July 2026

Berita Terkait

Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi? Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi?

Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi?

19 July 2026
Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral? Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral?

Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral?

19 July 2026
Penjahit dan Janji yang Terjepit Penjahit bali viral

Penjahit dan Janji yang Terjepit

19 July 2026
Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia testimoni palsu

Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia

19 July 2026
Ketika AI Mulai Menebak Isi Dompet Kita foto orang sedang melihat hp

Ketika AI Mulai Menebak Isi Dompet Kita

18 July 2026
Algoritma Mengejar Atensi, Pelanggan Mencari Alasan Membeli logika algoritma dan logika pelanggan

Algoritma Mengejar Atensi, Pelanggan Mencari Alasan Membeli

18 July 2026

Berita Terpopuler

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 1

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 2

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 3

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 4

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 5

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 6

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023
Wabah Baru: Virus Nipah Muncul di India, Langkah-langkah Pencegahan Diterapkan 7

Wabah Baru: Virus Nipah Muncul di India, Langkah-langkah Pencegahan Diterapkan

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com