Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Penjahit dan Janji yang Terjepit

Janji yang tidak ditepati seringkali lebih menyakitkan daripada keterlambatan itu sendiri. Dalam bisnis, pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga kepastian dan kepercayaan.
Adi Prayuda 19 July 2026
Penjahit bali viral
Foto penjahit, diambil dari https://www.fastpay.co.id/blog

Beberapa hari lalu, media sosial diramaikan oleh potongan video seorang penjahit yang memarahi konsumennya. Konsumen datang mengambil pakaian sesuai hari yang telah dijanjikan. Namun, pakaian itu ternyata belum selesai. Alih-alih meminta maaf, sang penjahit justru meluapkan emosi, bahkan menyerempet isu yang sangat personal seperti suku, agama, dan kondisi ekonomi pelanggan.

Belakangan, seorang pejabat daerah datang mencoba menengahi dan menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang telah melukai banyak pihak. Saya tidak ingin membahas siapa yang benar dan siapa yang salah dalam peristiwa tersebut. Apalagi kita hanya melihat potongan video, bukan keseluruhan cerita.

Yang menarik bagi saya justru persoalan yang lebih mendasar: Janji yang tidak ditepati.

Dalam dunia pemasaran, khususnya mindful marketing, janji bukan sekadar ucapan. Janji adalah bagian dari produk yang dibeli pelanggan. Ketika seseorang berkata, “Silakan diambil hari Jumat pukul 10,” maka yang dijual bukan hanya baju yang sedang dijahit, tetapi juga kepastian bahwa pelanggan tidak perlu menebak-nebak apakah pekerjaannya selesai atau tidak.

Saya pernah mengalami hal serupa. Seorang penjahit menjanjikan pakaian saya selesai pada hari dan jam tertentu. Saya datang tepat waktu. Ternyata pakaian itu bahkan belum mulai dikerjakan.

Kecewa? Tentu saja. Saya bukan dewa, apalagi Dewa 19.

Lucunya, tulisan ini saya susun setelah mengalami kejadian lain. Saya datang ke tempat servis tas dan sepatu karena sandal saya dijanjikan selesai hari ini. Sampai di sana, kondisinya persis seperti kemarin. Belum disentuh sama sekali.

Kecewa? Pasti.

Yang membuat kecewa sebenarnya bukan karena pengerjaannya terlambat. Saya paham setiap usaha memiliki kendala. Ada pelanggan membludak, pegawai sakit, listrik padam, mesin rusak, bahkan kondisi keluarga yang tidak terduga. Masalahnya adalah tidak ada komunikasi. Padahal pemilik usaha memiliki nomor WhatsApp saya.

Seandainya sehari sebelumnya ada pesan sederhana, “Maaf Pak, pekerjaan Bapak belum bisa selesai sesuai janji karena sedang banyak antrean. Boleh kami minta tambahan waktu dua hari?” Saya hampir pasti bisa memaklumi. Saya masih memiliki sandal lain yang bisa dipakai.

Namun, ketika informasi itu tidak pernah datang, pelanggan tetap berangkat. Ada ongkos perjalanan. Ada waktu yang terbuang. Ada harapan yang sudah dibangun. Dan ketika harapan itu runtuh begitu saja, yang rusak bukan hanya jadwal hari itu, tetapi juga kepercayaan.

Dalam ilmu perilaku konsumen, kepuasan bukan hanya ditentukan oleh kualitas hasil akhir, melainkan oleh kesesuaian antara harapan dan kenyataan. Jika sejak awal dijanjikan tujuh hari, lalu selesai tepat tujuh hari, pelanggan akan merasa puas. Tetapi jika dijanjikan tiga hari dan ternyata molor menjadi tujuh hari, kepuasannya bisa jauh lebih rendah meskipun kualitas hasilnya sama persis.

pasang iklan di sini

Artinya, masalah utamanya bukan pada lamanya proses, melainkan pada pengelolaan ekspektasi. Disinilah banyak usaha kecil terjebak. Mereka takut kehilangan pelanggan jika mengatakan kondisi yang sebenarnya. Akhirnya semua pesanan dijawab, “Besok jadi.”

Padahal dalam praktiknya, “besok” hanyalah cara yang lebih halus untuk mengatakan, “Saya belum tahu kapan selesai.” Ironisnya, keinginan untuk menyenangkan pelanggan di awal justru berubah menjadi kekecewaan yang lebih besar di akhir.

Dalam mindful marketing, integritas selalu lebih penting daripada optimisme yang berlebihan. Lebih baik mengatakan, “Saya sanggup menyelesaikan dalam sepuluh hari,” lalu selesai dalam delapan hari, daripada menjanjikan tiga hari tetapi molor menjadi dua minggu.

Pelanggan jauh lebih mudah memaafkan keterlambatan yang dikomunikasikan daripada keterlambatan yang disembunyikan.

Tentu, kita juga perlu adil melihat sisi pelaku usaha. Tidak semua keterlambatan lahir dari niat buruk. Banyak UMKM bekerja dengan tenaga yang sangat terbatas. Mereka sering mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari produksi, menerima pesanan, membeli bahan, hingga melayani pelanggan. Tekanan itu nyata.

Namun justru karena kapasitas terbatas, kemampuan mengelola janji menjadi semakin penting. Kapasitas produksi yang kecil bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah menerima pekerjaan melebihi kapasitas, lalu menjanjikan sesuatu yang sejak awal sulit dipenuhi.

Dalam jangka panjang, reputasi tidak dibangun oleh hasil kerja yang sempurna, tetapi oleh konsistensi antara ucapan dan tindakan.

Janji adalah mata uang kepercayaan.

Sekali dua kali mungkin pelanggan masih memberi kesempatan. Namun ketika pola itu terus berulang, pelanggan tidak hanya kehilangan waktu. Mereka kehilangan keyakinan.

Dan ketika pilihan semakin banyak, pelanggan tidak selalu pergi karena harga lebih murah atau kualitas lebih baik. Sering kali mereka pergi hanya karena ingin mendapatkan satu hal yang tampak sederhana, tetapi ternyata sangat langka: Kepastian.

Karena sebenarnya, pelanggan bukan hanya membeli pakaian yang rapi, sandal yang kembali bagus, atau tas yang selesai diperbaiki. Mereka membeli ketenangan bahwa ketika sebuah usaha berkata, “Siap hari Jumat,” maka hari Jumat benar-benar berarti hari Jumat. (*)

Tags: Etika Bisnis integritas bisnis kepercayaan pelanggan komunikasi bisnis mindful marketing pelayanan pelanggan Perilaku Konsumen UMKM

Continue Reading

Previous: Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia

Trending Now

Penjahit dan Janji yang Terjepit Penjahit bali viral 1

Penjahit dan Janji yang Terjepit

19 July 2026
Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia testimoni palsu 2

Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia

19 July 2026
Karmila Fajriah Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026, Mahasiswi UNIZAR Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS Karmila Fajriah mahasiswi MIPA UNIZAR peraih Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026. 3

Karmila Fajriah Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026, Mahasiswi UNIZAR Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

18 July 2026
Ketika AI Mulai Menebak Isi Dompet Kita foto orang sedang melihat hp 4

Ketika AI Mulai Menebak Isi Dompet Kita

18 July 2026
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana 5

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

18 July 2026
Algoritma Mengejar Atensi, Pelanggan Mencari Alasan Membeli logika algoritma dan logika pelanggan 6

Algoritma Mengejar Atensi, Pelanggan Mencari Alasan Membeli

18 July 2026

Berita Terkait

Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia testimoni palsu

Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia

19 July 2026
Ketika AI Mulai Menebak Isi Dompet Kita foto orang sedang melihat hp

Ketika AI Mulai Menebak Isi Dompet Kita

18 July 2026
Algoritma Mengejar Atensi, Pelanggan Mencari Alasan Membeli logika algoritma dan logika pelanggan

Algoritma Mengejar Atensi, Pelanggan Mencari Alasan Membeli

18 July 2026
Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari Liabilitas Digital

Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari

18 July 2026
Dalam Digitalisasi, yang Sulit Bukan Teknologinya, tetapi Memindahkan Rasa Aman Digitalisasi UMKM NTB

Dalam Digitalisasi, yang Sulit Bukan Teknologinya, tetapi Memindahkan Rasa Aman

18 July 2026
Di Hadapan Para Gubernur Indonesia, Erwin Irawan Kenalkan Kelorisasi Berkelanjutan untuk Perkuat UMKM dan Hilirisasi Produk Lokal NTB Erwin Irawan memaparkan konsep Kelorisasi Berkelanjutan pada Gala Dinner APPSI 2026 di Senggigi, Lombok Barat.

Di Hadapan Para Gubernur Indonesia, Erwin Irawan Kenalkan Kelorisasi Berkelanjutan untuk Perkuat UMKM dan Hilirisasi Produk Lokal NTB

17 July 2026

Berita Terpopuler

Penjahit dan Janji yang Terjepit Penjahit bali viral 1

Penjahit dan Janji yang Terjepit

19 July 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com