Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Dalam Digitalisasi, yang Sulit Bukan Teknologinya, tetapi Memindahkan Rasa Aman

Transformasi digital tidak hanya mengubah cara bertransaksi, tetapi juga mengubah cara manusia memaknai kekayaan dan rasa aman. Inilah tantangan terbesar digitalisasi yang sering luput dari perhatian.
Adi Prayuda 18 July 2026
Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Pernahkah bertanya, mengapa dulu banyak orang tua menyimpan uang di bawah kasur?

Padahal di rumah ada laci, lemari, bahkan kotak penyimpanan. Namun, pilihan itu sering jatuh pada tempat yang paling dekat dengan tubuh mereka. Setiap malam mereka tidur di atasnya. Setiap hari mereka tahu persis bahwa uang itu masih ada. Mungkin terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya tersimpan pelajaran penting tentang bagaimana manusia memaknai kekayaan.

Orang tidak menyimpan uang di bawah kasur karena kasur adalah tempat paling aman. Jika diukur secara objektif, kasur justru rentan terhadap pencurian, kebakaran, atau kerusakan. Mereka menyimpannya di sana karena kasur adalah tempat yang paling dekat dengan rasa aman.

Inilah yang sering terlupakan ketika kita berbicara tentang digitalisasi.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, hingga perguruan tinggi berlomba-lomba meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan masyarakat. Pelaku UMKM diajarkan menggunakan QRIS, mobile banking, dompet digital, hingga berbagai aplikasi pencatatan keuangan. Program-program tersebut tentu patut diapresiasi karena membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan modern.

Namun, setelah begitu banyak pelatihan diberikan, mengapa masih banyak pelaku UMKM yang lebih senang menerima uang tunai? Jawaban yang paling mudah adalah karena mereka belum memahami teknologi. Sayangnya, penjelasan ini terlalu sederhana.

Banyak pelaku usaha sebenarnya sudah tahu cara menerima pembayaran melalui QRIS. Mereka mampu membuka aplikasi perbankan, memeriksa saldo, bahkan melakukan transfer. Pengetahuan bukan lagi hambatan utama. Yang sering menjadi persoalan adalah rasa percaya.

Bagi sebagian masyarakat yang tumbuh pada dekade 1960-an hingga 1990-an, kekayaan sejak lama dipahami sebagai sesuatu yang dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan. Uang tunai, emas, tanah, sawah, ternak, atau rumah adalah simbol kesejahteraan sekaligus keamanan. Ketika kekayaan memiliki bentuk fisik, seseorang merasa memiliki kendali penuh atas apa yang dimilikinya.

pasang iklan di sini

Sebaliknya, dalam ekonomi digital, kekayaan semakin banyak hadir dalam bentuk angka di layar. Nilainya tetap sama, tetapi pengalaman psikologisnya berbeda. Saldo rekening tidak dapat disentuh. QRIS tidak dapat digenggam. Dompet digital hanya menampilkan nominal yang sewaktu-waktu dapat berubah. Bagi sebagian orang, perubahan ini bukan sekadar perubahan alat pembayaran, melainkan perubahan cara memaknai rasa aman.

Tidak heran jika muncul berbagai pertanyaan. Bagaimana jika jaringan internet bermasalah? Bagaimana jika aplikasi mengalami gangguan? Bagaimana jika rekening dibobol? Bagaimana jika saldo tiba-tiba berkurang? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering dianggap sebagai bukti rendahnya literasi digital. Padahal, sebagian diantaranya merupakan kekhawatiran yang wajar di tengah maraknya penipuan siber dan kebocoran data.

Disinilah letak tantangan terbesar digitalisasi. Yang sulit ternyata bukan mengajarkan teknologi. Mengajari seseorang menggunakan QRIS mungkin hanya membutuhkan beberapa menit. Namun, membangun kepercayaan terhadap sistem yang menopang QRIS membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Digitalisasi pada hakikatnya adalah perpindahan sumber rasa aman. Dulu rasa aman lahir dari benda yang dapat digenggam. Kini, rasa aman semakin bergantung pada sesuatu yang tidak kasatmata: sistem, jaringan, regulasi, dan kepercayaan terhadap institusi. Ketika seseorang bersedia menyimpan uang di bank, ia sesungguhnya sedang mempercayakan rasa amannya kepada sebuah sistem. Ketika ia menerima pembayaran melalui QRIS, ia sedang percaya bahwa sistem tersebut akan bekerja dengan baik hari ini maupun esok.

Karena itu, keberhasilan transformasi digital tidak dapat diukur hanya dari jumlah QRIS yang terpasang atau banyaknya pelatihan yang telah dilaksanakan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasa aman menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah pekerjaan besar yang harus dikerjakan bersama. Bank Indonesia, OJK, perbankan, pemerintah daerah, akademisi, hingga pendamping UMKM tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan aplikasi. Mereka juga perlu membangun kepercayaan melalui perlindungan konsumen yang kuat, keamanan sistem yang andal, edukasi mengenai risiko, serta penanganan yang cepat ketika terjadi masalah. Sebab, kepercayaan tidak lahir dari sosialisasi, melainkan dari pengalaman yang konsisten.

Digitalisasi bukan sekadar perpindahan dari uang tunai ke uang elektronik, tapi perpindahan cara manusia memaknai keamanan. Selama rasa aman masih melekat pada sesuatu yang dapat digenggam, maka teknologi secanggih apapun akan tetap terasa asing. Namun, ketika kepercayaan terhadap sistem tumbuh, digitalisasi tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian alami dari kehidupan.

Mungkin karena itulah, tantangan terbesar digitalisasi bukanlah menciptakan teknologi yang lebih canggih. Tantangan sesungguhnya adalah membantu masyarakat memindahkan rasa aman dari benda yang terlihat menuju sistem yang dapat dipercaya. (*)

Continue Reading

Previous: Ironi Marketing: Semakin Ingin Dipercaya, Semakin Sulit Dipercaya
Next: Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari

Trending Now

Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari Liabilitas Digital 1

Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari

18 July 2026
Dalam Digitalisasi, yang Sulit Bukan Teknologinya, tetapi Memindahkan Rasa Aman Digitalisasi UMKM NTB 2

Dalam Digitalisasi, yang Sulit Bukan Teknologinya, tetapi Memindahkan Rasa Aman

18 July 2026
Di Hadapan Para Gubernur Indonesia, Erwin Irawan Kenalkan Kelorisasi Berkelanjutan untuk Perkuat UMKM dan Hilirisasi Produk Lokal NTB Erwin Irawan memaparkan konsep Kelorisasi Berkelanjutan pada Gala Dinner APPSI 2026 di Senggigi, Lombok Barat. 3

Di Hadapan Para Gubernur Indonesia, Erwin Irawan Kenalkan Kelorisasi Berkelanjutan untuk Perkuat UMKM dan Hilirisasi Produk Lokal NTB

17 July 2026
Mengapa Pelatihan Pembukuan UMKM Sering Gagal Mengubah Perilaku Pelaku Usaha? Pelaku UMKM sedang menghitung uang hasil penjualan dan mencatat transaksi di buku kas sederhana di meja usaha kecil. 4

Mengapa Pelatihan Pembukuan UMKM Sering Gagal Mengubah Perilaku Pelaku Usaha?

17 July 2026
Yudisium Fakultas Hukum UNIZAR 2026: 35 Sarjana Hukum Dikukuhkan, 21 Lulusan Raih Predikat Cumlaude Prosesi Yudisium Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) Tahun 2026 di Aula Abdurrahim dengan pengukuhan 35 sarjana hukum 5

Yudisium Fakultas Hukum UNIZAR 2026: 35 Sarjana Hukum Dikukuhkan, 21 Lulusan Raih Predikat Cumlaude

16 July 2026
Ironi Marketing: Semakin Ingin Dipercaya, Semakin Sulit Dipercaya Pelaku usaha membangun kepercayaan konsumen melalui integritas dan pelayanan yang konsisten. 6

Ironi Marketing: Semakin Ingin Dipercaya, Semakin Sulit Dipercaya

16 July 2026

Berita Terkait

Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari Liabilitas Digital

Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari

18 July 2026
Ironi Marketing: Semakin Ingin Dipercaya, Semakin Sulit Dipercaya Pelaku usaha membangun kepercayaan konsumen melalui integritas dan pelayanan yang konsisten.

Ironi Marketing: Semakin Ingin Dipercaya, Semakin Sulit Dipercaya

16 July 2026
Saat Bertahan Hidup Menjadi Prioritas, Masih Relevankah Etika dalam Marketing UMKM? Adi Prayuda

Saat Bertahan Hidup Menjadi Prioritas, Masih Relevankah Etika dalam Marketing UMKM?

15 July 2026
Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati? Adi Prayuda

Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati?

15 July 2026
Senggigi dan Cerita yang Perlahan Memudar Pantai Senggigi

Senggigi dan Cerita yang Perlahan Memudar

12 July 2026
Sena, Polisi, dan Cara Cerita Mengubah Persepsi Adi Prayuda

Sena, Polisi, dan Cara Cerita Mengubah Persepsi

12 July 2026

Berita Terpopuler

Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari Liabilitas Digital 1

Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari

18 July 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com