Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati?

Di era digital marketing, meningkatkan penjualan tidak harus dilakukan dengan memanipulasi emosi pelanggan. Empati justru menjadi fondasi kepercayaan dan loyalitas jangka panjang.
Adi Prayuda 15 July 2026
Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Perkembangan digital marketing telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan pelanggan. Melalui media sosial, marketplace, mesin pencari, hingga aplikasi belanja, setiap hari kita dibanjiri berbagai strategi pemasaran yang dirancang untuk menarik perhatian dan mendorong keputusan pembelian. Persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan berlomba-lomba mencari cara paling efektif meningkatkan penjualan. Dalam situasi seperti ini, muncul sebuah pertanyaan yang layak direnungkan: Jika manipulasi emosi terbukti mampu menghasilkan penjualan, mengapa bisnis masih perlu membangun empati?

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar idealistis. Sebab, jika tujuan utama bisnis adalah menjual, bukankah segala strategi yang mampu meningkatkan penjualan layak digunakan? Faktanya, berbagai pendekatan dalam pemasaran digital memang memanfaatkan cara kerja psikologi manusia. Rasa takut kehabisan, kekhawatiran tertinggal dari orang lain (fear of missing out), keinginan memperoleh pengakuan sosial, hingga dorongan mendapatkan kepuasan secara instan merupakan emosi yang sering menjadi pintu masuk sebuah kampanye pemasaran. Strategi semacam ini terbukti efektif karena manusia tidak selalu mengambil keputusan berdasarkan logika. Dalam banyak situasi, emosi justru menjadi penggerak utama tindakan.

Namun, keberhasilan meningkatkan penjualan tidak selalu identik dengan keberhasilan membangun bisnis. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara persuasi dan manipulasi. Persuasi membantu pelanggan memahami manfaat sebuah produk sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhannya. Sebaliknya, manipulasi memanfaatkan kelemahan psikologis seseorang agar keputusan pembelian terjadi secara impulsif, bahkan ketika produk tersebut sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Perbedaan itu mungkin tidak langsung terlihat ketika transaksi terjadi. Akan tetapi, dampaknya akan muncul setelah pelanggan menggunakan produk atau layanan yang dibelinya. Jika mereka merasa memperoleh nilai yang dijanjikan, kepercayaan terhadap brand akan tumbuh. Sebaliknya, apabila muncul rasa kecewa karena merasa dipaksa membeli melalui tekanan emosional, hubungan antara pelanggan dan perusahaan mulai mengalami keretakan. Penjualan mungkin berhasil dicapai hari ini, tetapi kepercayaan yang hilang sering kali jauh lebih mahal daripada keuntungan yang diperoleh.

Fenomena ini semakin relevan di era digital ketika pengalaman pelanggan dengan mudah menyebar melalui ulasan, media sosial, maupun komunitas daring. Satu pengalaman buruk dapat dibaca ribuan orang dalam hitungan jam, sementara satu pengalaman baik mampu membangun reputasi sebuah brand selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, ukuran keberhasilan digital marketing tidak lagi cukup dinilai dari jumlah klik, tingkat konversi, atau omzet penjualan. Yang tidak kalah penting adalah sejauh mana strategi pemasaran tersebut mampu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

Sayangnya, sebagian pelaku bisnis masih terjebak pada ukuran-ukuran jangka pendek. Kampanye dinilai berhasil ketika angka penjualan meningkat, meskipun peningkatan tersebut diperoleh melalui pesan yang berlebihan, klaim yang kurang jujur, atau tekanan psikologis kepada konsumen. Cara seperti ini mungkin memberikan keuntungan sesaat, tetapi sulit menciptakan hubungan yang bertahan lama. Padahal, pelanggan yang kembali membeli karena percaya memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan pelanggan yang membeli sekali karena terpengaruh manipulasi.

pasang iklan di sini

Di sinilah empati menjadi fondasi penting dalam pemasaran digital. Empati bukan berarti bisnis mengabaikan keuntungan, melainkan mengubah cara memperoleh keuntungan tersebut. Perusahaan yang berempati tidak memulai strategi pemasarannya dengan pertanyaan, “Bagaimana agar produk ini cepat terjual?” Sebaliknya, mereka lebih dahulu bertanya, “Masalah apa yang sedang dihadapi pelanggan, dan bagaimana produk kami benar-benar membantu menyelesaikannya?” Pergeseran cara berpikir yang tampak sederhana ini justru menghasilkan strategi pemasaran yang lebih jujur, relevan, dan berkelanjutan.

Ketika empati menjadi dasar dalam menyusun konten, promosi tidak lagi sekadar berusaha memancing kecemasan atau menciptakan rasa takut kehilangan. Informasi disampaikan secara lebih transparan, manfaat dijelaskan secara proporsional, dan pelanggan diberikan ruang untuk mengambil keputusan secara sadar. Pendekatan seperti ini memang tidak selalu menghasilkan lonjakan penjualan dalam waktu singkat, tetapi mampu membangun aset yang paling berharga dalam dunia bisnis, yaitu kepercayaan.

Ironisnya, ketika kecerdasan buatan semakin canggih membaca perilaku konsumen, justru kualitas yang paling sulit digantikan teknologi adalah kemampuan memahami manusia. Algoritma dapat memprediksi apa yang kemungkinan besar akan kita beli, tetapi tidak mampu menghadirkan ketulusan dalam membangun hubungan. Karena itulah, masa depan digital marketing tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, melainkan juga pada kemampuan bisnis memadukan data dengan empati.

Bila itu terjadi, pelanggan tidak sekadar mengingat produk yang mereka beli. Mereka mengingat bagaimana sebuah bisnis memperlakukan mereka. Ketika perusahaan memilih membangun hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan penghormatan terhadap konsumennya, loyalitas tumbuh secara alami. Keuntungan pun tidak lagi menjadi hasil dari manipulasi, melainkan konsekuensi dari kepercayaan yang berhasil dibangun.

Pemikiran inilah yang menjadi salah satu dasar dalam buku Mindful Digital Marketing: Etika, Empati, dan Keberlanjutan dalam Bisnis Online. Saya meyakini bahwa masa depan pemasaran bukan ditentukan oleh siapa yang paling mahir memainkan emosi pelanggan, tetapi oleh siapa yang paling mampu menghadirkan nilai, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia. (*)

Continue Reading

Previous: Senggigi dan Cerita yang Perlahan Memudar

Trending Now

Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati? Adi Prayuda 1

Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati?

15 July 2026
Narasumber Disperindag NTB Bekali Mahasiswa UNIZAR Strategi Branding, Kemasan, dan Digital Marketing UMKM Desa Zahrul Martayadi dari Disperindag NTB memberikan materi branding, kemasan, dan digital marketing kepada mahasiswa KKN-PPM Ke-43 UNIZAR. 2

Narasumber Disperindag NTB Bekali Mahasiswa UNIZAR Strategi Branding, Kemasan, dan Digital Marketing UMKM Desa

14 July 2026
UNIZAR Bekali Ratusan Mahasiswa KKN-PPM Ke-43, Fokus Transformasi Digital UMKM dan Desa Wisata di Lombok Barat Rektor UNIZAR membuka Pembekalan KKN-PPM Ke-43 yang diikuti 266 mahasiswa di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Mataram 3

UNIZAR Bekali Ratusan Mahasiswa KKN-PPM Ke-43, Fokus Transformasi Digital UMKM dan Desa Wisata di Lombok Barat

14 July 2026
Erwin Irawan Bangun Morikai, Alumni Agribisnis yang Angkat Kelor NTB Menjadi Produk Bernilai Nasional Erwin Irawan pendiri Morikai memperkenalkan produk olahan kelor khas Nusa Tenggara Barat 4

Erwin Irawan Bangun Morikai, Alumni Agribisnis yang Angkat Kelor NTB Menjadi Produk Bernilai Nasional

13 July 2026
Senggigi dan Cerita yang Perlahan Memudar Pantai Senggigi 5

Senggigi dan Cerita yang Perlahan Memudar

12 July 2026
Sena, Polisi, dan Cara Cerita Mengubah Persepsi Adi Prayuda 6

Sena, Polisi, dan Cara Cerita Mengubah Persepsi

12 July 2026

Berita Terkait

Senggigi dan Cerita yang Perlahan Memudar Pantai Senggigi

Senggigi dan Cerita yang Perlahan Memudar

12 July 2026
Sena, Polisi, dan Cara Cerita Mengubah Persepsi Adi Prayuda

Sena, Polisi, dan Cara Cerita Mengubah Persepsi

12 July 2026
Indonesia Emas, 74 Kilogram Emas, dan Nilai Sebuah Kepercayaan Adi Prayuda

Indonesia Emas, 74 Kilogram Emas, dan Nilai Sebuah Kepercayaan

12 July 2026
Struk ATM, Marketing, dan Perilaku yang Membentuk Bumi

Struk ATM, Marketing, dan Perilaku yang Membentuk Bumi

12 July 2026
Dirty Latte dan Pelajaran Marketing yang Datang Seteguk demi Seteguk Adi Prayuda

Dirty Latte dan Pelajaran Marketing yang Datang Seteguk demi Seteguk

12 July 2026
Daun Kelor dan Pelajaran Marketing: Mengapa Cerita Lebih Bernilai daripada Produk? Adi Prayuda

Daun Kelor dan Pelajaran Marketing: Mengapa Cerita Lebih Bernilai daripada Produk?

11 July 2026

Berita Terpopuler

Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati? Adi Prayuda 1

Digital Marketing: Jika Manipulasi Menghasilkan Penjualan, Mengapa Harus Berempati?

15 July 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com