Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Struk ATM, Marketing, dan Perilaku yang Membentuk Bumi

Adi Prayuda 12 July 2026
Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Ada satu pemandangan yang hampir selalu saya temukan ketika masuk ke ruang ATM. Di dekat mesin tersedia tempat sampah, tetapi beberapa lembar struk justru tergeletak di lantai atau diletakkan begitu saja di atas mesin.

Jarak antara struk dan tempat sampah paling hanya beberapa sentimeter saja, tidak sampai satu meter.

Yang dibutuhkan bukan tenaga besar, bukan pula biaya mahal. Hanya kemauan memindahkan selembar kertas kecil ke tempat yang semestinya.

Fenomena sederhana ini membuat saya berpikir. Mungkin persoalan lingkungan bukan selalu tentang kurangnya teknologi, minimnya anggaran, atau lemahnya regulasi. Bisa jadi, persoalannya justru berawal dari sesuatu yang jauh lebih mendasar: perilaku manusia.

Saya bukan ahli lingkungan. Pengetahuan saya tentang pengelolaan sampah tentu masih terbatas. Namun, saya selalu lakukan satu kebiasaan sederhana ini. Jika tidak menemukan tempat sampah, bungkus permen saya simpan dulu di saku atau tas. Saat berkendara, saya tidak pernah membuang sampah plastik keluar jendela mobil ataupun dari atas motor.

Justru karena merasa masih terus belajar, saya sering menahan diri untuk terlalu keras mengkritik kebijakan pemerintah mengenai persoalan sampah. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan sistem pengelolaan lingkungan yang baik. Namun, saya juga bertanya kepada diri sendiri: sudahkah saya menyelesaikan tanggung jawab yang paling sederhana?

Kalau meletakkan struk ATM ke dalam tempat sampah saja masih sering gagal, mungkin kita memang masih memiliki pekerjaan rumah yang belum selesai.

Dalam ilmu marketing, ada satu hal yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira marketing identik dengan menjual produk atau membuat iklan yang menarik. Padahal, salah satu tujuan utama marketing modern adalah memengaruhi dan membentuk perilaku manusia.

Mengapa seseorang memilih satu merek dibanding merek lain? Mengapa ada orang yang disiplin membawa tas belanja sendiri sementara yang lain tetap memilih kantong plastik? Mengapa sebagian konsumen rela membayar lebih untuk produk ramah lingkungan, sedangkan sebagian lainnya tidak peduli?

Semua pertanyaan itu bermuara pada satu kata: behavior. Perilaku.

Karena itu, perusahaan-perusahaan besar tidak hanya berlomba menciptakan produk yang baik. Mereka juga berusaha membangun kebiasaan baru. Mereka memahami bahwa keputusan manusia seringnya tidak lahir dari logika semata, tetapi dari rutinitas yang dilakukan berulang-ulang.

pasang iklan di sini

Persoalan sampah sesungguhnya juga demikian.

Lingkungan memang memengaruhi perilaku. Tempat sampah yang mudah dijangkau, desain ruang yang baik, hingga aturan yang jelas akan membantu orang bertindak benar. Namun, semua itu tetap membutuhkan satu unsur yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun, yaitu kesadaran.

Dalam praktik mindfulness, kesadaran berarti hadir sepenuhnya pada tindakan yang sedang dilakukan. Tangan tidak bergerak secara otomatis. Pikiran tidak berjalan tanpa arah. Setiap tindakan memiliki perhatian.

Termasuk ketika memegang selembar struk ATM.

Saya sering membayangkan kawanan bebek yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Yang mereka tinggalkan hanyalah kotoran yang pada akhirnya kembali menjadi bagian dari siklus alam. Sementara manusia, makhluk yang mengaku paling cerdas, seringkali meninggalkan botol plastik, bungkus makanan, gelas sekali pakai, dan berbagai jenis sampah yang akan bertahan jauh lebih lama daripada kita sendiri.

Ironisnya, semakin maju peradaban manusia, semakin panjang pula jejak sampah yang ditinggalkannya.

Mungkin perubahan besar memang tidak selalu dimulai dari program nasional atau investasi bernilai triliunan rupiah. Mungkin perubahan itu dimulai dari kebiasaan yang tampak remeh.

Memasukkan struk ATM ke tempat sampah bila tidak digunakan. Mengantongi bungkus permen sampai menemukan tempat sampah. Tidak melempar plastik atau tisu dari jendela kendaraan.

Karena sebelum marketing berhasil mengubah perilaku konsumen, sebelum pemerintah berhasil membangun budaya bersih, dan sebelum teknologi mampu menyelesaikan persoalan lingkungan, semuanya tetap bergantung pada keputusan sederhana yang dibuat oleh satu orang.

Saya. Anda. Dan keputusan kecil yang kita ambil setiap hari. (*)

Continue Reading

Previous: Dirty Latte dan Pelajaran Marketing yang Datang Seteguk demi Seteguk

Trending Now

DPW PBB NTB Bagikan Ratusan Nasi Kotak kepada Masyarakat Sambut Milad ke-28 Partai Bulan Bintang 1

DPW PBB NTB Bagikan Ratusan Nasi Kotak kepada Masyarakat Sambut Milad ke-28 Partai Bulan Bintang

12 July 2026
Struk ATM, Marketing, dan Perilaku yang Membentuk Bumi 2

Struk ATM, Marketing, dan Perilaku yang Membentuk Bumi

12 July 2026
Dirty Latte dan Pelajaran Marketing yang Datang Seteguk demi Seteguk Adi Prayuda 3

Dirty Latte dan Pelajaran Marketing yang Datang Seteguk demi Seteguk

12 July 2026
Daun Kelor dan Pelajaran Marketing: Mengapa Cerita Lebih Bernilai daripada Produk? Adi Prayuda 4

Daun Kelor dan Pelajaran Marketing: Mengapa Cerita Lebih Bernilai daripada Produk?

11 July 2026
Bawaslu NTB dan DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Demokrasi Lewat Dialog Pengawasan Pemilu Bawaslu NTB Kunjungi DPW PBB NTB, Perkuat Konsolidasi Demokrasi dan Pengawasan Pemilu 5

Bawaslu NTB dan DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Demokrasi Lewat Dialog Pengawasan Pemilu

9 July 2026
Belajar Marketing dari Sepiring Mie Nyemek 6

Belajar Marketing dari Sepiring Mie Nyemek

9 July 2026

Berita Terkait

Dirty Latte dan Pelajaran Marketing yang Datang Seteguk demi Seteguk Adi Prayuda

Dirty Latte dan Pelajaran Marketing yang Datang Seteguk demi Seteguk

12 July 2026
Daun Kelor dan Pelajaran Marketing: Mengapa Cerita Lebih Bernilai daripada Produk? Adi Prayuda

Daun Kelor dan Pelajaran Marketing: Mengapa Cerita Lebih Bernilai daripada Produk?

11 July 2026
Belajar Marketing dari Sepiring Mie Nyemek

Belajar Marketing dari Sepiring Mie Nyemek

9 July 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026
Jika Tanda Tangan Wasekjen Dilegalkan, Konflik Partai Tak Akan Pernah Selesai Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU NTB, Mastur, menjelaskan temuan ketidaksesuaian administrasi SK kepengurusan DPW PPP NTB dalam Sipol.

Jika Tanda Tangan Wasekjen Dilegalkan, Konflik Partai Tak Akan Pernah Selesai

28 May 2026

Berita Terpopuler

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 1

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 2

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 3

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 4

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
DPW PBB NTB Bagikan Ratusan Nasi Kotak kepada Masyarakat Sambut Milad ke-28 Partai Bulan Bintang 5

DPW PBB NTB Bagikan Ratusan Nasi Kotak kepada Masyarakat Sambut Milad ke-28 Partai Bulan Bintang

12 July 2026
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com