Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Belajar Marketing dari Sepiring Mie Nyemek

Adi Prayuda 9 July 2026
Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR. Foto: Dok.Pribadi

Inspirasi tentang pemasaran ternyata tidak selalu lahir dari ruang seminar, jurnal ilmiah, atau buku-buku bisnis. Kadang, pelajaran yang paling membekas justru datang dari pengalaman sehari-hari yang tampak biasa.

Suatu sore di sebuah kedai kopi di Jalan Selaparang, Kota Mataram, saya hanya berniat menikmati seporsi mie. Pilihan pada buku menu cukup sederhana: mie goreng atau mie kuah. Namun, entah mengapa ingatan saya melayang ke Yogyakarta, tempat saya pernah menikmati semangkuk mie nyemek.

Mie nyemek memiliki karakter yang unik. Ia bukan mie goreng, tetapi juga bukan mie kuah. Kuahnya hanya sedikit, sekadar menjaga bumbu tetap menyelimuti setiap helai mie tanpa membuat cita rasanya tenggelam. Ada keseimbangan yang sulit dijelaskan, tetapi mudah dinikmati.

Karena menu tersebut tidak tersedia, saya mencoba bertanya kepada kasir.

“Apakah bisa dibuatkan mie nyemek?”

Kasir tidak langsung menjawab. Ia masuk ke dapur untuk menanyakan kemungkinan tersebut kepada bagian yang memasak. Tak lama kemudian ia kembali dengan jawaban sederhana.

“Bisa, Pak.”

Beberapa menit kemudian pesanan itu benar-benar hadir di meja saya.

Yang saya nikmati ternyata bukan hanya rasa makanannya. Lebih dari itu, saya merasakan adanya fleksibilitas dalam pelayanan. Permintaan pelanggan tidak langsung ditolak hanya karena tidak tercantum dalam daftar menu. Mereka bersedia mendengarkan, mempertimbangkan, lalu mencari solusi selama masih memungkinkan.

Pengalaman sederhana itulah yang kemudian mengingatkan saya pada esensi pemasaran.

Sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Al-Azhar sekaligus pengembang praktik meditasi yang saya namakan Jeda, saya cukup sering merefleksikan bagaimana pemasaran berkembang di era digital. Dalam buku Mindful Marketing: Etika, Empati, dan Keberlanjutan dalam Bisnis Online, saya menawarkan pandangan bahwa pemasaran seharusnya dipahami sebagai proses membangun hubungan yang bermakna, bukan sekadar mendorong terjadinya transaksi.

Persoalannya, praktik pemasaran saat ini sering bergerak ke dua sisi yang sama-sama kurang ideal.

pasang iklan di sini

Sebagian pelaku usaha terlalu agresif. Promosi hadir hampir di setiap sudut kehidupan pelanggan. Notifikasi datang tanpa henti, iklan terus bermunculan, diskon silih berganti, hingga setiap interaksi terasa diarahkan untuk membeli. Akibatnya, pelanggan bukan semakin dekat, melainkan justru mengalami kelelahan.

Di sisi lain, tidak sedikit pelaku usaha yang justru terlalu diam. Mereka memiliki produk yang baik, layanan yang memuaskan, bahkan kualitas yang pantas dibanggakan. Namun mereka enggan mengomunikasikan nilai yang dimiliki. Mereka berharap kualitas akan berbicara dengan sendirinya, padahal pelanggan tidak selalu mengetahui apa yang tidak pernah disampaikan.

Bagi saya, pemasaran yang sehat berada di antara kedua ekstrem tersebut. Persis seperti mie nyemek.

Promosi tetap dilakukan, tetapi tidak berlebihan. Komunikasi tetap dibangun, tetapi tidak mendominasi. Produk tetap diperkenalkan, namun tetap memberi ruang bagi pelanggan untuk mengambil keputusan secara nyaman.

Pandangan tersebut selaras dengan konsep relationship marketing, yaitu pendekatan pemasaran yang berorientasi pada hubungan jangka panjang. Kepercayaan, kepuasan, dan komitmen menjadi fondasi utama, bukan sekadar mengejar penjualan sesaat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelanggan yang merasa dihargai cenderung lebih loyal, lebih sering kembali, bahkan dengan sukarela merekomendasikan sebuah bisnis kepada orang lain.

Di sinilah saya melihat pentingnya pendekatan mindful marketing. Kesadaran dalam pemasaran bukan berarti pasif, apalagi anti terhadap aktivitas menjual. Sebaliknya, mindfulness mengajarkan kepekaan untuk mengetahui kapan saat yang tepat menawarkan solusi, kapan lebih baik mendengarkan kebutuhan pelanggan, dan kapan cukup hadir sebagai manusia yang ingin memberikan manfaat kepada manusia lainnya.

Saya juga teringat pada salah satu gagasan yang saya peroleh ketika membaca buku Ketjap Nomer Doea karya I Putu Surya Negara bertahun-tahun lalu. Salah satu pelajaran yang saya tangkap adalah bahwa keberhasilan bisnis pada akhirnya bertumpu pada kualitas hubungan antarmanusia. Kepercayaan tidak dibangun melalui teknik persuasi yang rumit, melainkan melalui interaksi yang tulus, jujur, dan saling menghargai.

Barangkali itulah yang membuat pengalaman memesan mie nyemek terasa berkesan. Menu tersebut sebenarnya tidak tercantum di daftar, tetapi ruang dialog membuatnya menjadi mungkin. Saya pulang bukan hanya dalam keadaan kenyang, melainkan juga membawa pengalaman yang menyenangkan sebagai pelanggan.

Boleh jadi, jika suatu hari nanti saya kembali ke kawasan tersebut, saya akan memilih datang ke tempat yang sama. Bukan semata-mata karena rasa mienya, melainkan karena pengalaman hubungan yang pernah saya rasakan.

Di tengah dunia bisnis yang semakin dipenuhi algoritma, kecerdasan buatan, dan otomatisasi, mungkin kita perlu mengingat kembali bahwa pelanggan tetaplah manusia. Mereka tidak selalu mencari promosi terbesar atau iklan yang paling ramai. Sering kali mereka hanya ingin didengar, dipahami, dan diperlakukan dengan baik.

Mungkin karena itulah, filosofi mie nyemek terasa begitu relevan. Tidak berlebihan hingga menenggelamkan rasa, tetapi juga tidak terlalu minim hingga kehilangan kehangatan. Pas, seimbang, dan secukupnya.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan pemasaran bukan diukur dari berapa banyak orang membeli hari ini, melainkan dari berapa banyak orang yang dengan sukarela ingin kembali esok hari karena merasa dihargai. (*)

Continue Reading

Previous: Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

Trending Now

Bawaslu NTB dan DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Demokrasi Lewat Dialog Pengawasan Pemilu Bawaslu NTB Kunjungi DPW PBB NTB, Perkuat Konsolidasi Demokrasi dan Pengawasan Pemilu 1

Bawaslu NTB dan DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Demokrasi Lewat Dialog Pengawasan Pemilu

9 July 2026
Belajar Marketing dari Sepiring Mie Nyemek 2

Belajar Marketing dari Sepiring Mie Nyemek

9 July 2026
Praktikum Lapangan Biologi FMIPA UNIZAR di Pantai Sire Asah Kompetensi Riset Mahasiswa Praktikum Lapangan Biologi FMIPA UNIZAR di Pantai Sire Lombok Utara 3

Praktikum Lapangan Biologi FMIPA UNIZAR di Pantai Sire Asah Kompetensi Riset Mahasiswa

7 July 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif? 4

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026
Mahasiswa FEB UNIZAR Magang di Setda NTB, Terlibat Langsung dalam Tata Kelola Pembangunan Daerah Yap Rizal Muhlis mahasiswa FEB UNIZAR saat menjalani program magang di Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB. 5

Mahasiswa FEB UNIZAR Magang di Setda NTB, Terlibat Langsung dalam Tata Kelola Pembangunan Daerah

6 July 2026
Ketua Exco Partai Buruh NTB Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus DPW dan DPC PPP NTB Periode 2026–2031 Pelantikan Pengurus PPP NTB periode 2026–2031 di Hotel Lombok Raya Mataram 6

Ketua Exco Partai Buruh NTB Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus DPW dan DPC PPP NTB Periode 2026–2031

4 July 2026

Berita Terkait

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026
Jika Tanda Tangan Wasekjen Dilegalkan, Konflik Partai Tak Akan Pernah Selesai Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU NTB, Mastur, menjelaskan temuan ketidaksesuaian administrasi SK kepengurusan DPW PPP NTB dalam Sipol.

Jika Tanda Tangan Wasekjen Dilegalkan, Konflik Partai Tak Akan Pernah Selesai

28 May 2026

Berita Terpopuler

Bawaslu NTB dan DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Demokrasi Lewat Dialog Pengawasan Pemilu Bawaslu NTB Kunjungi DPW PBB NTB, Perkuat Konsolidasi Demokrasi dan Pengawasan Pemilu 1

Bawaslu NTB dan DPW PBB NTB Perkuat Konsolidasi Demokrasi Lewat Dialog Pengawasan Pemilu

9 July 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com