Mahasiswa FEB UNIZAR Magang di Setda NTB, Terlibat Langsung dalam Tata Kelola Pembangunan Daerah
Kilas Nusa, Mataram – Program magang tidak sekadar menjadi sarana memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja profesional. Hal itulah yang dirasakan oleh Yap Rizal Muhlis, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Al-Azhar (FEB UNIZAR) yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UNIZAR.
Melalui program magang di Biro Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rizal mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas strategis pemerintahan, mulai dari administrasi pembangunan, pengelolaan data pengadaan, evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga koordinasi pengendalian inflasi daerah.
Pengalaman tersebut, menurut Rizal, memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana kebijakan pembangunan dan ekonomi daerah dirancang, dikawal, hingga dievaluasi.
Belajar Langsung Tata Kelola Pemerintahan
Pada masa awal magang, Rizal ditempatkan di Bidang Administrasi Pembangunan. Ia diperkenalkan dengan sistem kerja birokrasi pemerintahan sekaligus diberi tanggung jawab dalam berbagai aktivitas administrasi yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Di antaranya adalah melakukan input data pengadaan barang dan jasa pemerintah, memeriksa serta memvalidasi data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), hingga memantau rencana pengadaan maupun pengaduan dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.
Tak hanya itu, ia juga dipercaya menangani administrasi persuratan, mulai dari penyusunan surat undangan rapat resmi hingga mendistribusikan dokumen penting untuk proses paraf pejabat di lingkungan Setda Provinsi NTB.
“Melalui pekerjaan ini saya belajar bahwa administrasi merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan setiap kebijakan pemerintah,” ungkap Rizal, Senin (6/7/2026).
Mengasah Kemampuan Analisis Melalui Evaluasi Kinerja OPD
Selain administrasi, Rizal juga dilibatkan dalam proses monitoring dan evaluasi pembangunan daerah.
Ia membantu meninjau laporan dari berbagai satuan kerja, melakukan pengolahan data, hingga menyusun Laporan Triwulan Capaian Kinerja OPD. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan analitis dalam membaca data capaian program pemerintah.
Menurutnya, proses evaluasi tersebut membuka wawasan mengenai pentingnya indikator kinerja sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
Terlibat dalam Persiapan Paket Strategis NTB 2026
Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menjalani magang adalah keterlibatannya dalam persiapan Rapat Evaluasi Semester I Paket Strategis NTB 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Rizal dipercaya menyusun, memperbaiki, dan menyempurnakan materi presentasi yang akan dipaparkan kepada pimpinan daerah.
Ia juga bertugas sebagai notulis rapat dengan menyusun serta menyempurnakan hasil notulensi yang nantinya menjadi bahan tindak lanjut berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah.
“Bagi saya, ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena bisa melihat secara langsung bagaimana proses evaluasi pembangunan dilakukan secara profesional,” katanya.
Mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah
Tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan administrasi pemerintahan, Rizal juga memperoleh pengalaman mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin.
Melalui forum tersebut, ia mempelajari bagaimana pemerintah daerah bersama berbagai instansi membangun sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan komoditas strategis di Provinsi NTB.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, melainkan membutuhkan koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Hard Skills dan Soft Skills Berkembang Bersama
Menurut Rizal, program magang yang dijalaninya tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis seperti pengolahan data, administrasi pemerintahan, penyusunan laporan, hingga pembuatan bahan presentasi.
Lebih dari itu, ia juga merasakan perkembangan kemampuan komunikasi profesional, manajemen waktu, ketelitian, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dengan ritme birokrasi pemerintahan yang dinamis.
“Pengalaman ini memberikan perspektif bahwa keberhasilan pembangunan daerah selalu diawali oleh administrasi yang tertib, koordinasi yang kuat, serta kolaborasi antarlembaga,” ujarnya.
FEB UNIZAR Bangga Mahasiswanya Mendapat Apresiasi
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Al-Azhar, Baiq Dewi Lita Andiana, SE., M.App.Com, menyampaikan bahwa program magang merupakan bagian penting dalam upaya FEB UNIZAR mencetak lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan pengalaman praktik.
Menurutnya, pihak fakultas menerima laporan yang sangat positif dari Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB terhadap mahasiswa FEB UNIZAR yang menjalani magang.
Mahasiswa yang mendapat apresiasi tersebut di antaranya Yap Rizal Muhlis, Dwi Laely Ramdhani, dan Nely Anggraini.
“Mereka dinilai aktif dalam setiap proses kerja, memiliki sikap yang baik, rajin, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja pemerintahan,” ujarnya.
Ia menilai apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa kurikulum yang diterapkan FEB UNIZAR mampu membentuk karakter profesional sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pembekalan Terstruktur Sebelum Terjun ke Lapangan
Baiq Dewi Lita menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa magang terlebih dahulu mengikuti pembekalan intensif pada minggu pertama di bagian Tata Usaha.
Dalam tahap ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai sistem birokrasi pemerintahan, administrasi perkantoran, tata naskah dinas, hingga etika kerja di lingkungan instansi pemerintah.
Setelah menyelesaikan proses pembekalan, mahasiswa kemudian ditempatkan pada tiga bidang utama di lingkungan Biro Perekonomian dan Pembangunan agar memperoleh pengalaman kerja yang lebih komprehensif.
“Praktik magang yang dijalani mahasiswa sangat relevan dengan ilmu yang mereka pelajari di Program Studi Ekonomi Pembangunan. Mereka tidak hanya membantu administrasi, tetapi juga ikut terlibat dalam berbagai kegiatan strategis yang memberikan kontribusi nyata,” jelasnya.
Perkuat Kemitraan Kampus dan Pemerintah
FEB UNIZAR berharap kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, dapat terus diperkuat.
Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman profesional sejak masih berada di bangku kuliah sehingga lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB yang telah menjadi mentor dan memberikan ruang belajar terbaik bagi mahasiswa kami. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tutup Baiq Dewi Lita.
