Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Brand Genericization: Ketika Merek Menjadi Nama Benda

Mengapa kita masih menyebut Aqua, Odol, atau TOA meski mereknya berbeda? Fenomena ini mengajarkan bagaimana merek bisa menempel di benak konsumen.
Adi Prayuda 20 July 2026
Ketika Merek Menjadi Nama Benda
Foto diambil dari iStock

Mengapa masih banyak orang berkata “beli odol”, meskipun yang dibeli sebenarnya pasta gigi merek lain? Atau menyebut semua air minum kemasan sebagai Aqua, semua mi instan sebagai Indomie, dan semua pengeras suara corong sebagai TOA? Kebiasaan ini mungkin terdengar sepele, tetapi sebenarnya menyimpan pelajaran besar tentang bagaimana sebuah merek berhasil menempati ruang di dalam ingatan manusia.

Dalam dunia pemasaran, fenomena ini dikenal sebagai brand genericization atau generikisasi merek. Sebuah merek menjadi begitu dominan sehingga namanya berubah menjadi sebutan umum bagi seluruh kategori produk. Odol sebenarnya adalah merek pasta gigi asal Jerman yang sudah diproduksi sejak 1892. TOA berasal dari perusahaan Jepang, TOA Corporation. Namun, di Indonesia keduanya lebih sering dipahami sebagai nama benda daripada nama merek.

Fenomena serupa juga terjadi pada Aqua, Rinso, Softex, Pampers, Sanyo, Hansaplast, Pylox, hingga Honda di beberapa daerah. Menariknya, ini bukan semata-mata karena produknya paling baik. Lebih sering, keberhasilan tersebut merupakan perpaduan antara menjadi pelopor, distribusi yang luas, iklan yang konsisten, dan hadir ketika pilihan konsumen masih sangat sedikit. Saat masyarakat pertama kali mengenal sebuah kategori produk, nama merek yang paling sering mereka temui akhirnya menjadi “wakil” bagi seluruh kategori tersebut.

Di sinilah cara kerja otak manusia. Kita cenderung menyederhanakan informasi. Daripada mengingat banyak nama, otak memilih satu nama yang paling familiar sebagai jalan pintas. Akibatnya, merek tidak lagi sekadar identitas perusahaan, tetapi berubah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari.

pasang iklan di sini

Namun, membangun posisi seperti itu pada masa sekarang jauh lebih sulit. Dahulu sebuah produk mungkin hanya memiliki beberapa pesaing. Kini, satu jenis minuman saja bisa memiliki puluhan merek, satu kategori kosmetik bisa dipenuhi ratusan pilihan, dan setiap hari konsumen disuguhi ribuan iklan di media sosial. Persaingan bukan lagi hanya soal kualitas produk, melainkan perebutan ruang di dalam benak konsumen.

Di era digital, membangun brand recall saja tidak lagi cukup. Algoritma bisa membuat sebuah merek viral dalam semalam, tetapi viral belum tentu menjadi ingatan jangka panjang. Yang jauh lebih penting adalah brand association, yaitu kemampuan sebuah merek menempel pada satu emosi, satu manfaat, atau satu pengalaman tertentu. Semakin sederhana dan konsisten asosiasi yang dibangun, semakin besar peluang merek itu dipanggil kembali oleh otak konsumen ketika mereka hendak mengambil keputusan. Karena itu, banyak perusahaan tidak lagi hanya menjual produk, tetapi juga cerita, gaya hidup, nilai, dan pengalaman yang ingin dirasakan konsumennya.

Mungkin kita tidak akan lagi melihat banyak merek baru yang nasibnya seperti Aqua atau Odol hingga menjadi nama benda. Fragmentasi pasar, derasnya arus informasi, dan cepatnya perubahan tren membuat perhatian konsumen semakin sulit dipertahankan. Sebuah merek bisa viral hari ini, lalu terlupakan beberapa bulan kemudian. Tantangan terbesar bukan lagi menjadi satu-satunya pilihan, melainkan menjadi pilihan pertama yang muncul dalam ingatan.

Yang perlu diingat juga, kesuksesan sebuah merek bukan hanya ketika produknya laris, tetapi ketika namanya hidup di dalam percakapan masyarakat. Itulah tingkat loyalitas tertinggi: Bukan sekadar dipilih saat berbelanja, melainkan menjadi bagian dari kosakata sehari-hari. Di era yang penuh pilihan seperti sekarang, mungkin tidak banyak merek yang akan berubah menjadi nama benda seperti dahulu. Namun, setiap pelaku bisnis tetap memiliki peluang untuk memenangkan satu hal yang sama berharganya: Sebuah tempat yang menetap di benak konsumennya. (*)

Tags: brand association brand recall branding Digital Marketing generikisasi merek merek pemasaran Perilaku Konsumen Psikologi Konsumen strategi bisnis

Continue Reading

Previous: Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi?

Trending Now

Pemerhati Olahraga NTB Desak KONI Tindak Tegas Atlet Sewa di Porprov 2026 Pemerhati olahraga NTB M Samsul Qomar menyampaikan pernyataan terkait evaluasi pelaksanaan Porprov NTB 2026. 1

Pemerhati Olahraga NTB Desak KONI Tindak Tegas Atlet Sewa di Porprov 2026

20 July 2026
Brand Genericization: Ketika Merek Menjadi Nama Benda Ketika Merek Menjadi Nama Benda 2

Brand Genericization: Ketika Merek Menjadi Nama Benda

20 July 2026
Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi? Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi? 3

Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi?

19 July 2026
Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral? Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral? 4

Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral?

19 July 2026
Inflasi Kepercayaan dan Konten-Konten Settingan Konten setingan 5

Inflasi Kepercayaan dan Konten-Konten Settingan

19 July 2026
Penjahit dan Janji yang Terjepit Penjahit bali viral 6

Penjahit dan Janji yang Terjepit

19 July 2026

Berita Terkait

Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi? Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi?

Perlukah Membuka Aplikasi untuk Membeli Segelas Kopi?

19 July 2026
Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral? Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral?

Setelah Kopi, Matcha, Teh, Apa Lagi yang Akan Viral?

19 July 2026
Inflasi Kepercayaan dan Konten-Konten Settingan Konten setingan

Inflasi Kepercayaan dan Konten-Konten Settingan

19 July 2026
Penjahit dan Janji yang Terjepit Penjahit bali viral

Penjahit dan Janji yang Terjepit

19 July 2026
Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia testimoni palsu

Testimoni Palsu dan Eksploitasi Kelemahan Alami Otak Manusia

19 July 2026
Karmila Fajriah Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026, Mahasiswi UNIZAR Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS Karmila Fajriah mahasiswi MIPA UNIZAR peraih Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026.

Karmila Fajriah Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026, Mahasiswi UNIZAR Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

18 July 2026

Berita Terpopuler

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 1

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 2

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 3

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 4

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 5

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 6

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023
Wabah Baru: Virus Nipah Muncul di India, Langkah-langkah Pencegahan Diterapkan 7

Wabah Baru: Virus Nipah Muncul di India, Langkah-langkah Pencegahan Diterapkan

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com