Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Kopi Lokal Lombok Tidak Kekurangan Rasa, Tetapi Kekurangan Cerita

Kopi Lombok memiliki cita rasa yang mampu bersaing. Tantangan sesungguhnya bukan pada kualitas, melainkan bagaimana kisah di balik setiap cangkir ikut dinikmati.
Adi Prayuda 22 July 2026
Kopi Sembalun
Foto kopi sembalun diambil dari situs: https://www.merahputih.com/

Ada sebuah pengalaman yang terus melekat dalam ingatan saya setiap kali menikmati secangkir kopi. Bukan karena kopinya yang paling enak, bukan pula karena kedainya yang paling mewah. Justru karena di balik secangkir kopi itu, saya bertemu dengan seseorang yang saya sebut sebagai seorang seniman kopi.

Beberapa tahun lalu, pada suatu malam, saya mampir ke sebuah kedai kopi di Kota Mataram. Niatnya ya menikmati secangkir kopi sembari istirahat dari rutinitas. Saya mengira kunjungan itu akan seperti pengalaman ngopi pada umumnya. Ternyata saya keliru. Begitu secangkir kopi tersaji, ternyata sang owner ada di sana, dan kami pun bercakap-cakap. Percakapan kami justru membawa saya melakukan perjalanan panjang, bukan melintasi jalan raya, melainkan menelusuri perjalanan sebutir biji kopi dari hulu hingga hilir.

Beliau bercerita dengan antusias tentang berbagai jenis kopi, karakter arabika dan robusta, bagaimana perbedaan ketinggian lahan memengaruhi cita rasa, kapan waktu panen terbaik, hingga bagaimana proses pascapanen menentukan kualitas akhir. Saya diajak mengenal berbagai tingkat roasting, serta bagaimana ukuran grinding mampu mengubah karakter secangkir kopi yang sama. Setiap penjelasan terasa hidup, bukan seperti materi pelatihan, melainkan kisah yang lahir dari pengalaman dan kecintaan yang mendalam terhadap kopi.

Tanpa saya sadari, secangkir kopi di hadapan saya telah habis. Namun anehnya, yang paling lama tertinggal bukan rasa kopinya, melainkan cerita yang menyertainya. Saya pulang dengan membawa pengetahuan baru sekaligus penghargaan yang lebih besar terhadap setiap tetes kopi yang saya minum. Saat itulah saya menyadari bahwa saya tidak hanya membeli minuman. Saya sedang menikmati sebuah pengalaman.

Belakangan saya mengetahui bahwa beliau adalah seorang mantan ASN yang memilih jalan hidup berbeda karena cintanya kepada kopi. Pilihan itu mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang. Namun, melihat cara beliau berbicara tentang kopi, saya justru merasa sedang bertemu dengan seseorang yang benar-benar menemukan panggilannya. Bagi beliau, kopi bukan sekadar komoditas untuk dijual. Kopi adalah karya, budaya, ilmu pengetahuan, dan bentuk penghormatan kepada alam serta para petani yang merawatnya dengan penuh kesabaran. Bagi saya, inilah makna sesungguhnya dari seorang seniman kopi.

Pengalaman tersebut membuat saya berpikir tentang kopi lokal Lombok. Selama ini kita sering membicarakan kualitasnya. Kita bangga mengatakan bahwa kopi dari lereng Rinjani, Sembalun, Tetebatu atau berbagai daerah lain di Pulau Lombok memiliki cita rasa yang khas. Dan saya percaya, kebanggaan itu bukan tanpa alasan. Kalau urusan rasa, saya yakin kopi Lombok sanggup diadu dengan banyak kopi dari daerah lain, bahkan dengan kopi yang sudah lebih dahulu memiliki nama besar.

Namun, di balik rasa yang berkualitas itu, ada satu hal yang menurut saya masih kurang mendapat perhatian, yaitu cerita.

pasang iklan di sini

Dalam pemasaran, konsumen jarang membeli produk hanya karena fungsi dasarnya. Mereka membeli makna yang melekat pada produk tersebut. Secangkir kopi tidak hanya dinilai dari aroma, tingkat keasaman, atau keseimbangan rasanya, tapi juga dinilai dari kisah yang menyertainya. Dari mana kopi itu berasal, siapa yang menanamnya, bagaimana prosesnya, dan nilai apa yang dibawanya. Semua itu membentuk apa yang dalam ilmu pemasaran dikenal sebagai perceived value, yaitu nilai yang dirasakan oleh konsumen. Nilai tersebut seringkali jauh lebih kuat daripada kualitas fisik produk itu sendiri.

Itulah sebabnya ada orang yang rela membayar mahal untuk secangkir kopi di tempat tertentu, padahal kualitas biji kopinya belum tentu jauh berbeda. Yang mereka beli sesungguhnya bukan hanya kopi, melainkan pengalaman, suasana, identitas, dan cerita yang ingin mereka kenang atau bahkan mereka bagikan kepada orang lain.

Saya membayangkan, betapa besarnya potensi yang dimiliki kopi Lombok jika setiap cangkir yang disajikan juga membawa kisah di baliknya. Bayangkan seorang wisatawan datang ke Lombok, menikmati kopi yang berasal dari lereng Rinjani, lalu barista menceritakan bagaimana embun pagi di pegunungan membantu membentuk karakter rasa kopi tersebut, bagaimana para petani memetik buah kopi satu per satu ketika benar-benar matang, atau bagaimana proses sangrai dilakukan dengan penuh ketelitian agar karakter alaminya tetap terjaga. Saya yakin pengalaman seperti itu akan jauh lebih membekas dibandingkan sekadar menyebutkan nama menu di papan pemesanan.

Inilah yang sering terlupakan. Kita terlalu sibuk menjual rasa, tetapi belum cukup banyak menjual cerita. Kita bangga pada kualitas hasil panen, tetapi belum cukup sering memperkenalkan orang-orang yang bekerja keras di baliknya. Kita mempromosikan kopi sebagai produk, padahal sesungguhnya kopi adalah hasil perjalanan panjang yang sarat dengan nilai, budaya, dan perjuangan.

Dalam perspektif mindful marketing, cerita bukanlah alat untuk membesar-besarkan produk. Cerita adalah cara menghadirkan kejujuran. Ketika konsumen memahami asal-usul sebuah produk, mereka tidak sekadar mengonsumsinya, tetapi mulai menghargainya. Mereka tidak hanya meminum kopi, tetapi ikut merasakan perjalanan yang telah dilalui setiap biji kopi hingga akhirnya tiba di dalam cangkir.

Saya percaya, Lombok tidak kekurangan bahan untuk diceritakan. Kita memiliki alam yang indah, tanah vulkanik yang subur, petani-petani yang bekerja dengan penuh dedikasi, serta budaya yang begitu kaya. Semua itu adalah aset yang tidak bisa ditiru oleh siapapun. Yang kita perlukan bukan menciptakan cerita baru, melainkan lebih berani menceritakan kisah yang memang sudah ada.

Semakin banyak saya mengenal kopi, semakin saya percaya bahwa masa depan kopi Lombok tidak hanya ditentukan oleh kualitas panen, teknologi pengolahan, atau strategi promosi. Masa depannya juga ditentukan oleh kemampuan kita membangun hubungan emosional antara kopi dengan orang yang menikmatinya. Sebab ketika hubungan itu terbangun, kopi tidak lagi dipandang sebagai minuman berkafein, tapi menjadi pengalaman yang akan selalu dikenang. (*)

Tags: adi prayuda branding Ekonomi Kreatif kopi lokal kopi lombok mindful marketing pariwisata lombok pemasaran storytelling UMKM

Continue Reading

Previous: Brand Genericization: Ketika Merek Menjadi Nama Benda
Next: Ketika Kopi Lombok Belum Menjadi Nama Besar Dunia

Trending Now

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati Adi Prayuda Buku Mindful Digital Marketing 1

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati

12 August 2026
Jelang Pemilihan Ketua KONI NTB, Lalu Wira Sakti Dorong Adu Gagasan dan Fokus Prestasi PON 2028 Lalu Wira Sakti mendorong pemilihan Ketua KONI NTB fokus pada prestasi olahraga dan PON 2028 2

Jelang Pemilihan Ketua KONI NTB, Lalu Wira Sakti Dorong Adu Gagasan dan Fokus Prestasi PON 2028

8 August 2026
Sambut PON 2028, Anak Muda NU NTB Dukung Gubernur Iqbal Pimpin KONI Pauzan Basri menyampaikan dukungan kepada Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal untuk memimpin KONI NTB 3

Sambut PON 2028, Anak Muda NU NTB Dukung Gubernur Iqbal Pimpin KONI

7 August 2026
Mahasiswa Biologi UNIZAR Jalani PKL di Balai Karantina NTB, Perkuat Kompetensi Biosafety Mahasiswa Biologi UNIZAR bersama pimpinan FMIPA dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB saat penyerahan peserta PKL. 4

Mahasiswa Biologi UNIZAR Jalani PKL di Balai Karantina NTB, Perkuat Kompetensi Biosafety

4 August 2026
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 5

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar? Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB 6

Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar?

2 August 2026

Berita Terkait

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati Adi Prayuda Buku Mindful Digital Marketing

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati

12 August 2026
Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar? Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB

Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar?

2 August 2026
Angka yang Salah dan Pertaruhan Marwah Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Presiden Indonesia ke-8.

Angka yang Salah dan Pertaruhan Marwah

1 August 2026
Laptop Tutup, Obrolan Buka: Pelajaran Marketing dari Kopsel Coffee di Jalan Harimau Kopsel Coffee

Laptop Tutup, Obrolan Buka: Pelajaran Marketing dari Kopsel Coffee di Jalan Harimau

1 August 2026
Ketika Tiga Kedai Kopi Berdiri Vertikal di Tunjungan Plaza Tiga jaringan kedai kopi - Fore Coffee, Excelso, dan Starbucks - tampak berdiri secara vertikal di atrium Tunjungan Plaza, Surabaya, Minggu malam (26/7/2026)

Ketika Tiga Kedai Kopi Berdiri Vertikal di Tunjungan Plaza

27 July 2026
Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas Foto emas, diambil dari https://pegadaian.co.id/artikel/emas/

Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas

26 July 2026

Berita Terpopuler

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik 1

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik

19 January 2026
Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO 2

Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO

23 October 2025
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana 3

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

18 July 2026
Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia 4

Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia

14 October 2023
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 5

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
Jelang Pemilihan Ketua KONI NTB, Lalu Wira Sakti Dorong Adu Gagasan dan Fokus Prestasi PON 2028 Lalu Wira Sakti mendorong pemilihan Ketua KONI NTB fokus pada prestasi olahraga dan PON 2028 6

Jelang Pemilihan Ketua KONI NTB, Lalu Wira Sakti Dorong Adu Gagasan dan Fokus Prestasi PON 2028

8 August 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif? 7

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com