Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Ketika Kopi Lombok Belum Menjadi Nama Besar Dunia

Kopi Lombok punya kualitas yang tak kalah dari daerah lain. Yang belum kuat bukan rasanya, melainkan cerita, identitas, dan branding daerahnya.
Adi Prayuda 23 July 2026
kopi lombok
Foto biji kopi, diambil dari: beritasatu.com

Apa yang membuat Kopi Gayo, Toraja, Kintamani, atau Flores Bajawa begitu mudah dikenali hingga ke mancanegara? Banyak orang mungkin akan menjawab karena kualitas rasanya. Jawaban itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga belum sepenuhnya benar. Sebab, di berbagai daerah Indonesia, termasuk Lombok, kita dapat menemukan kopi dengan kualitas yang tidak kalah baik. Namun, mengapa nama-namanya belum memiliki gaung yang sama?

Pertanyaan itu muncul ketika saya membaca daftar 10 Kopi Indonesia yang Mendunia yang dipublikasikan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI). Nama-nama besar seperti Gayo, Toraja, Kintamani, Mandheling, hingga Java Preanger menghiasi daftar tersebut. Sementara itu, Lombok belum menjadi nama yang secara kuat melekat sebagai salah satu origin kopi Indonesia di benak pasar nasional maupun internasional.

Fenomena ini mengajarkan satu hal penting bahwa dunia tidak selalu memilih produk yang paling enak. Dunia lebih sering memilih produk yang memiliki identitas paling kuat. Dalam pemasaran, kualitas memang penting, tetapi kualitas tanpa cerita akan sulit meninggalkan kesan. Sebaliknya, sebuah produk yang memiliki narasi yang konsisten akan lebih mudah diingat, dipercaya, dan akhirnya dipilih oleh konsumen.

Coba kita perhatikan bagaimana Kopi Gayo dipersepsikan. Orang tidak hanya membayangkan secangkir kopi Arabika, tetapi juga dataran tinggi Aceh, petani yang menjaga kualitas, proses budidaya, hingga reputasi yang telah dibangun selama puluhan tahun. Begitu pula dengan Kopi Kintamani yang identik dengan lereng Gunung Batur, sistem Subak Abian, tanah vulkanik, dan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia. Nama daerah telah menjadi bagian dari nilai produk yang mereka jual.

Lombok sesungguhnya memiliki modal yang tidak kalah kuat. Gunung Rinjani telah dikenal oleh pendaki dari berbagai negara. Sembalun dan Tetebatu menawarkan bentang alam yang indah sekaligus menjadi kawasan penghasil kopi. Tanah vulkaniknya subur, masyarakatnya memiliki tradisi bertani yang panjang, dan sektor pariwisatanya terus berkembang. Jika dilihat dari sisi sumber daya, Lombok memiliki hampir semua bahan untuk membangun sebuah cerita besar.

Masalahnya, cerita tersebut belum banyak diceritakan secara konsisten. Kita masih sering mempromosikan kopi sebagai produk, tetapi belum menjadikannya sebagai simbol daerah. Padahal, branding tidak dibangun oleh satu iklan yang menarik, melainkan oleh ribuan cerita kecil yang diulang terus-menerus hingga membentuk persepsi publik. Ketika seseorang mendengar kata Gayo, ia langsung teringat Aceh. Ketika mendengar Kintamani, yang terbayang adalah Bali. Hubungan antara produk dan daerah itu telah berhasil dibangun melalui narasi yang berulang.

pasang iklan di sini

Di sinilah pentingnya place branding. Produk tidak dapat dipisahkan dari daerah asalnya. Ketika daerah memiliki citra yang kuat, produk ikut memperoleh nilai tambah. Sebaliknya, ketika produk berhasil mendunia, nama daerahnya pun ikut terangkat. Hubungan keduanya saling memperkuat. Karena itu, membangun kopi Lombok sesungguhnya bukan hanya tentang meningkatkan penjualan kopi, tetapi juga tentang memperkuat identitas Lombok di mata dunia.

Upaya tersebut tentu tidak dapat dibebankan hanya kepada petani kopi. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas kopi, pelaku pariwisata, media, hingga para kreator konten. Mereka perlu menceritakan kisah yang sama, yakni bahwa Lombok bukan hanya memiliki pantai yang indah atau Gunung Rinjani yang megah, tetapi juga kopi dengan karakter yang lahir dari tanah vulkanik dan budaya masyarakatnya.

Pariwisata juga dapat menjadi jembatan yang sangat efektif. Bayangkan jika setiap wisatawan yang berkunjung ke Sembalun, Tetebatu, atau Mandalika selalu disuguhi kopi lokal sebagai bagian dari pengalaman mereka. Mereka menikmati kopi di kedai-kedai lokal, mengunjungi kebun kopi, membeli produk sebagai oleh-oleh, lalu membagikan pengalamannya melalui media sosial. Pada titik itulah kopi tidak lagi menjadi sekadar minuman, melainkan media promosi daerah yang bekerja secara alami.

Visi NTB untuk menjadi daerah yang makmur dan mendunia tentu memerlukan lebih banyak produk yang mampu menjadi wajah daerah di pasar global. Kopi merupakan salah satu kandidat terbaik karena mampu menghubungkan pertanian, UMKM, pariwisata, budaya, hingga ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Mungkin kopi Lombok memang tidak kekurangan rasa. Yang masih perlu kita bangun adalah cerita yang membuat dunia ingin mengenalnya. Sebab, pada akhirnya, orang tidak hanya jatuh cinta pada secangkir kopi. Mereka jatuh cinta pada kisah yang mengiringi setiap teguknya. (*)

Tags: Branding Daerah Ekonomi Kreatif Kilas Nusa Kopi Indonesia kopi lombok NTB Mendunia pariwisata lombok Place Branding storytelling UMKM

Continue Reading

Previous: Kopi Lokal Lombok Tidak Kekurangan Rasa, Tetapi Kekurangan Cerita
Next: Antara Biaya Balas Budi dan Mimpi Meritokrasi: Perspektif Mindful Marketing

Trending Now

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan Penandatanganan kerja sama UNIZAR dan BPKN RI serta kuliah umum perlindungan konsumen di Mataram 1

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan

21 October 2026
Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan Irwan Humaidi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur 2

Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan

21 October 2026
Kuliah Kedokteran Tak Halangi Alfian, Mahasiswa UNIZAR Raih Juara 3 Hafalan Al-Qur’an 20 Juz Muh. Ridho Alfian Akbar, mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIZAR peraih Juara 3 Hifdzil Qur’an 20 Juz Putra 2026. 3

Kuliah Kedokteran Tak Halangi Alfian, Mahasiswa UNIZAR Raih Juara 3 Hafalan Al-Qur’an 20 Juz

19 October 2026
Pemuda Darul Muhajirin Konsolidasi di Lombok, Bidik Sumbawa hingga Jakarta Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Darul Muhajirin se-Pulau Lombok di Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Praya, Lombok Tengah, 18 Oktober 2026 4

Pemuda Darul Muhajirin Konsolidasi di Lombok, Bidik Sumbawa hingga Jakarta

18 October 2026
Banggakan UNIZAR, Zara Raih Gelar The Winner Muslimah Universe 2026 NTB Mahasiswi UNIZAR Raden Roro Ratu Zahra Afifa Soesetio, pemenang The Winner Muslimah Universe 2026 NTB 5

Banggakan UNIZAR, Zara Raih Gelar The Winner Muslimah Universe 2026 NTB

18 October 2026
Family Gathering STTL Mataram Jadi Momentum Perkuat Kekompakan dan Motivasi Kerja Family gathering STTL Mataram bersama dosen dan tenaga kependidikan di Hotel Lois Kainne, Lombok Barat, 17–18 Oktober 2026 6

Family Gathering STTL Mataram Jadi Momentum Perkuat Kekompakan dan Motivasi Kerja

17 October 2026

Berita Terkait

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

14 October 2026
Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

2 October 2026
Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai

Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai

1 October 2026
Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan

Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan

23 September 2026
Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

19 September 2026
Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor Foto personil band Juicy Juicy, diambil dari situs: https://www.kompas.com/hype/read/2022/01/05/205904766/juicy-luicy-jadi-bagian-dalam-youtube-rewind-2021-lewat-lagu-lantas

Harga Sebuah Ego dalam Bisnis: Belajar dari Polemik Juicy Luicy dan Promotor

12 September 2026

Berita Terpopuler

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan Penandatanganan kerja sama UNIZAR dan BPKN RI serta kuliah umum perlindungan konsumen di Mataram 1

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan

21 October 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 5

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 6

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 7

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com