Pemerhati Olahraga Desak Bonus Atlet Porprov NTB 2026 Lombok Tengah Disiapkan Lebih Cepat
Kilas Nusa, Lombok Tengah – Pemerhati olahraga sekaligus mantan pengurus KONI Lombok Tengah, Indarwan, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar segera menyiapkan anggaran bonus bagi atlet dan pelatih yang berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Menurutnya, penghargaan kepada atlet tidak hanya diukur dari besarnya bonus yang diberikan, tetapi juga dari ketepatan waktu pencairannya. Ia berharap proses pemberian bonus tidak kembali mengalami keterlambatan sebagaimana yang terjadi setelah pelaksanaan Porprov sebelumnya.
Pemerhati Olahraga Minta Bonus Atlet Porprov 2026 Disiapkan Sejak Dini
Indarwan mengatakan bonus atlet sebaiknya telah dipersiapkan sejak dini sehingga dapat segera diberikan setelah seluruh rangkaian Porprov NTB 2026 berakhir.
Ia bahkan mengibaratkan penghargaan tersebut seharusnya sudah tersedia sebelum “keringat para atlet mengering”, sebagai bentuk apresiasi nyata atas perjuangan mereka mengharumkan nama Kabupaten Lombok Tengah.
Menurutnya, keterlambatan pencairan bonus hingga sekitar satu tahun seperti yang pernah terjadi sebelumnya dengan alasan ketersediaan anggaran sebaiknya tidak terulang lagi.
“Kalau bisa bonus atlet sudah disiapkan sejak awal sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama. Atlet sudah berjuang maksimal membawa nama daerah, sehingga penghargaan juga harus diberikan secara tepat waktu,” ujarnya.
Bonus Atlet Jangan Cair Terlalu Lama
Selain persoalan waktu pencairan, Indarwan juga menyoroti besaran bonus yang diterima atlet.
Ia menilai nominal bonus justru mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Sebagai contoh, bonus untuk peraih medali emas pada Porprov 2018 mencapai Rp30 juta, sedangkan pada penyelenggaraan tahun 2023 turun menjadi Rp25 juta per medali emas.
Menurutnya, dengan meningkatnya biaya hidup dan semakin beratnya persaingan olahraga prestasi, bonus semestinya mengalami kenaikan, bukan justru berkurang.
“Harusnya bonus naik menjadi sekitar Rp35 juta untuk medali emas, bukan malah turun dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya,” katanya.
Indarwan menilai peningkatan bonus dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berprestasi sekaligus mendorong regenerasi olahraga di Lombok Tengah.
Usulkan Anggaran Masuk APBD Perubahan atau KUA PPAS 2027
Sebagai solusi, Indarwan meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lombok Tengah segera mengalokasikan anggaran bonus atlet dan pelatih dalam penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.
Dengan demikian, pencairan bonus dapat dilakukan pada awal tahun depan tanpa harus menunggu proses penganggaran yang lebih panjang.
Bahkan, menurutnya, apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan, bonus atlet dapat diakomodasi lebih awal melalui APBD Perubahan Tahun 2026 sehingga para atlet tidak perlu menunggu terlalu lama.
Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi sekaligus memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih yang telah mengorbankan waktu, tenaga, serta dedikasi untuk daerah.
Apresiasi untuk Atlet dan Pelatih Lombok Tengah
Pada kesempatan itu, Indarwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet Lombok Tengah, baik yang berhasil meraih medali maupun yang belum berhasil naik podium.
Ia menilai seluruh atlet dan pelatih telah memberikan kemampuan terbaiknya selama mengikuti Porprov NTB 2026.
“Semua atlet layak diapresiasi karena sudah berjuang membawa nama baik Lombok Tengah di cabang olahraga masing-masing. Begitu juga para pelatih yang telah bekerja keras membina atlet hingga mampu bersaing di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia juga memahami bahwa peningkatan perolehan medali Lombok Tengah pada Porprov tahun ini dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang dipertandingkan.
Beberapa cabang olahraga baru maupun yang berkembang, seperti dayung, gateball, wushu, hoki, gimnastik, soft tenis, serta sejumlah cabang lainnya menjadi penyumbang tambahan medali bagi kontingen Lombok Tengah.
Meski demikian, menurutnya capaian tersebut tetap merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, organisasi cabang olahraga, serta dukungan pemerintah daerah.
Indarwan berharap momentum peningkatan prestasi olahraga ini diikuti dengan perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan atlet dan pelatih melalui pemberian bonus yang layak, tepat waktu, serta memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan bonus pada Porprov sebelumnya.
Dengan penghargaan yang memadai, ia optimistis semangat atlet Lombok Tengah untuk terus mengukir prestasi pada berbagai ajang olahraga tingkat regional maupun nasional akan semakin meningkat.
