FKA ESQ NTB Hadirkan Training ESQ 165 “Untukmu Guru”, Gerakkan Kolaborasi Besar untuk Pendidikan NTB
Kilas Nusa, Mataram – Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong transformasi pendidikan melalui penyelenggaraan Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) 165 Peduli Pendidikan NTB bertajuk “Untukmu Guru”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6–7 Mei 2026, bertempat di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR).
Mengusung semangat kolaborasi, FKA ESQ NTB menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga sektor industri. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK NTB sekaligus Bunda Guru NTB Sinta Agathia M. Iqbal, Deputi Director Corporate ESQ Corp Nurul Fitrianis Naini, serta jajaran pimpinan UNIZAR dan tokoh pendidikan lainnya.
Sebanyak ±220 peserta yang terdiri dari guru lintas jenjang, dosen, dan perwakilan peserta didik dari berbagai wilayah di NTB turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa gerakan peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan kolektif lintas daerah dan institusi.
Koordinator Wilayah FKA ESQ NTB, Sunarto Suwito, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan alumni ESQ untuk menghadirkan dampak nyata di bidang pendidikan.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan bersama. Di hadapan kita adalah para pendidik yang memegang kunci masa depan bangsa. FKA ESQ NTB hadir untuk menguatkan peran strategis tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejak pertama kali hadir di NTB pada tahun 2006, ESQ telah melahirkan sekitar 14.000 alumni yang kini tersebar di berbagai sektor. Potensi ini, menurutnya, harus terus diorkestrasi menjadi kekuatan sosial yang berdampak.
Dari perspektif FKA ESQ NTB, tema “Untukmu Guru” bukan sekadar simbolik, tetapi refleksi atas urgensi memperkuat ketahanan mental, emosional, dan spiritual para pendidik di tengah kompleksitas zaman.
Hal ini selaras dengan pandangan Bunda Guru NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, yang menyoroti semakin beratnya tantangan yang dihadapi guru di era digital.
“Guru hari ini tidak hanya mengajar, tetapi juga menghadapi tekanan sosial, perubahan karakter siswa, hingga distraksi digital yang sangat masif,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti persoalan serius di NTB, seperti tingginya angka putus sekolah dan pernikahan usia anak, yang menurutnya membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga nilai dan kesadaran.
FKA ESQ NTB melihat persoalan ini sebagai panggilan untuk menghadirkan pendekatan berbasis karakter dan kesadaran (values-based education), yang menjadi inti dari metode ESQ.
Melalui training ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga diajak untuk memperkuat inner capacity sebagai pendidik—bagaimana mengajar dengan kesadaran, keteladanan, dan nilai.
Dalam pelaksanaannya, FKA ESQ NTB juga bersinergi dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Cordova, Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, dan Universitas Muhammadiyah Mataram, serta didukung oleh mitra seperti PT Amman Mineral, Bank NTB Syariah, dan TP PKK NTB.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan orkestrasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.
Bagi FKA ESQ NTB, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari sejauh mana nilai dan kesadaran yang dibangun dapat dibawa kembali ke ruang-ruang kelas dan lingkungan pendidikan masing-masing.
“Harapannya, para guru tidak hanya pulang dengan pengetahuan baru, tetapi dengan semangat dan cara pandang baru dalam mendidik,” tutup Sunarto.
Melalui inisiatif ini, FKA ESQ NTB menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai wadah alumni, tetapi sebagai motor penggerak perubahan sosial, khususnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.
