Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Ketika Tiga Kedai Kopi Berdiri Vertikal di Tunjungan Plaza

Sekilas hanya tiga kedai kopi dalam satu gedung. Namun di balik pemandangan itu tersimpan pelajaran penting tentang positioning, branding, dan bagaimana merek sebenarnya tidak sedang memperebutkan secangkir kopi, melainkan ruang di benak konsumen.
Adi Prayuda 27 July 2026
Tiga jaringan kedai kopi - Fore Coffee, Excelso, dan Starbucks - tampak berdiri secara vertikal di atrium Tunjungan Plaza, Surabaya, Minggu malam (26/7/2026)
Tiga jaringan kedai kopi – Fore Coffee, Excelso, dan Starbucks – tampak berdiri secara vertikal di atrium Tunjungan Plaza, Surabaya, pada Minggu (26/7/2026)

Minggu malam, (26/07/26), saya dan istri menyempatkan diri mengunjungi Tunjungan Plaza, Surabaya. Ada sedikit rasa nostalgia yang muncul. Puluhan tahun lalu saya pernah tinggal di kota ini untuk menempuh pendidikan. Selama bertahun-tahun menjadi mahasiswa di Surabaya, salah satu tempat yang justru paling jarang saya datangi adalah mal. Hari-hari saya lebih banyak dihabiskan di kampus, perpustakaan, kos, warung makan, atau menyusuri jalanan kota. Karena itu, kunjungan kali ini terasa seperti melihat Surabaya dari sudut yang berbeda.

Di salah satu sisi atrium, perhatian saya tertuju pada sebuah pemandangan yang menarik dan tidak saya temukan di Mataram. Dalam satu garis pandang terlihat tiga kedai kopi yang tersusun secara vertikal. Di lantai atas ada Fore Coffee, di tengah Excelso, dan di bawah Starbucks. Saya spontan mengabadikannya dengan ponsel. Saya menyadari bahwa yang saya tangkap bukan sekadar tiga merek kopi dalam satu gedung, melainkan sebuah ilustrasi sederhana tentang bagaimana positioning bekerja dalam dunia pemasaran.

Ketiganya memang menjual kopi. Menu mereka pun tidak jauh berbeda, mulai dari espresso hingga latte. Namun, semakin lama saya memikirkannya, semakin saya yakin bahwa mereka sebenarnya tidak sedang menjual produk yang sama. Bahkan, mereka tidak sedang memperebutkan secangkir kopi. Yang mereka perebutkan adalah tempat di dalam pikiran konsumen.

Inilah yang sering luput dipahami banyak pelaku usaha. Persaingan sering dipandang hanya sebatas kualitas produk atau harga. Akibatnya, strategi bisnis berputar pada siapa yang paling murah, siapa yang porsinya lebih besar, atau siapa yang memiliki lebih banyak varian menu. Padahal, konsumen tidak selalu mengambil keputusan secara rasional. Mereka membeli sesuatu yang jauh lebih sulit diukur, yaitu persepsi.

Starbucks, misalnya, telah lama membangun citra sebagai tempat yang nyaman untuk bekerja, berdiskusi, atau sekadar menikmati waktu. Banyak orang datang bukan semata karena ingin minum kopi, tetapi karena ingin menikmati suasana yang mendukung aktivitas mereka. Sementara Excelso menawarkan pengalaman yang lebih tenang dengan citra sebagai salah satu pelopor kedai kopi modern di Indonesia. Di sisi lain, Fore Coffee hadir dengan identitas yang lebih dekat dengan generasi digital melalui pemesanan berbasis aplikasi, transaksi yang praktis, dan harga yang kompetitif. Produk mereka sama-sama kopi, tetapi nilai yang diterima pelanggan berbeda.

Dalam ilmu pemasaran, kondisi seperti ini dikenal sebagai value proposition. Produk hanyalah media untuk menyampaikan nilai yang sebenarnya dicari konsumen. Ada yang membeli efisiensi, ada yang membeli kenyamanan, ada yang membeli pengalaman, dan ada pula yang membeli identitas. Secangkir kopi hanyalah wujud fisiknya.

pasang iklan di sini

Pemandangan tiga kedai kopi yang berdiri berdekatan juga menunjukkan bahwa persaingan bisnis saat ini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh lokasi. Dulu ada ungkapan terkenal, “location, location, location.” Kini lokasi tetap penting, tetapi bukan satu-satunya faktor kemenangan. Ketiga merek tersebut berada dalam gedung yang sama dan melayani lalu lintas pengunjung yang relatif sama. Jika lokasi adalah segalanya, seharusnya salah satunya sudah kehilangan pelanggan. Faktanya, masing-masing tetap memiliki pasar sendiri.

Hal ini mengingatkan pada konsep mental availability yang diperkenalkan Byron Sharp. Sebuah merek tidak hanya harus mudah ditemukan, tetapi juga mudah diingat ketika kebutuhan muncul. Saat seseorang tiba-tiba ingin minum kopi, merek apa yang pertama kali muncul di benaknya? Pertanyaan sederhana itu lebih menentukan daripada diskon beberapa ribu rupiah atau tambahan satu menu baru.

Saya juga memperhatikan satu detail menarik dari foto tersebut. Dari sudut tempat saya berdiri, logo Fore tampak paling dominan. Ini tentu bukan bukti bahwa Fore lebih unggul dibandingkan Starbucks atau Excelso. Namun, komposisi visual, penempatan logo, dan sudut pandang membuatnya lebih mudah menarik perhatian. Dalam pemasaran, kemampuan sebuah merek untuk menonjol secara visual merupakan bagian dari upaya membangun brand salience, yaitu kemudahan sebuah merek dikenali dan diingat di tengah banyaknya pilihan.

Pelajaran ini sesungguhnya tidak hanya relevan bagi industri kopi. Banyak pelaku UMKM masih fokus memperbaiki produk tanpa benar-benar membangun alasan mengapa konsumen harus memilih mereka. Mereka sibuk berbicara tentang kualitas, tetapi lupa membangun makna. Padahal, ketika produk mulai memiliki kualitas yang relatif setara, keputusan pembelian seringnya ditentukan oleh cerita, pengalaman, dan posisi merek di benak pelanggan.

Malam itu saya pulang dari Tunjungan Plaza dengan lebih dari sekadar sebuah foto. Saya pulang dengan pengingat bahwa dalam dunia pemasaran modern, kompetitor terbesar bukanlah mereka yang menjual produk yang sama, melainkan mereka yang lebih dahulu berhasil mengisi ruang dalam pikiran konsumen. Itulah sebabnya tiga kedai kopi tersebut dapat berdiri begitu dekat tanpa saling meniadakan. Mereka memang sama-sama menyajikan kopi, tetapi sesungguhnya masing-masing sedang menawarkan makna yang berbeda kepada pelanggannya. (*)

Tags: adi prayuda Bisnis Brand Strategy branding Consumer Behavior Excelso Fore Coffee Marketing Opini Positioning Starbucks

Continue Reading

Previous: Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas

Trending Now

Ketika Tiga Kedai Kopi Berdiri Vertikal di Tunjungan Plaza Tiga jaringan kedai kopi - Fore Coffee, Excelso, dan Starbucks - tampak berdiri secara vertikal di atrium Tunjungan Plaza, Surabaya, Minggu malam (26/7/2026) 1

Ketika Tiga Kedai Kopi Berdiri Vertikal di Tunjungan Plaza

27 July 2026
Turnamen Terbuka ORADO NTB 2026 Diikuti 64 Tim, Perebutkan Hadiah Rp25 Juta Peserta Turnamen Terbuka ORADO NTB 2026 bertanding pada kejuaraan domino di Meekow Mataram. 2

Turnamen Terbuka ORADO NTB 2026 Diikuti 64 Tim, Perebutkan Hadiah Rp25 Juta

26 July 2026
Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas Foto emas, diambil dari https://pegadaian.co.id/artikel/emas/ 3

Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas

26 July 2026
Sepuluh Kampus Baru, Untuk Menyelesaikan Masalah yang Mana? Foto antrian pelamar kerja, diambil dari: Metrum.co.id 4

Sepuluh Kampus Baru, Untuk Menyelesaikan Masalah yang Mana?

25 July 2026
Segelas Kopi yang Sama, Alasan Datangnya Berbeda Foto Kopi Fore dan Kopi Kenangan, diambil dari: https://dailycoffeenews.id/kopi-kenangan-vs-fore/ 5

Segelas Kopi yang Sama, Alasan Datangnya Berbeda

25 July 2026
Ayam Taliwang Bisa Mendunia, Asal Ceritanya Ikut Berangkat Foto ayam taliwang, diambil dari https://food.detik.com/ 6

Ayam Taliwang Bisa Mendunia, Asal Ceritanya Ikut Berangkat

25 July 2026

Berita Terkait

Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas Foto emas, diambil dari https://pegadaian.co.id/artikel/emas/

Tring! by Pegadaian: Ketika Tubuh Ikut Memahami Kenaikan Harga Emas

26 July 2026
Sepuluh Kampus Baru, Untuk Menyelesaikan Masalah yang Mana? Foto antrian pelamar kerja, diambil dari: Metrum.co.id

Sepuluh Kampus Baru, Untuk Menyelesaikan Masalah yang Mana?

25 July 2026
Segelas Kopi yang Sama, Alasan Datangnya Berbeda Foto Kopi Fore dan Kopi Kenangan, diambil dari: https://dailycoffeenews.id/kopi-kenangan-vs-fore/

Segelas Kopi yang Sama, Alasan Datangnya Berbeda

25 July 2026
Ayam Taliwang Bisa Mendunia, Asal Ceritanya Ikut Berangkat Foto ayam taliwang, diambil dari https://food.detik.com/

Ayam Taliwang Bisa Mendunia, Asal Ceritanya Ikut Berangkat

25 July 2026
Antara Biaya Balas Budi dan Mimpi Meritokrasi: Perspektif Mindful Marketing meritokrasi

Antara Biaya Balas Budi dan Mimpi Meritokrasi: Perspektif Mindful Marketing

23 July 2026
Ketika Kopi Lombok Belum Menjadi Nama Besar Dunia kopi lombok

Ketika Kopi Lombok Belum Menjadi Nama Besar Dunia

23 July 2026

Berita Terpopuler

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 1

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 2

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 3

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Ketika Tiga Kedai Kopi Berdiri Vertikal di Tunjungan Plaza Tiga jaringan kedai kopi - Fore Coffee, Excelso, dan Starbucks - tampak berdiri secara vertikal di atrium Tunjungan Plaza, Surabaya, Minggu malam (26/7/2026) 4

Ketika Tiga Kedai Kopi Berdiri Vertikal di Tunjungan Plaza

27 July 2026
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com