Jelang Porprov NTB 2026, M. Samsul Qomar Dorong Lombok Tengah Pasang Target Emas Lebih Tinggi
Kilas Nusa, Lombok Tengah – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 semakin dekat. Berdasarkan rencana, ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut akan digelar pada Juli 2026 dan dipusatkan di tiga daerah, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah.
Menjelang pelaksanaan Porprov, mantan Ketua KONI Lombok Tengah, M. Samsul Qomar (MSQ), memberikan sejumlah masukan dan catatan penting terkait persiapan kontingen Lombok Tengah agar mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih pada edisi sebelumnya.
Menurut MSQ, capaian Lombok Tengah pada Porprov sebelumnya patut menjadi modal optimisme. Saat itu, Lombok Tengah berhasil membawa pulang 40 medali emas, meningkat signifikan dibandingkan perolehan sebelumnya yang hanya mencapai 25 medali emas.
“Prestasi itu harus dipertahankan. Bahkan saya berharap Lombok Tengah bisa meningkatkan raihan medali dan memperbaiki peringkat pada Porprov tahun ini,” ujarnya.
MSQ menilai peluang Lombok Tengah untuk menambah koleksi medali emas cukup besar. Pasalnya, jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Porprov NTB 2026 mengalami penambahan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Dengan bertambahnya nomor pertandingan dan cabang olahraga, peluang bagi atlet-atlet Lombok Tengah untuk meraih prestasi juga semakin terbuka lebar.
“Cabang olahraga bertambah, otomatis peluang meraih medali emas juga semakin besar. Karena itu target harus lebih tinggi dari sebelumnya,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, Porprov NTB 2026 diperkirakan akan mempertandingkan lebih dari 44 cabang olahraga dan diikuti oleh seluruh 10 kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Meski optimistis terhadap peluang prestasi, MSQ mengaku melihat atmosfer persiapan Porprov tahun ini belum terasa semeriah penyelenggaraan sebelumnya.
Menurutnya, sejumlah cabang olahraga memang telah mulai melakukan berbagai persiapan teknis dan pembinaan atlet. Namun, gaung dan semangat kompetisi yang biasanya mulai terasa menjelang Porprov dinilai belum terlihat secara maksimal.
“Saya melihat persiapan memang sedang berjalan di masing-masing cabor, tetapi belum begitu semarak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap mantan anggota DPRD dua periode tersebut.
Karena itu, ia mendorong KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga segera melakukan berbagai kegiatan pemanasan atau warming up sebelum pelaksanaan Porprov.
Sebagai bagian dari persiapan, MSQ menyarankan agar cabang olahraga unggulan dan andalan Lombok Tengah lebih sering menggelar pertandingan eksibisi maupun laga persahabatan.
Menurutnya, kompetisi-kompetisi kecil sebelum Porprov sangat penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus meningkatkan mental bertanding.
“Kalau ada eksibisi atau pertandingan persahabatan, atlet punya bekal lebih saat turun di Porprov nanti. Mereka bisa mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang,” jelasnya.
Ia menilai kesiapan mental dan pengalaman bertanding sering kali menjadi faktor penentu dalam perebutan medali, selain kemampuan teknis yang dimiliki atlet.
Selain aspek teknis, MSQ juga menyoroti pentingnya peningkatan dukungan anggaran pembinaan bagi atlet dan pelatih.
Ia berharap pemerintah daerah bersama KONI dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan atlet, termasuk melalui peningkatan bonus bagi peraih medali emas.
Pada Porprov sebelumnya, bonus untuk atlet peraih medali emas mengalami penyesuaian dari Rp25 juta menjadi Rp20 juta. Untuk Porprov 2026, MSQ mengusulkan agar bonus tersebut dinaikkan menjadi Rp30 juta.
“Bonus itu menjadi salah satu pemicu semangat atlet. Selain penghargaan berupa piagam, dukungan finansial yang layak tentu akan menjadi motivasi tambahan untuk meraih prestasi terbaik,” katanya.
Tak hanya berbicara soal bonus, MSQ kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap masa depan atlet setelah mereka berhasil mengharumkan nama daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan skema jangka panjang berupa kesempatan kerja maupun akses pendidikan bagi atlet-atlet berprestasi.
Ia mengusulkan agar atlet yang berhasil meraih prestasi dapat memperoleh peluang bekerja di lingkungan BUMN maupun BUMD. Sementara bagi atlet yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, dukungan berupa beasiswa pendidikan juga dinilai sangat penting.
“Jangan sampai setelah berprestasi mereka justru kesulitan mencari pekerjaan. Pemerintah harus mulai memikirkan itu dari sekarang. Bisa melalui BUMN, BUMD, atau beasiswa pendidikan bagi yang masih sekolah dan kuliah,” tegasnya.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Porprov NTB 2026 menjadi momentum penting bagi Lombok Tengah untuk menunjukkan kualitas pembinaan olahraga yang telah dilakukan selama ini.
Dukungan pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan atmosfer kompetitif yang positif sehingga para atlet dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi daerah.
