Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Algoritma Mengejar Atensi, Pelanggan Mencari Alasan Membeli

Jika strategi bisnis hanya mengikuti logika algoritma tanpa memahami logika pelanggan, perusahaan berisiko sibuk menciptakan keramaian, tetapi kehilangan keuntungan.
Adi Prayuda 18 July 2026
Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Pernahkah kita melihat sebuah unggahan yang dibanjiri puluhan ribu like, ribuan komentar, dan dibagikan ke mana-mana, tetapi bisnis di baliknya tetap sepi? Sebaliknya, ada usaha kecil yang media sosialnya sederhana, jumlah pengikutnya tidak fantastis, namun antrean pelanggannya tidak pernah putus. Fenomena ini mengingatkan kita bahwa perhatian (attention) dan keuntungan (profit) bukanlah dua hal yang selalu berjalan beriringan.

Di era digital, perhatian telah menjadi mata uang baru. Hampir semua pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, berlomba-lomba memenangkan perhatian publik. Ukuran keberhasilan pun perlahan bergeser. Pertanyaan yang dulu berbunyi, “Berapa omzet bulan ini?” kini sering kalah oleh pertanyaan, “Berapa views-nya?” atau “Sudah viral belum?”

Akibatnya, like, komentar, share, reach, dan engagement rate berubah menjadi angka-angka yang dikejar. Tidak sedikit perusahaan rela mengalokasikan anggaran besar untuk berkolaborasi dengan influencer atau akun media sosial yang memiliki jutaan pengikut. Pertimbangannya sederhana: Semakin besar basis massa, semakin luas jangkauan pesan.

Masalahnya, jangkauan bukanlah tujuan akhir bisnis.

Dalam banyak kasus, perusahaan terlalu cepat menyimpulkan bahwa banyaknya perhatian otomatis akan menghasilkan penjualan. Padahal, perhatian hanyalah pintu masuk. Yang menentukan keberlangsungan usaha adalah apakah perhatian tersebut berubah menjadi kepercayaan, keputusan membeli, pembelian ulang, hingga loyalitas pelanggan.

Disinilah sering terjadi kekeliruan. Sebuah produk bisa saja viral karena lucu, kontroversial, atau sekadar mengikuti tren sesaat. Orang ramai membicarakannya, tetapi tidak ada yang benar-benar membeli. Kontennya sukses, tetapi bisnisnya gagal.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada dunia usaha. Dunia politik pun tampaknya mulai mengalami gejala serupa. Popularitas di media sosial sering dianggap identik dengan dukungan nyata. Jumlah pengikut, tayangan video, atau ramainya kolom komentar kerap diperlakukan seolah-olah mencerminkan kekuatan riil di lapangan. Padahal, perhatian digital belum tentu berbanding lurus dengan keputusan yang diambil seseorang di bilik suara. Dunia bisnis maupun politik sama-sama berisiko terjebak pada ilusi bahwa apa yang ramai di layar pasti kuat di dunia nyata.

Dalam ilmu pemasaran digital, ukuran seperti impressions, reach, engagement, dan views memang penting. Namun, semuanya merupakan leading indicators, bukan hasil akhir. Ibarat seseorang yang datang melihat etalase toko, metrik tersebut menunjukkan bahwa orang sudah melirik. Akan tetapi, melirik belum tentu membeli.

Di sisi lain, akuntansi mengajarkan cara pandang yang lebih membumi. Sebuah perusahaan pada akhirnya hidup dari arus kas, bukan dari tepuk tangan digital. Gaji karyawan dibayarkan melalui transfer bank, bukan melalui jumlah like. Tagihan listrik tidak lunas karena konten menjadi viral. Pajak tidak dibayar menggunakan persentase engagement rate. Semua itu membutuhkan uang yang benar-benar masuk ke rekening perusahaan.

pasang iklan di sini

Disinilah pentingnya membedakan antara vanity metrics dan business metrics. Vanity metrics adalah angka-angka yang terlihat mengesankan, tetapi belum tentu memberikan dampak nyata terhadap kinerja bisnis. Sementara itu, business metrics mengukur hal-hal yang benar-benar menentukan kesehatan perusahaan, seperti tingkat konversi, biaya memperoleh pelanggan, nilai pelanggan sepanjang hidupnya (customer lifetime value), laba, dan arus kas.

Masalahnya, vanity metrics jauh lebih mudah dipamerkan. Tangkapan layar jutaan tayangan terlihat mengesankan ketika dipresentasikan kepada pimpinan. Sebaliknya, angka konversi yang rendah atau biaya iklan yang membengkak seringkali tidak mendapat perhatian yang sama. Padahal justru di sanalah letak kualitas sebuah strategi pemasaran.

Hal ini juga menjadi pengingat bagi para pemilik UMKM. Banyak pelaku usaha merasa minder ketika melihat kompetitor memiliki puluhan ribu pengikut. Mereka tergoda membeli pengikut, mengejar konten viral, atau bekerja sama dengan siapa saja yang memiliki audiens besar tanpa mempertimbangkan kesesuaian target pasar. Padahal, seribu pengikut yang benar-benar membutuhkan produk jauh lebih bernilai daripada seratus ribu pengikut yang sekadar lewat di linimasa.

Kolaborasi dengan influencer pun seharusnya tidak hanya mempertimbangkan jumlah pengikut. Pertanyaan yang lebih penting adalah: Apakah audiens mereka relevan dengan produk yang dijual? Apakah mereka memiliki kredibilitas? Apakah pengikutnya benar-benar aktif, atau sekadar angka yang terlihat besar? Sebab, jangkauan yang luas tetapi tidak tepat sasaran hanya menghasilkan kebisingan, bukan penjualan.

Perusahaan juga perlu mengingat bahwa algoritma media sosial memang dirancang untuk memaksimalkan perhatian pengguna. Tidak semua yang disukai algoritma akan disukai pasar. Konten yang paling banyak ditonton belum tentu yang paling banyak menghasilkan transaksi. Jika strategi bisnis hanya mengikuti logika algoritma tanpa memahami logika pelanggan, perusahaan berisiko sibuk menciptakan keramaian, tetapi kehilangan keuntungan.

Mungkin sudah saatnya kita mengubah cara memandang keberhasilan pemasaran digital. Jangan berhenti pada pertanyaan, “Berapa banyak orang yang melihat?” tetapi lanjutkan dengan pertanyaan yang lebih penting, “Berapa banyak yang percaya?”, “Berapa banyak yang membeli?”, dan “Berapa banyak yang kembali membeli?”

Karena tujuan bisnis bukanlah menjadi yang paling ramai dibicarakan, melainkan menjadi yang paling mampu menciptakan nilai. Perhatian memang dapat membuka pintu, tetapi keuntunganlah yang menjaga pintu itu tetap terbuka.

Jangan sampai perusahaan terlihat kaya perhatian, tetapi miskin keuntungan. Sebab, yang menjaga perusahaan tetap hidup bukan jumlah like di media sosial, melainkan angka yang masuk ke laporan keuangan, dan yang paling nyata, transfer gaji yang diterima karyawan setiap akhir bulan. (*)

Tags: adi prayuda business metrics engagement rate pemasaran digital UMKM Unizar vanity metrics

Continue Reading

Previous: Liabilitas Digital: Beban yang Tidak Pernah Kita Sadari
Next: Ketika AI Mulai Menebak Isi Dompet Kita

Trending Now

Road Barrier Rembiga dan Pelajaran Kedewasaan Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR 1

Road Barrier Rembiga dan Pelajaran Kedewasaan

1 September 2026
Imam Sofian Dorong PROJO Bertransformasi, Kawal Agenda Prabowo-Gibran Ketua DPD Pro-Jokowi (PROJO) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Imam Sofian, S.H., M.H. 2

Imam Sofian Dorong PROJO Bertransformasi, Kawal Agenda Prabowo-Gibran

1 September 2026
Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR 3

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya

23 August 2026
Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan 4

Sehari Setelah Kebakaran, Kampung Adat Sade Tinggal Puing dan Kenangan

23 August 2026
Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram Nanang Samodra 5

Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji dalam Wisuda UIN Mataram

23 August 2026
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur Gubernur NTB dan Bupati Loteng Turun di Lokasi Kebakaran Sade Loteng 6

Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade, Warga Kehilangan Rumah dan Warisan Leluhur

23 August 2026

Berita Terkait

Road Barrier Rembiga dan Pelajaran Kedewasaan Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR

Road Barrier Rembiga dan Pelajaran Kedewasaan

1 September 2026
Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya Adi Prayuda, Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR

Ketika Sade Terbakar, Lombok Kehilangan Sebagian Wajah Pariwisatanya

23 August 2026
Realitas Ekonomi Digital: Kebebasan yang Terlacak Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Realitas Ekonomi Digital: Kebebasan yang Terlacak

22 August 2026
Indonesia Raya Sudah Mengingatkan: Bangunlah Jiwanya, Bukan Cuma Proyeknya Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Indonesia Raya Sudah Mengingatkan: Bangunlah Jiwanya, Bukan Cuma Proyeknya

18 August 2026
Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati Adi Prayuda Buku Mindful Digital Marketing

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati

12 August 2026
Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar? Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB

Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar?

2 August 2026

Berita Terpopuler

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik 1

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik

19 January 2026
Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO 2

Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO

23 October 2025
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana 3

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

18 July 2026
Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia 4

Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia

14 October 2023
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 5

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
Imam Sofian Dorong PROJO Bertransformasi, Kawal Agenda Prabowo-Gibran Ketua DPD Pro-Jokowi (PROJO) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Imam Sofian, S.H., M.H. 6

Imam Sofian Dorong PROJO Bertransformasi, Kawal Agenda Prabowo-Gibran

1 September 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif? 7

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 6

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 7

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com