Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Angka yang Salah dan Pertaruhan Marwah

Di era digital, setiap angka yang diucapkan seorang presiden akan dihitung ulang oleh publik. Dari sudut pandang marketing, persoalannya bukan sekadar salah hitung, melainkan bagaimana akurasi komunikasi menentukan kredibilitas dan menjaga marwah seorang kepala negara sebagai brand bangsa.
Adi Prayuda 1 August 2026
Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Presiden Republik Indonesia ke-8.

Di era media sosial, kesalahan tidak lagi hidup beberapa menit, tapi bisa hidup bertahun-tahun dalam bentuk potongan video, meme, hingga bahan candaan. Apalagi jika kesalahan itu dilakukan oleh seorang presiden.

Beberapa waktu terakhir, publik disuguhi beberapa momen yang memancing perhatian. Presiden Prabowo Subianto sempat salah menghitung dalam pidatonya di Musyawarah Nasional HIPMI. Perhitungan sederhana yang semestinya menghasilkan angka tertentu justru berujung pada hasil yang keliru. Di kesempatan lain, muncul pernyataan mengenai keuntungan penggilingan beras sebesar Rp2 triliun per bulan yang kemudian mendapat banyak komenter netizen. Belum lama ini, saat meresmikan 1.151 kilometer jalan dengan anggaran Rp5,4 triliun, warganet kembali ramai menghitung biaya rata-rata per kilometernya. Perdebatan pun muncul. Apakah angka yang disampaikan kurang lengkap? Apakah ada konteks yang belum dijelaskan? Atau sekadar salah penyampaian?

Terlepas dari benar atau salahnya perhitungan tersebut, ada satu pelajaran penting dari sudut pandang marketing: angka adalah bagian dari identitas sebuah brand.

Sebagai dosen marketing, saya melihat Presiden bukan hanya pemimpin pemerintahan. Presiden juga merupakan sebuah brand nasional. Setiap kalimatnya membentuk persepsi, setiap gesturnya membangun kepercayaan, dan setiap angka yang diucapkannya akan diuji oleh jutaan pasang mata yang kini memiliki kalkulator di genggaman masing-masing.

Dulu, kesalahan angka mungkin berlalu begitu saja. Hari ini, hanya dalam hitungan menit, ribuan orang dapat menghitung ulang, membandingkan dengan data lain, membuat infografik, bahkan menyebarkan analisis mereka ke seluruh negeri. Publik menjadi jauh lebih kritis, bukan semata karena senang mengoreksi, tetapi karena teknologi memungkinkan mereka melakukannya.

Situasi ekonomi juga membuat sensitivitas terhadap angka semakin tinggi. Nilai tukar rupiah menjadi perhatian, efisiensi anggaran terus diperbincangkan, sementara banyak kelompok profesi masih memperjuangkan kesejahteraannya. Para dosen, misalnya, melalui Serikat Pekerja Kampus sedang memperjuangkan kepastian standar minimum penghasilan melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi. Guru, tenaga kesehatan, hingga berbagai profesi lain juga masih berharap adanya peningkatan kesejahteraan.

Dalam situasi seperti ini, setiap angka yang keluar dari mulut seorang presiden tidak lagi dipahami sekadar sebagai informasi. Angka menjadi simbol. Menjadi representasi bagaimana negara memandang uang rakyat, efisiensi, maupun prioritas pembangunan.

pasang iklan di sini

Inilah mengapa komunikasi publik seorang kepala negara tidak cukup hanya mengandalkan spontanitas. Di balik setiap pidato, diperlukan proses verifikasi yang sangat ketat. Tim penyusun naskah tidak hanya bertugas membuat kalimat yang indah, tetapi juga memastikan setiap data, persentase, nominal, hingga hasil perhitungan benar-benar akurat. Bahkan jika perlu, angka-angka yang berpotensi menimbulkan multitafsir sebaiknya dihindari apabila tidak benar-benar diperlukan.

Di sisi lain, seorang presiden juga membutuhkan “filter” yang berani mengingatkan. Bukan semua hal harus diucapkan. Tidak semua angka harus disebutkan. Dalam dunia komunikasi korporasi, seorang CEO perusahaan besar hampir tidak pernah menyampaikan angka strategis tanpa proses pengecekan berlapis. Alasannya sederhana: sekali angka keliru, yang dipertanyakan bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan kredibilitas institusi yang dipimpinnya.

Ada yang mungkin berpendapat bahwa salah hitung adalah hal manusiawi. Saya sepakat. Tidak ada manusia yang sempurna. Namun, persoalannya bukan terletak pada salah hitung itu sendiri. Persoalannya adalah konsekuensi komunikasinya. Ketika kesalahan itu terus berulang, publik mulai membangun pola persepsi. Dalam ilmu branding, persepsi yang berulang jauh lebih kuat daripada klarifikasi yang datang belakangan.

Yang menarik, sebagian besar polemik ini sebenarnya bukan berasal dari media, melainkan dari masyarakat sendiri. Warganet menghitung, membandingkan, mendiskusikan, lalu menyebarkannya. Artinya, ruang publik telah berubah menjadi ruang audit kolektif. Di era digital, masyarakat bukan lagi sekadar audiens, tetapi juga pemeriksa fakta.

Karena itu, menjaga marwah seorang presiden hari ini bukan hanya soal pengamanan fisik atau protokoler. Menjaga marwah juga berarti menjaga akurasi komunikasi. Sebab, setiap angka yang keliru bukan hanya menjadi bahan koreksi, tetapi juga berpotensi berubah menjadi bahan lelucon yang terus berulang di ruang digital.

Presiden adalah wajah bangsa. Dan seperti halnya sebuah brand besar, reputasi tidak hanya dibangun oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh konsistensi dalam menyampaikan fakta. Sebab di zaman ketika semua orang bisa menghitung, ketelitian jauh lebih berharga daripada spontanitas. (*)

Tags: branding Indonesia kepemimpinan komunikasi politik komunikasi publik kredibilitas manajemen reputasi Marketing Media Sosial Opini persepsi publik personal branding Presiden Prabowo public speaking reputasi

Continue Reading

Previous: Laptop Tutup, Obrolan Buka: Pelajaran Marketing dari Kopsel Coffee di Jalan Harimau
Next: Dari Rp9 Ribu ke Rp120 Ribu: Apa yang Terjadi di Parkiran Pelabuhan Lembar?

Trending Now

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri Pauzan Basri dan soliditas kader Partai Persatuan Pembangunan PPP NTB menjelang Pemilu 2029 1

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri

26 October 2026
Abdul Wahab Terpilih Jadi Ketua FORMADIKSI UNIZAR Periode 2026–2027 Abdul Wahab terpilih sebagai Ketua FORMADIKSI UNIZAR periode 2026–2027 dalam MUBES di Aula Abdurrahim 2

Abdul Wahab Terpilih Jadi Ketua FORMADIKSI UNIZAR Periode 2026–2027

25 October 2026
Plt Sekwil PPP NTB Tegaskan SK DPP Sah, Minta Pihak Lain Tidak Asbun Logo Partai Persatuan Pembangunan PPP dan dinamika kepengurusan PPP NTB 3

Plt Sekwil PPP NTB Tegaskan SK DPP Sah, Minta Pihak Lain Tidak Asbun

25 October 2026
Nasruddin Resmi Dilantik Jadi Ketua STTL Mataram, Gantikan H. Nasaruddin Pelantikan Nasruddin sebagai Ketua STTL Mataram pada 24 Oktober 2026 4

Nasruddin Resmi Dilantik Jadi Ketua STTL Mataram, Gantikan H. Nasaruddin

24 October 2026
UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan Penandatanganan kerja sama UNIZAR dan BPKN RI serta kuliah umum perlindungan konsumen di Mataram 5

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan

21 October 2026
Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan Irwan Humaidi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur 6

Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan

21 October 2026

Berita Terkait

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri Pauzan Basri dan soliditas kader Partai Persatuan Pembangunan PPP NTB menjelang Pemilu 2029

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri

26 October 2026
Plt Sekwil PPP NTB Tegaskan SK DPP Sah, Minta Pihak Lain Tidak Asbun Logo Partai Persatuan Pembangunan PPP dan dinamika kepengurusan PPP NTB

Plt Sekwil PPP NTB Tegaskan SK DPP Sah, Minta Pihak Lain Tidak Asbun

25 October 2026
Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan Irwan Humaidi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur

Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan

21 October 2026
Komisi I DPRD NTB Dukung Inspektorat Cegah Kesalahan Administrasi APBD 2026 Ketua Komisi I DPRD NTB Moh Akri mendukung langkah Inspektorat NTB dalam mitigasi kesalahan administrasi APBD 2026

Komisi I DPRD NTB Dukung Inspektorat Cegah Kesalahan Administrasi APBD 2026

16 October 2026
Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

14 October 2026
Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

2 October 2026

Berita Terpopuler

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri Pauzan Basri dan soliditas kader Partai Persatuan Pembangunan PPP NTB menjelang Pemilu 2029 1

Sekwil PPP NTB Ajak Kader Jaga Soliditas, Pastikan Nyaman di Rumah Sendiri

26 October 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 5

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 6

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 7

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com