PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026, Erwin Irawan: Koneksi Membuka Pintu, Kompetensi Membuat Kita Dipercaya
Kilas Nusa, Mataram — Dunia kampus bukan sekadar tempat mengejar gelar. Perguruan tinggi merupakan ruang untuk membangun kompetensi, pengalaman, karakter, jejaring, sekaligus keberanian mengambil peluang.
Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow “Kiprah Mahasiswa dan Alumni” pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Jumat (14/8/2026).
Salah satu pembicara yang hadir adalah Erwin Irawan, S.P., M.Si, alumni Fakultas Pertanian Unram yang kini melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa doktoral di bidang Pertanian Berkelanjutan. Erwin juga dipercaya sebagai Ketua Forum Mahasiswa Pascasarjana Universitas Mataram (FORMAPAS Unram).
Kehadirannya memberikan perspektif langsung kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kemampuan sekaligus memperluas jejaring.
Pendidikan dan Koneksi Sama-Sama Penting
Dalam talkshow tersebut, Erwin mengajak mahasiswa baru melihat kehidupan perguruan tinggi secara lebih luas. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh jenjang pendidikan, tetapi juga kemampuan membangun koneksi, mengembangkan keterampilan, serta menjaga sikap atau attitude.
Ia kemudian mengangkat pertanyaan yang kerap muncul dalam perjalanan mahasiswa maupun dunia profesional: mana yang lebih penting, pendidikan atau koneksi?
Menurut Erwin, keduanya tidak seharusnya dipertentangkan karena memiliki fungsi berbeda dan justru saling melengkapi.
“Koneksi penting untuk membuka jalan dan membuka pintu kesempatan. Tetapi knowledge dan kompetensi penting agar kita bisa sustain, bertahan, dan memberikan nilai setelah berada di dalamnya,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan, koneksi tanpa kompetensi merupakan kondisi yang rapuh. Sebaliknya, seseorang yang memiliki kemampuan akademik dan keterampilan tetapi tidak membangun jejaring dapat membutuhkan waktu lebih panjang untuk menemukan maupun mengakses peluang.
Untuk menggambarkan hubungan keduanya, Erwin menggunakan analogi sederhana.
“Koneksi tanpa pendidikan seperti perang tidak membawa senjata. Pendidikan tanpa koneksi seperti mau pergi tetapi tidak mengetahui jalannya.”
Kampus Menjadi Ruang Membangun Kompetensi dan Jejaring
Bagi Erwin, kampus merupakan salah satu ruang terbaik untuk membangun kompetensi sekaligus koneksi. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan berinteraksi dengan dosen, teman, organisasi, alumni, komunitas, dunia usaha, serta berbagai jaringan profesional.
Karena itu, pendidikan menurutnya tidak sebatas nilai akademik maupun gelar. Pendidikan merupakan proses membangun kapasitas diri sekaligus membentuk ekosistem yang dapat menjadi modal untuk berkembang pada masa mendatang.
“Kalau pendidikan kita baik dan berkualitas, minimal kita akan kecipratan koneksi alumni. Tetapi yang paling beruntung adalah ketika kita mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki koneksi dengan sesama alumni, dan tentunya semuanya atas pertolongan Allah SWT,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa baru yang sedang memasuki fase awal kehidupan perguruan tinggi. Masa kuliah, kata Erwin, seharusnya dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman dan membentuk karakter sebelum memasuki dunia profesional.
Koneksi Membuat Dikenal, Kompetensi Membuat Dipercaya
Salah satu pesan utama Erwin adalah pentingnya membangun reputasi sejak menjadi mahasiswa.
Menurutnya, koneksi memang dapat membuat seseorang lebih dikenal. Namun, kompetensi, integritas, dan attitude menjadi faktor yang membuat seseorang dipercaya dan kembali mendapatkan rekomendasi.
“Koneksi bisa membuat orang mengenal kita, tetapi kompetensi yang membuat orang mau merekomendasikan kita lagi,” tegasnya.
Karena itu, mahasiswa Fakultas Pertanian Unram didorong tidak hanya mengejar indeks prestasi. Mereka juga perlu aktif mengikuti organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, forum ilmiah, kepanitiaan, serta berbagai kegiatan kolaboratif.
Beragam pengalaman tersebut menjadi investasi jangka panjang. Mahasiswa dapat belajar berkomunikasi, memimpin, bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, menghadapi tekanan, sekaligus membangun kepercayaan.
Erwin juga menekankan bahwa attitude memiliki posisi yang tidak kalah penting. Pendidikan membangun pengetahuan, skill membentuk kemampuan bekerja, koneksi membuka peluang, sedangkan attitude menentukan bagaimana seseorang menjaga kepercayaan setelah memperoleh peluang.
Mahasiswa Diminta Berani Mencoba dan Mengeksplorasi Potensi
Erwin turut mengajak mahasiswa baru agar tidak terlalu takut memikirkan masa depan secara kaku.
Menurutnya, tidak semua mahasiswa harus langsung mengetahui profesi yang akan dijalani setelah lulus. Masa perkuliahan justru menjadi fase yang tepat untuk mencoba berbagai pengalaman, mengeksplorasi minat, menemukan kekuatan diri, serta membangun arah karier secara bertahap.
Mahasiswa juga tidak perlu takut mencoba hanya karena khawatir gagal.
Organisasi, kompetisi, penelitian, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, hingga aktivitas sosial dapat menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
Perjalanan Erwin sendiri menjadi contoh bagaimana pengembangan kapasitas dapat berlangsung secara bertahap. Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Pertanian Unram, ia melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan kini memasuki pendidikan doktoral di bidang Pertanian Berkelanjutan.
Di tengah aktivitas akademiknya, Erwin juga aktif dalam kepemimpinan mahasiswa pascasarjana melalui perannya sebagai Ketua FORMAPAS Unram serta terlibat dalam berbagai kegiatan kolaborasi dan pengembangan jejaring.
Alumni Jadi Bagian Penting Ekosistem Kampus
Kehadiran Erwin dalam PKKMB Fakultas Pertanian Unram 2026 sekaligus menunjukkan bahwa hubungan mahasiswa dengan almamater tidak berhenti setelah wisuda.
Alumni dapat menjadi sumber inspirasi, berbagi pengalaman, membuka jejaring, membangun peluang kolaborasi, bahkan menjadi mentor bagi generasi mahasiswa berikutnya.
Talkshow “Kiprah Mahasiswa dan Alumni” menghadirkan tiga pembicara, yakni Erwin Irawan, S.P., M.Si., Siti Nurliyana, dan Kadiga Rayana Efendi. Ketiganya berbagi pengalaman dan perspektif mengenai perjalanan pendidikan, organisasi, pengembangan diri, serta berbagai peluang yang dapat dibangun selama menjadi mahasiswa.
Bagi Erwin, mahasiswa baru tidak perlu menunggu sampai lulus untuk mulai membangun masa depan. Masa depan justru mulai dibentuk sejak mahasiswa memilih lingkungan, membangun kebiasaan, mencari pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan memperluas jejaring.
Pesan Erwin untuk Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian Unram
Di akhir penyampaiannya, Erwin mengajak mahasiswa baru tidak hanya bertanya, “Setelah lulus saya mau menjadi apa?”
Lebih dari itu, mahasiswa perlu mulai bertanya: “Kemampuan apa yang harus saya bangun? Siapa yang harus saya kenal? Pengalaman apa yang harus saya cari? Dan nilai apa yang ingin saya berikan?”
Pertanyaan tersebut dapat membantu mahasiswa melihat perkuliahan bukan sekadar perjalanan menuju ijazah, melainkan proses membangun kapasitas dan posisi diri untuk menghadapi kehidupan setelah kampus.
Pada akhirnya, pendidikan memberikan bekal agar seseorang kompeten. Koneksi membuka jalan menuju kesempatan. Skill membuat seseorang mampu bekerja dan berkarya. Sementara attitude membuat seseorang mampu menjaga kepercayaan dan keberlanjutan hubungan.
Karena itu, pesan Erwin kepada generasi baru Fakultas Pertanian Unram sederhana namun kuat:
“Koneksi dapat membuka pintu. Tetapi pendidikan, kompetensi, skill, dan attitude-lah yang membuat kita layak untuk tetap berada di dalamnya.”
Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian Unram untuk menjalani kehidupan kampus secara aktif, produktif, dan penuh keberanian.
PKKMB bukan hanya gerbang memasuki perguruan tinggi, tetapi juga dapat menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang berilmu, berjejaring, berkarakter, berani mencoba, serta mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
