Kilas Nusa, Mataram – Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) menerima kunjungan tim asesor dalam rangka Visitasi Asesmen Lapangan Pembukaan Program Studi Magister (S2) Manajemen Bisnis Syariah, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat GA8 Rektorat UNIZAR mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kesiapan universitas untuk membuka program studi jenjang pascasarjana yang memadukan kompetensi manajemen dan bisnis dengan prinsip-prinsip syariah.
Visitasi dihadiri Ketua Senat Akademik UNIZAR, Rektor UNIZAR, para Wakil Rektor, para Dekan, Kepala Biro, calon dosen Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan universitas.
Tim asesor terdiri atas Prof. Dr. Ris’an Rusli, MA dan Prof. Dr. Deni Kamaludin Yusup, M.Ag., CIFA. Turut hadir perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Asro’i, M.Pd, selaku Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis Pendis Kemenag RI.
Selain itu, hadir jajaran Kopertais XIV Mataram, yakni Wakil Ketua Kopertais XIV Prof. Dr. H. Said Ali Jadid Al Idrus, M.Pd dan Sekretaris Kopertais XIV Prof. Muhammad Sai, S.Ag., M.A.
Rektor UNIZAR: Magister Manajemen Bisnis Syariah Menjawab Kebutuhan SDM
Rektor UNIZAR Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim asesor di Kampus Universitas Islam Al-Azhar.
“Atas nama Universitas Islam Al-Azhar, kami menyampaikan selamat datang kepada kedua asesor di Kampus Universitas Islam Al-Azhar,” ujar Rektor.
Menurutnya, rencana pembukaan Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah memiliki relevansi kuat dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Program tersebut dinilai dapat menjadi wadah peningkatan kompetensi bagi praktisi, akademisi maupun pengambil kebijakan yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai manajemen bisnis berbasis prinsip syariah.
“Kami melihat bahwa keberadaan program magister ini merupakan salah satu jawaban atas kebutuhan para praktisi, akademisi, maupun pengambil kebijakan yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai integrasi manajemen bisnis dengan prinsip-prinsip syariah,” jelasnya.
Rektor juga menyoroti perkembangan ekonomi syariah yang semakin dinamis. Berbagai lembaga keuangan dan sektor bisnis, kata dia, terus mengembangkan layanan berbasis syariah sehingga membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi yang semakin spesifik.
“Berbagai lembaga keuangan dan sektor bisnis terus berlomba-lomba mengembangkan layanan berbasis syariah. Kondisi tersebut tentu membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang manajemen dan bisnis, tetapi juga memahami prinsip-prinsip syariah secara komprehensif,” katanya.
UNIZAR Siapkan Kurikulum, SDM, dan Infrastruktur
Untuk mendukung rencana pembukaan program studi tersebut, UNIZAR telah mempersiapkan berbagai aspek fundamental. Persiapan mencakup kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, serta sejumlah komponen pendukung penyelenggaraan pendidikan magister.
Dr. Muh. Ansyar menegaskan bahwa asesmen lapangan tidak semata-mata menjadi tahapan verifikasi dokumen dan kesiapan administratif.
Menurutnya, kehadiran asesor juga menjadi kesempatan bagi UNIZAR untuk mendapatkan masukan konstruktif guna menyempurnakan rencana penyelenggaraan Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah.
“Bagi kami, asesmen lapangan bukan hanya merupakan tahap verifikasi terhadap berbagai dokumen dan kesiapan pembukaan program studi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami untuk memperoleh masukan, arahan, dan rekomendasi,” tuturnya.
UNIZAR, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai catatan dan rekomendasi yang disampaikan tim asesor. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan sekaligus memperkuat pengembangan program studi lainnya di lingkungan universitas.
Asesor Soroti Integrasi Manajemen, Bisnis, dan Syariah
Anggota Tim Asesor Prof. Dr. Ris’an Rusli, MA menilai Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah memiliki tantangan sekaligus potensi yang besar.
Menurutnya, aspek syariah menjadi karakter penting yang membedakan program studi tersebut dari program studi manajemen bisnis pada umumnya.
“Program studi ini memang memiliki tantangan tersendiri. Kalau hanya berbicara tentang manajemen bisnis, mungkin relatif lebih mudah. Namun, ketika kita memasukkan unsur syariah, tentu ada aspek yang sangat penting dan menjadi perhatian utama,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai Islam dan prinsip syariah harus menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program studi. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan bisnis, tetapi juga mampu memahami serta menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam praktik profesional.
Potensi Dosen Doktor Jadi Kekuatan UNIZAR
Dalam proses asesmen, Prof. Ris’an juga melihat potensi sumber daya akademik yang cukup beragam di lingkungan UNIZAR.
Keberadaan dosen dengan kualifikasi akademik doktor serta pengalaman penelitian dari berbagai bidang dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah.
“Universitas Islam Al-Azhar memiliki sumber daya akademik yang cukup beragam. Di berbagai program studi dan fakultas terdapat dosen dengan kualifikasi akademik doktor serta pengalaman penelitian yang dapat dikembangkan untuk mendukung program studi ini,” ujarnya.
Selain bidang manajemen dan bisnis, akademisi dari bidang hukum yang memiliki perhatian terhadap persoalan ekonomi Islam juga dinilai dapat memperkuat karakter multidisipliner program studi.
Pengembangan manajemen bisnis syariah, menurut Prof. Ris’an, membutuhkan perspektif yang tidak terbatas pada manajemen dan bisnis, tetapi juga mencakup aspek hukum, regulasi dan prinsip-prinsip syariah.
Didorong Menjadi Program Studi Berkualitas dan Relevan
Prof. Ris’an menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dan disempurnakan. Namun, berbagai masukan dalam proses asesmen diharapkan dapat menjadi pijakan bagi UNIZAR untuk meningkatkan kualitas program studi.
Ia menegaskan, tujuan pembukaan program studi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif. Lebih dari itu, Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah diharapkan memiliki karakter akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya sebuah program studi yang memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga program studi yang memiliki karakter, kualitas akademik, relevansi dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Lulusan program studi tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan kompetensi manajemen dan bisnis dengan nilai-nilai syariah sehingga dapat berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, lembaga keuangan syariah, akademik, pemerintahan hingga sektor profesional lainnya.
Visitasi Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Tinggi Berbasis Syariah
Visitasi asesmen lapangan pembukaan Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah menjadi momentum strategis bagi UNIZAR untuk memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.
Kehadiran program magister tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan pascasarjana sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah pertumbuhan ekonomi dan industri berbasis syariah.
