
Kilas Nusa, Mataram – Ketua DPD Pro-Jokowi (PROJO) Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Imam Sofian, S.H., M.H,. mendorong agar PROJO membuka kembali opsi bertransformasi menjadi partai politik. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi jalan untuk melembagakan kekuatan yang selama ini dibangun PROJO sekaligus mengawal keberlanjutan agenda pembangunan dari pemerintahan Joko Widodo ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Imam menilai PROJO telah memiliki modal politik yang cukup. Selama lebih dari satu dekade, organisasi tersebut berkembang dengan jaringan di berbagai daerah, pengalaman dalam konsolidasi politik, serta kader dan simpatisan yang terlibat dalam sejumlah momentum politik nasional.
Karena itu, menurut Imam, pembicaraan mengenai masa depan PROJO tidak semestinya berhenti pada peran sebagai organisasi relawan.
“Saya mendukung kalau PROJO membuka ruang untuk menjadi partai politik. Kita sudah punya pengalaman, jaringan dan basis perjuangan. Jangan sampai kekuatan yang sudah dibangun selama ini hanya bergerak ketika ada pemilu,” kata Imam.
Menurutnya, menjadi partai politik bukan semata-mata soal menghadapi Pemilu 2029. PROJO perlu memikirkan bagaimana kekuatan yang telah dibangun selama ini dapat bertahan dan berkembang menjadi wadah politik yang mampu melakukan kaderisasi serta melahirkan pemimpin baru.
“Kalau selama ini kita bisa mengorganisasi masyarakat untuk mendukung dan mengawal pemimpin, kenapa tidak kita mulai berpikir bagaimana melahirkan kader dan pemimpin sendiri?” ujarnya.
Kawal Keberlanjutan Jokowi-Prabowo-Gibran
Imam mengatakan gagasan tersebut tidak dapat dilepaskan dari persoalan keberlanjutan pembangunan nasional.
Ia melihat pemerintahan Prabowo-Gibran melanjutkan sejumlah agenda yang telah dirintis pada era Joko Widodo. Bagi Imam, kesinambungan program tersebut perlu dikawal agar pembangunan yang telah berjalan tidak terputus hanya karena terjadi pergantian pemerintahan.
“Kita ingin apa yang sudah baik dan sudah dirintis Pak Jokowi tidak berhenti begitu saja. Pemerintahan Prabowo-Gibran harus kita kawal supaya program-program yang sudah berjalan bisa diteruskan dan disempurnakan,” katanya.
Sikap tersebut juga tercermin dalam perjalanan politik PROJO NTB. (*)






