Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan

Kilas Nusa, Lombok Timur – Irwan Humaidi, ST, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa (Kades) Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (21/10/2026). Ia membawa gagasan memperluas kerja sama pembangunan dengan berbagai pihak untuk membuka peluang program yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Irwan datang ke Kantor Desa Banjar Sari sekitar pukul 09.00 WITA dengan didampingi perwakilan tokoh masyarakat, kaum ibu, dan pemuda. Berkas pendaftarannya diterima langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Banjar Sari.
Setelah penyerahan berkas, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dari Penjabat (Pj.) Kepala Desa mengenai tahapan dan pelaksanaan Pilkades.
Irwan mengatakan, keputusannya maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa berangkat dari dorongan sejumlah tokoh masyarakat yang berharap generasi muda ikut mengambil tanggung jawab dalam pembangunan desa.
“Pendaftaran ini menjadi langkah awal sekaligus bentuk keseriusan saya menjawab dorongan para tokoh masyarakat. Ada harapan agar generasi muda ikut mengambil tanggung jawab dan berperan dalam pembangunan Banjar Sari,” ujar Irwan.
Baginya, pencalonan tersebut bukan sekadar mengikuti proses pemilihan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan gagasan pembangunan yang bertumpu pada kebutuhan warga dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Irwan Humaidi Perkenalkan Gagasan Banjar Sari TEPAT
Dalam pencalonannya, Irwan memperkenalkan gagasan Banjar Sari TEPAT, yang dirangkum dalam empat prinsip, yakni Dengar Warganya, Pahami Masalahnya, Tentukan Prioritasnya, dan Kerjakan Bersama.
Gagasan tersebut menempatkan aspirasi masyarakat sebagai pijakan awal dalam menyusun arah pembangunan desa. Menurut Irwan, program pembangunan seharusnya tidak hanya disusun berdasarkan asumsi, tetapi juga berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi warga.
Ia menilai diskusi dengan berbagai kelompok masyarakat menjadi bagian penting untuk memahami kebutuhan desa. Masukan, kritik, dan perbedaan pandangan dinilai dapat membantu menentukan program yang lebih tepat sasaran.
“Saya senang berdiskusi dan mendengar pandangan dari siapa saja. Masukan, kritik, bahkan perbedaan pendapat sangat penting bagi saya. Dari situlah kita bisa memahami persoalan warga dan menyusun visi-misi yang sesuai dengan kebutuhan desa,” katanya.
Pendekatan tersebut juga menekankan pentingnya menentukan prioritas. Dengan sumber daya yang terbatas, kebutuhan masyarakat perlu dipetakan agar program pembangunan dapat direncanakan secara realistis dan memberikan manfaat yang jelas.
Perluas Kerja Sama untuk Membuka Peluang Pembangunan Desa
Salah satu gagasan yang disampaikan Irwan adalah memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi nonpemerintah atau NGO, serta dunia usaha.
Menurutnya, keterbatasan anggaran desa perlu diimbangi dengan perencanaan yang cermat dan upaya menjajaki peluang dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan program pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan, bentuk kerja sama tidak selalu berupa bantuan keuangan. Dukungan juga dapat diberikan melalui pendampingan teknis, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan usaha masyarakat.
Pengalaman Irwan dalam kegiatan NGO dan pendampingan masyarakat turut memengaruhi pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi. Ia pernah terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk edukasi pengelolaan sampah bersama mahasiswa Universitas Mataram di Banjar Sari.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal dalam melihat peluang kerja sama yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Sejumlah bidang yang dinilainya berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi antara lain penguatan sektor pertanian, peningkatan layanan kesehatan dasar, pemberdayaan perempuan, pengelolaan lingkungan, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta peningkatan keterampilan dan kewirausahaan generasi muda.
Meski demikian, setiap peluang kerja sama tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, kewenangan pemerintah desa, dan kemampuan pelaksanaan program.
Potensi Usia Produktif Jadi Perhatian Pembangunan Banjar Sari
Selain memperluas jejaring kerja sama, Irwan menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia, khususnya kelompok usia produktif.
Ia menyebut hampir 75 persen penduduk Banjar Sari berada dalam kelompok usia produktif. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan potensi yang perlu diperhatikan melalui program peningkatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan kewirausahaan.
Kelompok usia produktif dapat menjadi penggerak kegiatan ekonomi desa apabila memperoleh akses terhadap peningkatan kapasitas dan kesempatan usaha yang sesuai dengan potensi lokal.
Namun, Irwan menegaskan bahwa pengembangan generasi muda tetap perlu berjalan beriringan dengan pengalaman dan nasihat para tokoh masyarakat.
“Hampir 75 persen penduduk Banjar Sari berada pada usia produktif. Ini potensi besar yang perlu mendapat perhatian dan arah pengembangan yang jelas. Tetapi pengalaman dan nasihat para tokoh juga penting agar setiap langkah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Selain pengembangan sumber daya manusia, ia menilai pembenahan data bantuan sosial, peningkatan pelayanan administrasi, serta optimalisasi fasilitas desa juga perlu menjadi perhatian.
Ketiga aspek tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari ketepatan sasaran penerima bantuan hingga kemudahan warga dalam mengakses pelayanan pemerintahan desa.
Pilkades Diharapkan Jadi Ruang Adu Gagasan
Irwan menekankan bahwa rencana pembangunan desa harus disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kemampuan keuangan desa, dan peluang kerja sama yang memungkinkan untuk dilaksanakan.
Menurutnya, gagasan pembangunan perlu diterjemahkan menjadi prioritas yang jelas agar masyarakat dapat memahami manfaat, tahapan, serta kebutuhan pelaksanaannya.
Ia berharap seluruh tahapan Pilkades Banjar Sari berlangsung demokratis dan tertib. Proses pemilihan juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal para bakal calon sekaligus membahas gagasan yang mereka tawarkan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal arah pembangunan desa.
Gagasan Banjar Sari TEPAT yang dibawa Irwan menempatkan dialog, penentuan prioritas, dan kerja bersama sebagai landasan pembangunan. Realisasi gagasan tersebut nantinya akan bergantung pada proses pemilihan, penyusunan program yang terukur, serta kemampuan membangun kolaborasi yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.






