Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

Kilas Nusa, Lombok Barat, 17 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau KKN Kelompok 40 Universitas Muhammadiyah Mataram bersama Pemerintah Desa Sesela dan masyarakat menggelar kegiatan Gotong Royong Bersih-Bersih Lingkungan di kawasan Pasar Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Gotong Royong Bersih Lingkungan: Aksi Nyata, Lingkungan Terjaga” tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan kawasan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman. Program ini juga menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program Desa Tangguh Bencana atau Destana, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
Sampah yang menumpuk di saluran air, pinggir jalan, maupun kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi dapat meningkatkan risiko banjir, pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta berbagai persoalan sosial lainnya. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat desa menghadapi potensi bencana.
Kegiatan gotong royong dipimpin oleh Koordinator KKN Kelompok 40 Desa Sesela, Aldi Insanul Ikhyak. Aksi tersebut melibatkan Kepala Desa Sesela Taufik, S.Pd., perangkat desa, Bintara Pembina Desa atau Babinsa, masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 40 UMMAT.
Program ini berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan, Nurliya Ni’matul Rohmah, M.Kom.I.Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat melalui penyediaan armada pengangkut sampah.
Sejak pagi, mahasiswa dan masyarakat membersihkan berbagai titik di sekitar Pasar Desa Sesela. Mereka menyapu area pasar, mengumpulkan sampah yang berserakan, membersihkan bagian pinggir jalan, serta menata sejumlah lokasi yang menjadi tempat penumpukan sampah.
Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam armada pengangkut yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat. Dukungan tersebut memastikan sampah tidak hanya dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi dapat diangkut dan ditangani melalui sistem pengelolaan sampah yang tersedia.
Pasar Desa Sesela dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan interaksi sosial masyarakat. Tingginya mobilitas pedagang, pembeli, dan pengguna jalan membuat kawasan tersebut memerlukan perhatian bersama, terutama dalam pengelolaan sampah dan pemeliharaan kebersihan.
Koordinator KKN Kelompok 40 Desa Sesela, Aldi Insanul Ikhyak, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut tidak berhenti pada upaya membersihkan lingkungan secara fisik. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan nyaman bagi seluruh warga. Kami berharap semangat gotong royong ini dapat terus dijaga dan menjadi budaya di Desa Sesela,” ujar Aldi.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kali kegiatan. Perubahan memerlukan kebiasaan, edukasi, keteladanan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggal dan ruang publik.
Gotong royong juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, aparat kewilayahan, dan instansi terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun rasa memiliki terhadap lingkungan serta mendorong munculnya inisiatif-inisiatif lokal yang berkelanjutan.
Kepala Desa Sesela, Taufik, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 40 UMMAT yang telah melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan kebersihan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 40 UMMAT. Semoga kolaborasi seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong di Desa Sesela,” ungkap Taufik.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa KKN dapat memberikan energi positif bagi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berkontribusi dalam mengidentifikasi persoalan desa dan menyusun kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Seperti yang saya sampaikan saat penyerahan mahasiswa KKN Kelompok 40 UMMAT kepada Pemerintah Desa Sesela, setiap program yang dilaksanakan harus dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan tidak hanya dilakukan pada tahap koordinasi dan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat serta menyusun rencana tindak lanjut agar program memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 40 UMMAT, Nurliya Ni’matul Rohmah, M.Kom.I.
Kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari pendekatan KKN yang menempatkan mahasiswa sebagai fasilitator dan mitra masyarakat. Mahasiswa tidak mengambil alih peran masyarakat, tetapi mendorong partisipasi, membangun komunikasi, serta memperkuat kerja sama antarunsur desa.
Dalam kerangka program Desa Tangguh Bencana, kebersihan lingkungan memiliki hubungan langsung dengan upaya mitigasi dan pencegahan bencana. Saluran air yang tersumbat oleh sampah dapat meningkatkan risiko genangan dan banjir. Sampah yang tidak dikelola dengan baik juga dapat mencemari tanah dan sumber air serta menjadi tempat berkembangnya serangga dan mikroorganisme penyebab penyakit.
Oleh karena itu, budaya membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, dan menjaga fasilitas umum perlu dibangun sebagai perilaku kolektif masyarakat. Ketangguhan desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan peralatan atau prosedur darurat, tetapi juga oleh tingkat pengetahuan, kepedulian, kesiapsiagaan, dan solidaritas sosial warga.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Sesela dalam kegiatan tersebut menjadi modal sosial penting untuk membangun ketangguhan desa. Partisipasi warga menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat diselesaikan secara lebih efektif ketika masyarakat, pemerintah desa, mahasiswa, dan lembaga terkait bekerja dalam tujuan yang sama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu program awal KKN Kelompok 40 UMMAT di Desa Sesela. Antusiasme masyarakat yang terlibat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masih kuat dan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang terencana, konsisten, dan melibatkan berbagai pihak.
Untuk memastikan program memberikan dampak yang berkelanjutan, KKN Kelompok 40 Universitas Muhammadiyah Mataram telah menyiapkan dua kegiatan lanjutan.
Kegiatan pertama adalah pembuatan dan pemasangan plang edukasi kebersihan di sejumlah titik strategis di Desa Sesela. Plang tersebut akan memuat pesan sederhana dan mudah dipahami mengenai kewajiban menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Pemilihan lokasi pemasangan akan mempertimbangkan tingkat aktivitas masyarakat dan potensi munculnya sampah, termasuk di sekitar pasar, jalan desa, fasilitas umum, dan lokasi lain yang sering digunakan warga.
Plang edukasi diharapkan dapat menjadi media pengingat yang dapat dilihat setiap hari. Pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat larangan, tetapi juga mengajak masyarakat memahami hubungan antara kebersihan, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan.
Kegiatan kedua adalah sosialisasi mengenai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan pengelolaan sampah rumah tangga. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak sampah yang dibuang sembarangan serta mendorong kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Materi sosialisasi akan dikaitkan dengan program Desa Tangguh Bencana. Masyarakat akan diajak memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan langkah mitigasi sederhana yang dapat dilakukan setiap warga untuk mengurangi risiko banjir, pencemaran, dan penyebaran penyakit.
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 40 UMMAT berharap kegiatan bersih-bersih tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Program diharapkan dapat menjadi titik awal terbentuknya kebiasaan dan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, Babinsa, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat juga diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk kegiatan lain yang mendukung pelaksanaan program Desa Tangguh Bencana.
KKN Kelompok 40 UMMAT menilai desa yang tangguh perlu dibangun melalui langkah-langkah sederhana, terukur, dan dilakukan secara bersama-sama. Lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting bagi kehidupan masyarakat yang sehat, aman, dan nyaman.Melalui semangat gotong royong, Desa Sesela diharapkan semakin mampu mengelola lingkungan, mengurangi risiko bencana, dan memperkuat kepedulian sosial masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari aksi nyata di lingkungan terdekat, serta dapat memberikan manfaat lebih besar ketika dilaksanakan secara konsisten dan kolaboratif.
