Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Dosen Makin Sibuk, Pendidikan Makin Tertinggal? Ketika Administrasi Mengalahkan Ruang Berpikir

Dosen hari ini dituntut mengajar, meneliti, menulis, berkolaborasi, melakukan hilirisasi, dan memenuhi berbagai administrasi. Di tengah tuntutan itu, ruang untuk berpikir justru semakin sempit.
Adi Prayuda 14 August 2026
Adi Prayuda, Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)
Adi Prayuda, Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi)

Ada ironi yang perlahan menjadi pemandangan biasa di perguruan tinggi Indonesia. Dosen semakin banyak mengikuti program, menghadiri rapat, mengisi aplikasi, menyusun laporan, mengunggah bukti kegiatan, mengikuti sosialisasi kebijakan, membangun kerja sama, menjalankan hilirisasi, sekaligus tetap dituntut menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Semua itu pada dasarnya penting. Perguruan tinggi memang harus akuntabel, tertib, produktif, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Namun, ada pertanyaan yang layak diajukan: ketika seorang dosen semakin sibuk dengan administrasi, kapan ia memiliki waktu yang cukup untuk benar-benar berpikir sebagai seorang akademisi?

Persoalannya bukan pada keberadaan administrasi, melainkan pada proporsinya. Administrasi seharusnya menjadi alat untuk mendukung pendidikan, bukan justru mengambil porsi perhatian yang terlalu besar dari pekerjaan utama dosen.

Membaca artikel ilmiah dengan serius membutuhkan konsentrasi. Menemukan celah penelitian membutuhkan ketenangan. Menulis publikasi yang baik membutuhkan waktu, diskusi, revisi, dan proses berpikir yang tidak bisa dipadatkan menjadi sekadar target.

Dosen tidak otomatis menghasilkan lebih banyak penelitian hanya karena kepadanya diberikan lebih banyak kewajiban.

Kita sepertinya perlu membedakan sibuk dan produktif. Kesibukan mudah terlihat melalui rapat, daftar hadir, dokumentasi, sertifikat, laporan, dan berbagai bukti kegiatan. Sementara produktivitas akademik sering bekerja dalam senyap. Sebuah artikel mungkin membutuhkan berbulan-bulan. Sebuah penelitian bahkan bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum memberikan dampak.

Pendidikan memang berbeda dengan pembangunan fisik. Jalan yang dibangun segera terlihat. Gedung yang berdiri mudah difoto. Program bantuan dapat segera dihitung penerimanya. Sementara hasil pendidikan sering baru tampak bertahun-tahun kemudian.

Karena itu, pendidikan terkadang kalah seksi dibandingkan program yang hasilnya dapat segera dilihat. Padahal, pembangunan pada akhirnya tetap membutuhkan manusia yang memiliki pengetahuan untuk mengelola dan mengembangkannya.

Persoalan lain adalah perubahan regulasi yang begitu cepat. Belum selesai satu aturan dibaca, dipahami, dan diterapkan, aturan baru sudah hadir. Perguruan tinggi kembali melakukan sosialisasi, mengubah pedoman, menyesuaikan sistem, dan meminta dosen beradaptasi.

pasang iklan di sini

Satu aturan belum benar-benar khatam dipahami, aturan baru sudah datang. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya melelahkan secara administratif, tetapi juga menguras energi mental. Dosen akhirnya lebih sibuk memastikan apa yang harus dilaporkan daripada memikirkan apa yang seharusnya diteliti.

Lalu apa yang bisa dilakukan? Tidak semuanya membutuhkan kebijakan besar. Pertama, sederhanakan pelaporan. Satu data seharusnya tidak perlu dimasukkan berkali-kali ke berbagai aplikasi hanya karena digunakan oleh unit yang berbeda.

Kedua, lindungi waktu akademik dosen. Beberapa jam setiap minggu dapat ditetapkan sebagai waktu bebas rapat dan administrasi untuk membaca, menulis, meneliti, dan membimbing mahasiswa.

Ketiga, ukur produktivitas berdasarkan kualitas, bukan sekadar jumlah kegiatan. Dosen yang menghasilkan satu penelitian bermutu tidak semestinya kalah penghargaan dari dosen yang menghadiri puluhan kegiatan administratif.

Keempat, berikan masa transisi yang cukup ketika regulasi berubah. Perguruan tinggi membutuhkan stabilitas agar dapat bekerja, bukan terus-menerus beradaptasi.

Kelima, kesejahteraan dosen harus dipandang sebagai investasi pendidikan. Dosen yang hidup layak akan memiliki ruang lebih besar untuk berkonsentrasi, berkembang, dan menghasilkan karya.

Dosen bukan sekadar pelaksana program. Dosen adalah manusia yang membaca, berpikir, meneliti, mempertanyakan, menemukan, dan membentuk generasi.

Jika kita ingin publikasi meningkat, berikan waktu untuk membaca dan menulis. Jika ingin inovasi tumbuh, berikan ruang untuk bereksperimen. Jika ingin hilirisasi berkembang, pastikan terlebih dahulu bahwa ada pengetahuan yang kuat untuk dihilirkan.

Pendidikan tinggi Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak aplikasi. Yang kita butuhkan mungkin justru lebih sedikit birokrasi yang berulang, aturan yang lebih stabil, administrasi yang sederhana, kesejahteraan yang layak, dan kepercayaan yang lebih besar kepada para akademisi. Sebab pendidikan tidak tumbuh dari banyaknya formulir yang terisi. Pendidikan tumbuh dari manusia yang memiliki cukup waktu untuk berpikir dengan jernih, bekerja dengan bermakna, dan hidup dengan layak. (*)

Tags: Administrasi Pendidikan Akademisi Dosen Indonesia endidikan Tinggi Kebijakan Pendidikan Kesejahteraan Dosen Pendidikan Indonesia Perguruan Tinggi Publikasi Ilmiah Reformasi Pendidikan

Continue Reading

Previous: Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati

Trending Now

Dosen Makin Sibuk, Pendidikan Makin Tertinggal? Ketika Administrasi Mengalahkan Ruang Berpikir Adi Prayuda, Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR (Foto: Dok. Pribadi) 1

Dosen Makin Sibuk, Pendidikan Makin Tertinggal? Ketika Administrasi Mengalahkan Ruang Berpikir

14 August 2026
Perebutan Ketua KONI NTB Menghangat, 4 Nama Masuk Bursa Perebutan kursi Ketua KONI NTB 2026 dengan empat nama yang disebut masuk bursa 2

Perebutan Ketua KONI NTB Menghangat, 4 Nama Masuk Bursa

12 August 2026
Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati Adi Prayuda Buku Mindful Digital Marketing 3

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati

12 August 2026
Jelang Pemilihan Ketua KONI NTB, Lalu Wira Sakti Dorong Adu Gagasan dan Fokus Prestasi PON 2028 Lalu Wira Sakti mendorong pemilihan Ketua KONI NTB fokus pada prestasi olahraga dan PON 2028 4

Jelang Pemilihan Ketua KONI NTB, Lalu Wira Sakti Dorong Adu Gagasan dan Fokus Prestasi PON 2028

8 August 2026
Sambut PON 2028, Anak Muda NU NTB Dukung Gubernur Iqbal Pimpin KONI Pauzan Basri menyampaikan dukungan kepada Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal untuk memimpin KONI NTB 5

Sambut PON 2028, Anak Muda NU NTB Dukung Gubernur Iqbal Pimpin KONI

7 August 2026
Mahasiswa Biologi UNIZAR Jalani PKL di Balai Karantina NTB, Perkuat Kompetensi Biosafety Mahasiswa Biologi UNIZAR bersama pimpinan FMIPA dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB saat penyerahan peserta PKL. 6

Mahasiswa Biologi UNIZAR Jalani PKL di Balai Karantina NTB, Perkuat Kompetensi Biosafety

4 August 2026

Berita Terkait

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati Adi Prayuda Buku Mindful Digital Marketing

Mindful Digital Marketing: Mengapa Pemasaran Digital Membutuhkan Etika dan Empati

12 August 2026
Mahasiswa Biologi UNIZAR Jalani PKL di Balai Karantina NTB, Perkuat Kompetensi Biosafety Mahasiswa Biologi UNIZAR bersama pimpinan FMIPA dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB saat penyerahan peserta PKL.

Mahasiswa Biologi UNIZAR Jalani PKL di Balai Karantina NTB, Perkuat Kompetensi Biosafety

4 August 2026
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
BPKH RI Edukasi Pengelolaan Dana Haji di UNIZAR, Tegaskan Transparansi dan Pengawasan Berlapis Diseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji BPKH RI di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono Universitas Islam Al-Azhar Mataram.

BPKH RI Edukasi Pengelolaan Dana Haji di UNIZAR, Tegaskan Transparansi dan Pengawasan Berlapis

30 July 2026
Sepuluh Kampus Baru, Untuk Menyelesaikan Masalah yang Mana? Foto antrian pelamar kerja, diambil dari: Metrum.co.id

Sepuluh Kampus Baru, Untuk Menyelesaikan Masalah yang Mana?

25 July 2026
Mahasiswi FK UNIZAR Raih Juara 2 E-Poster Competition Internasional INASNACC-SNACC 2026 Ni Putu Ishika Devi mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIZAR meraih Juara 2 E-Poster Competition INASNACC-SNACC 2026.

Mahasiswi FK UNIZAR Raih Juara 2 E-Poster Competition Internasional INASNACC-SNACC 2026

25 July 2026

Berita Terpopuler

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik 1

Mafindo NTB Bersama Pesantren Alam Sayang Ibu Lombok Barat Melaksanakan Kegiatan Implementasi AI Ready Asean Bagi Para Pendidik

19 January 2026
Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO 2

Mafindo NTB Bersama PGRI Kota Mataram Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial  – AI Goes to School MAFINDO

23 October 2025
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana 3

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, KKN UMMAT dan Warga Sesela Perkuat Ketangguhan Desa dari Risiko Bencana

18 July 2026
Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia 4

Segini Harga Resmi iPhone 15 di Indonesia

14 October 2023
KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 5

KKN 40 UMMAT Bersama BPBD Lombok Barat Bangun Generasi Tangguh melalui Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

4 August 2026
Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif? 6

Pendaftaran Nomor Seluler Menggunakan Biometrik, Efektif?

7 July 2026
Perebutan Ketua KONI NTB Menghangat, 4 Nama Masuk Bursa Perebutan kursi Ketua KONI NTB 2026 dengan empat nama yang disebut masuk bursa 7

Perebutan Ketua KONI NTB Menghangat, 4 Nama Masuk Bursa

12 August 2026

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 5

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 6

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 7

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com