PT Lombok Jingga Siapkan Green Tourism di Segui Sekaroh, Libatkan Masyarakat Lokal

Kilas Nusa, Bali – Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendapat perhatian melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Salah satunya ditunjukkan PT Lombok Jingga (LoJi) yang menyiapkan pengembangan akomodasi wisata berbasis green tourism di kawasan Segui Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Rencana tersebut disampaikan dalam acara Temu Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI yang berlangsung di Hotel Arya Duta, Bali, pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini mempertemukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari Bali dan NTB dengan mitra usaha serta calon offtaker.
Acara dibuka oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK), Dwi Arbani. Turut hadir Kepala Balai Perhutanan Sosial Yusuf, SP., M.Si., Kepala Dinas Kehutanan dan LHK NTB Satriadi, mitra usaha, offtaker, serta ratusan anggota kelompok perhutanan sosial.
Salah satu mitra usaha yang hadir adalah PT Lombok Jingga, perusahaan yang saat ini berfokus pada pengembangan sektor pariwisata di wilayah selatan Lombok.
Lombok Jingga Dorong Pariwisata Berbasis Alam dan Masyarakat
Manager Operasional PT Lombok Jingga, Lalu Ahadi Wiraguna, yang mendampingi Direktur Utama M. Samsul Qomar, S.Sos., mengatakan perusahaan memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata daerah di NTB.
Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas, tetapi juga perlu memperhatikan kelestarian alam dan keterlibatan masyarakat sekitar.
“Kami berkomitmen untuk membangun akomodasi maupun pengembangan wisata yang berbasis green tourism, yaitu pariwisata yang melindungi alam dan masyarakatnya sekaligus,” ujar Lalu Ahadi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Kelompok Wisata Segui, Lombok Timur, serta sejumlah pihak lainnya, termasuk kerja sama secara personal di wilayah Pujut, Lombok Tengah.
Melalui kolaborasi itu, PT Lombok Jingga berupaya membangun model pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi di sekitar destinasi.
Segui Sekaroh Jadi Lokasi Proyek Perdana
Lalu Ahadi menjelaskan, proyek perdana PT Lombok Jingga direncanakan berada di kawasan Segui Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Akomodasi wisata tersebut akan dikembangkan dengan konsep natural dan terbuka, menyesuaikan karakter lingkungan sekitar. Konsep ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tetap memperhatikan hubungan antara bangunan, alam, dan masyarakat.
Sebelum pembangunan dimulai, perusahaan berencana melakukan sosialisasi bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar karena semua harus terlibat dalam proses tersebut,” katanya.
Langkah sosialisasi tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pengembangan wisata, terutama untuk membangun pemahaman bersama mengenai rencana investasi, kebutuhan masyarakat, serta dampak pembangunan terhadap lingkungan dan aktivitas ekonomi lokal.
Masyarakat Lokal Disiapkan Jadi Pelaku Pariwisata
PT Lombok Jingga menilai masyarakat memiliki peran strategis dalam keberlanjutan pembangunan destinasi wisata. Masyarakat setempat bukan hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, melainkan juga sebagai pelaku yang berpotensi terlibat langsung dalam operasional dan pemeliharaan aset wisata.
Lalu Ahadi menyebutkan, masyarakat nantinya dapat berperan dalam berbagai aktivitas sesuai kebutuhan pengembangan destinasi.
“Peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam pembangunan wisata karena mereka yang akan menjadi pelaku atau bekerja dan memelihara aset yang akan dibangun ke depannya,” jelasnya.
Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja lokal, PT Lombok Jingga juga berkomitmen menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat yang belum memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri pariwisata.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga peluang kerja dan keterlibatan mereka dalam pengelolaan destinasi dapat berkembang seiring kemajuan proyek.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan wisata di Segui Sekaroh diharapkan tidak hanya menghadirkan akomodasi baru, tetapi juga membuka ruang peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah sekitar.
Siapkan Solusi Listrik dan Air Bersih
Dalam persiapan pembangunan, PT Lombok Jingga telah melakukan komunikasi dengan PLN Selong dan PDAM Lombok Timur terkait kebutuhan infrastruktur dasar, khususnya listrik dan air bersih.
Lalu Ahadi mengatakan, perusahaan telah menyiapkan solusi sementara untuk mendukung operasional awal sembari menunggu sambungan jaringan dapat tersedia hingga kawasan Segui.
“Untuk sementara kami sudah desain dengan sistem solar cell dan air tangki sambil menunggu sambungan baru bisa terpasang sampai wilayah Segui,” ungkapnya.
Penggunaan sistem tenaga surya atau solar cell menjadi salah satu opsi yang disiapkan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi. Sementara itu, pasokan air melalui tangki direncanakan sebagai solusi sementara untuk mendukung kebutuhan air bersih.
Ketersediaan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam perencanaan akomodasi wisata, terutama di kawasan yang membutuhkan pengembangan jaringan utilitas.
Perusahaan Harapkan Dukungan Pemerintah
Selain listrik dan air bersih, PT Lombok Jingga juga berharap adanya dukungan pemerintah dalam perbaikan jalan utama menuju lokasi wisata.
Menurut perusahaan, akses jalan merupakan fasilitas penting yang akan memengaruhi mobilitas masyarakat, pekerja, distribusi kebutuhan operasional, dan kunjungan wisatawan.
Lalu Ahadi menyampaikan, pihaknya berupaya memulai pembangunan terlebih dahulu, kemudian mengharapkan dukungan dan intervensi pemerintah sesuai kewenangan dan kebutuhan infrastruktur.
Pihaknya juga menegaskan bahwa PT Lombok Jingga ingin menunjukkan komitmen melalui langkah nyata, bukan hanya mengandalkan kepemilikan izin pengelolaan.
“Kalau kami mulai dulu, baru minta intervensi pemerintah,” ujarnya.
Pengembangan pariwisata di Segui Sekaroh selanjutnya akan membutuhkan koordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting untuk memastikan rencana pembangunan dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan lokal dan prinsip keberlanjutan.






