Karmila Fajriah Juara 1 Komik Strip PEKSIMIDA NTB 2026, Mahasiswi UNIZAR Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS
Kilas Nusa, Mataram – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR). Karmila Fajriah, mahasiswi Semester VI Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), berhasil meraih Juara 1 Lomba Komik Strip Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) 2026 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berkat capaian tersebut, Karmila dipercaya menjadi wakil NTB pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) 2026.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga dan civitas akademika UNIZAR, tetapi juga bagi masyarakat NTB. Keberhasilannya membuktikan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan potensi akademik sekaligus berkarya di bidang seni hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Mahasiswi asal Dasan Ketujur, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat itu merupakan putri dari Ustaz H. Muhamad Hajarudin Munawar dan Hj. Khaeriah. Selain aktif menempuh pendidikan di Fakultas MIPA UNIZAR, Karmila juga masih memperdalam ilmu agama di Pondok Pesantren Darunnadwah Dasan Ketujur, tempat yang turut membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat belajarnya.
Karmila Fajriah Harumkan Nama UNIZAR di PEKSIMIDA NTB 2026
Keberhasilan menjadi juara bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Saat diwawancarai, Karmila mengaku sangat bersyukur ketika namanya diumumkan sebagai peraih Juara 1.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur, bahagia, dan tentunya tidak menyangka bisa meraih Juara 1. Ketika nama saya diumumkan sebagai pemenang, rasanya campur aduk antara bahagia, terharu, dan lega karena semua proses yang saya jalani akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.
Baginya, kemenangan tersebut menjadi hadiah atas kerja keras, latihan, dan kesabaran yang telah dijalani selama beberapa tahun terakhir.
Lebih dari sekadar meraih gelar juara, kesempatan mewakili Provinsi NTB pada PEKSIMINAS merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Pengalaman Gagal Menjadi Motivasi Meraih Juara
Di balik keberhasilan itu, terdapat perjalanan panjang yang penuh proses. Karmila pernah mengikuti PEKSIMIDA pada tahun 2024, namun belum berhasil meraih prestasi tertinggi.
Alih-alih menyerah, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas karya.
“Saya banyak belajar dari pengalaman sebelumnya. Kemenangan ini bukan sekadar mendapatkan juara, tetapi menjadi bukti bahwa setiap proses, pengalaman, dan keberanian untuk kembali mencoba memiliki arti yang sangat besar.”
Semangat pantang menyerah inilah yang akhirnya mengantarkan Karmila menjadi juara sekaligus wakil NTB pada kompetisi seni mahasiswa tingkat nasional.
Komik Strip sebagai Media Edukasi dan Kepedulian Sosial
Karya komik strip yang mengantarkan Karmila menjadi juara lahir dari fenomena sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan sosial dengan cara yang ringan dan mudah dipahami.
“Saya ingin menunjukkan bahwa karya seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan dan mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitar kita.”
Melalui visual yang komunikatif dan cerita yang sederhana, Karmila berharap pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial dapat diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Baginya, perubahan besar selalu berawal dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Persiapan Menuju PEKSIMINAS 2026
Untuk menghasilkan karya terbaik, Karmila memulai proses kreatif dengan mencari ide, menentukan tema, menyusun alur cerita, menciptakan karakter, hingga menyelesaikan ilustrasi komik.
Ia juga mempelajari kembali struktur komik yang baik, mulai dari pengenalan tokoh, konflik, klimaks, hingga penyelesaian cerita.
Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menyampaikan pesan yang cukup serius melalui ilustrasi dan alur cerita yang sederhana.
Selain itu, keterbatasan waktu selama perlombaan mengharuskannya mampu mengatur waktu secara efektif, mulai dari membuat sketsa, menyusun panel, menggambar, hingga tahap akhir penyelesaian karya.
Karmila mengaku terus meningkatkan kemampuan menggambarnya melalui latihan rutin dan evaluasi dari setiap kompetisi yang diikuti.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pembimbing komiknya, Mbak Tia, yang telah memberikan arahan selama proses persiapan.
Tak lupa, apresiasi juga disampaikan kepada kedua orang tua, keluarga, Universitas Islam Al-Azhar, khususnya Bagian Kemahasiswaan, para dosen, dan teman-teman yang senantiasa memberikan dukungan moril maupun doa.
“Semua doa dan dukungan itu menjadi penyemangat terbesar bagi saya selama mengikuti perlombaan.”
Kini, Karmila mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi PEKSIMINAS 2026 dengan meningkatkan kemampuan mengembangkan ide cerita, visualisasi karakter, hingga teknik menggambar.
Ia berharap mampu memberikan karya terbaik sekaligus membawa nama baik NTB dan Universitas Islam Al-Azhar di tingkat nasional.
Pesan Karmila untuk Mahasiswa: Akademik dan Seni Bisa Berjalan Bersama
Sebagai mahasiswi Program Studi Biologi, Karmila percaya bahwa dunia akademik dan seni tidak harus dipisahkan.
Menurutnya, ilmu pengetahuan justru dapat menjadi sumber inspirasi dalam berkarya, sedangkan seni menjadi media efektif untuk menyampaikan ilmu kepada masyarakat secara lebih menarik.
“Jangan pernah merasa bahwa kita harus memilih antara akademik dan bakat yang kita miliki. Keduanya dapat berjalan bersama selama kita mampu mengatur waktu dan memiliki kemauan untuk terus belajar.”
Ia juga mengajak mahasiswa agar tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Menurutnya, keberanian mencoba merupakan langkah awal menuju kesuksesan.
“Mulailah dari hal kecil, terus berlatih, dan berani mengambil kesempatan. Karena terkadang kita tidak pernah tahu sejauh mana kemampuan kita sebelum berani melangkah dan mencoba.”
Prestasi Karmila Fajriah menjadi inspirasi bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan, konsistensi, serta keberanian bangkit dari pengalaman sebelumnya. Dengan bekal tersebut, ia kini siap membawa nama Universitas Islam Al-Azhar dan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersaing pada ajang PEKSIMINAS 2026, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya.
