Mahasiswa Biologi UNIZAR Jalani PKL di Balai Karantina NTB, Perkuat Kompetensi Biosafety
Kilas Nusa, Mataram – Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dengan instansi pemerintah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penyerahan mahasiswa peserta PKL dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) di Kantor Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB. Mahasiswa diserahkan secara langsung oleh Dekan FMIPA UNIZAR, Ir. Hj. Syuhriatin, M.Si, dan diterima oleh Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB, drh. Ina Soelistyani.
Program ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dikembangkan UNIZAR agar mahasiswa memperoleh pengalaman profesional secara langsung di dunia kerja.
PKL Mahasiswa Biologi UNIZAR Tingkatkan Kompetensi Profesional
Dekan FMIPA UNIZAR, Ir. Hj. Syuhriatin, M.Si., mengatakan bahwa Praktik Kerja Lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan profesional.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam situasi kerja nyata.
“Praktik Kerja Lapangan merupakan proses pembelajaran yang sangat penting. Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam lingkungan kerja profesional yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, membangun etika kerja, serta memahami mekanisme kerja lembaga pemerintah yang memiliki tugas strategis dalam menjaga keamanan hayati Indonesia.
Mahasiswa Diminta Memahami Sistem Operasional Karantina
Ketua Program Studi Biologi FMIPA UNIZAR, Dr. Slamet Mardiyanto Rahayu, S.Si., M.Si, memberikan arahan kepada mahasiswa peserta PKL, Ratna Ariyanti, agar mampu mengimplementasikan ilmu biologi yang telah dipelajari selama masa perkuliahan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus memahami secara komprehensif seluruh proses operasional Balai Karantina, mulai dari prosedur pemeriksaan hingga sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, maupun tumbuhan.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan melakukan observasi terhadap berbagai metode ilmiah yang diterapkan dalam pengawasan keamanan hayati hewani maupun keamanan hayati nabati.
“Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis berbagai proses yang berlangsung di Balai Karantina, mulai dari prosedur pemeriksaan, pengawasan hingga penerapan metode ilmiah dalam menjaga keamanan hayati. Pengalaman tersebut akan memperkaya kompetensi akademik sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis,” jelasnya.
Peran Mahasiswa Biologi Mendukung Biosafety Nasional
Dr. Slamet menjelaskan bahwa mahasiswa Biologi memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi biosafety di Indonesia.
Menurutnya, penerapan biosafety tidak hanya bertujuan melindungi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem nasional.
Mahasiswa diharapkan memahami berbagai upaya pencegahan terhadap masuk, keluarnya, maupun penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Penyakit Ikan Karantina (PIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
“Dedikasi kompetensi akademik mahasiswa di bidang biologi sangat dibutuhkan dalam mendukung sistem keamanan hayati Indonesia. Peran tersebut menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Pemahaman tersebut dinilai akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan karier sebagai peneliti, akademisi, maupun praktisi di bidang biologi.
Balai Karantina NTB Siap Mendampingi Mahasiswa Selama PKL
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB, drh. Ina Soelistyani, menyambut baik kehadiran mahasiswa Biologi UNIZAR.
Ia mengatakan Balai Karantina berkomitmen memberikan pendampingan secara maksimal selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang komprehensif.
“Kami berkomitmen memberikan pendampingan selama proses Praktik Kerja Lapangan sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang komprehensif, memahami sistem kerja karantina, serta meningkatkan kompetensi profesional mereka,” katanya.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa akan memperoleh pengalaman mengenai berbagai aktivitas teknis maupun administratif yang menjadi bagian dari tugas Balai Karantina dalam menjaga keamanan hayati nasional.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Cetak Lulusan Siap Kerja
Kerja sama antara FMIPA Universitas Islam Al-Azhar dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB menjadi implementasi nyata program link and match antara perguruan tinggi dengan dunia kerja.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, pengalaman lapangan, dan kompetensi profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain memperkuat kualitas pendidikan, kegiatan PKL juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pentingnya sistem keamanan hayati dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
UNIZAR berharap sinergi yang telah terjalin bersama Balai Karantina NTB dapat terus berkembang sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung di instansi pemerintah dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki.
