Cetak Generasi Qur’ani Berakhlak Mulia, SMPIT dan SMAIT Bukit Qur’an Nusantara Gelar Wisuda Angkatan IX
Kilas Nusa, Mataram – Nuansa penuh haru dan kebanggaan begitu terasa di Gedung Auditorium UIN Mataram saat prosesi Wisuda Santri dan Santriwati Angkatan IX SMPIT dan SMAIT Bukit Qur’an Nusantara Tahun 2026 digelar pada Sabtu (23/05/2026). Momen tersebut menjadi puncak perjalanan pendidikan para santri setelah menempuh pembinaan akademik dan keagamaan selama tiga tahun, sekaligus menjadi hari yang membahagiakan bagi para orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah.
Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri para orang tua wali murid, dewan guru, ustaz dan ustazah, serta sejumlah tamu undangan yang turut menyaksikan perjalanan para santri setelah menempuh pendidikan dan pembinaan selama tiga tahun di lingkungan pondok pesantren.
Dalam sambutan mewakili wali murid, para orang tua menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga pendidik di SMPIT dan SMAIT Bukit Qur’an Nusantara yang dinilai telah mendidik anak-anak mereka dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan kasih sayang.
Perwakilan wali murid mengungkapkan bahwa awalnya banyak orang tua merasa khawatir ketika harus menitipkan anak-anak mereka untuk belajar dan tinggal di pondok. Namun, kekhawatiran itu perlahan berubah menjadi rasa syukur setelah melihat perkembangan positif para santri yang tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, santun, dan semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“Bagi kami, SMPIT dan SMAIT Bukit Qur’an Nusantara bukan hanya sekolah, tetapi juga rumah kedua bagi anak-anak kami,” ungkap perwakilan wali murid dalam penyampaian pesan dan kesan yang disambut haru para hadirin.
Tidak hanya fokus pada pendidikan akademik dan hafalan Al-Qur’an, para wali murid juga mengapresiasi kuatnya nilai ukhuwah dan persaudaraan yang tumbuh di antara para santri Angkatan IX. Kebersamaan, kepedulian, dan rasa saling menjaga antarsantri menjadi nilai penting yang dianggap membekas di hati para orang tua.
Salah satu santri yang turut diwisuda adalah Lalu Fatih Alfaraby atau yang akrab disapa Fatih. Dalam kesempatan tersebut, Fatih berhasil meraih capaian hafalan Al-Qur’an sebanyak tujuh juz. Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga maupun lingkungan sekolah.
Fatih diketahui merupakan putra dari Lalu Wira Sakti, salah satu tokoh pergerakan buruh di Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan Fatih dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mampu menyeimbangkan pendidikan umum dengan nilai-nilai keislaman serta pembentukan akhlakul karimah.
Wali murid, Lalu Wira Sakti, SH., menyampaikan rasa syukur atas proses pendidikan yang telah dijalani putranya di Bukit Qur’an Nusantara. Menurutnya, pendidikan berbasis Al-Qur’an dan pembinaan karakter yang diterapkan di sekolah tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak-anak.
“Alhamdulillah, kami melihat perubahan yang luar biasa pada anak-anak. Tidak hanya bertambah ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak, kedisiplinan, dan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an semakin baik,” ujarnya.
Rangkaian wisuda semakin menyentuh hati dengan prosesi pemberian penghargaan, doa bersama, hingga penampilan para santri yang menampilkan bakat dan kemampuan mereka di hadapan para tamu undangan. Tangis haru dan senyum bangga para orang tua tampak mewarnai jalannya acara hingga akhir kegiatan.
Melalui Wisuda Angkatan IX ini, SMPIT dan SMAIT Bukit Qur’an Nusantara diharapkan terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
