Skip to content
Kilas Nusa

Kilas Nusa

Kolaboratif, Informatif, Inovatif

Primary Menu
  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini

Ayam Taliwang Bisa Mendunia, Asal Ceritanya Ikut Berangkat

Ayam Taliwang telah menjadi ikon kuliner Lombok. Namun, di balik kelezatannya tersimpan potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, yaitu kekuatan cerita. Di era ekonomi pengalaman, storytelling dapat menjadi pembeda yang membuat sebuah kuliner tidak hanya dinikmati, tetapi juga dikenang dan dicari oleh dunia.
Adi Prayuda 25 July 2026
Foto ayam taliwang, diambil dari https://food.detik.com/
Foto ayam taliwang, diambil dari https://food.detik.com/

Mengapa seseorang rela terbang ribuan kilometer untuk menikmati semangkuk ramen di Jepang, menyeruput segelas Champagne di Prancis, atau mencicipi Kobe Beef langsung dari daerah asalnya? Jawabannya bukan semata-mata karena rasa. Di berbagai belahan dunia mungkin ada makanan yang sama lezatnya. Namun, ada satu hal yang tidak mudah ditiru, yaitu cerita.

Di era pariwisata modern, makanan bukan lagi sekadar pengganjal lapar. Kuliner telah menjadi bagian dari pengalaman. Orang ingin mengetahui asal-usulnya, siapa yang pertama kali membuatnya, bagaimana tradisinya diwariskan, hingga mengapa makanan itu menjadi simbol sebuah daerah. Cerita membuat sebuah hidangan memiliki makna, dan makna itulah yang menciptakan nilai.

Lombok sesungguhnya memiliki modal yang tidak kalah besar melalui Ayam Taliwang. Kuliner ini telah lama menjadi salah satu ikon daerah. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Pulau Lombok memasukkan Ayam Taliwang ke dalam daftar makanan yang wajib dicoba. Rasanya yang khas telah menjadi identitas kuliner yang melekat di benak banyak orang.

Namun, muncul sebuah pertanyaan yang menarik. Berapa banyak masyarakat Lombok sendiri yang mengetahui kisah di balik nama “Taliwang”?

Salah satu narasi sejarah yang banyak beredar, termasuk yang dimuat dalam berbagai sumber dan informasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menyebutkan bahwa leluhur masyarakat Karang Taliwang berasal dari Taliwang di Pulau Sumbawa. Mereka datang ke Lombok ketika Kerajaan Selaparang menghadapi konflik dengan Kerajaan Karangasem. Bersama pasukan yang dikirim membantu Selaparang, hadir pula para juru masak dari Kerajaan Taliwang.

Konon, dari dapur para juru masak itulah lahir sajian ayam berbumbu pedas yang kemudian dikenal sebagai Ayam Taliwang. Bahkan terdapat narasi yang menyebutkan bahwa hidangan tersebut menjadi bagian dari diplomasi yang membantu mencairkan hubungan antarkerajaan. Terlepas dari kemungkinan adanya versi sejarah lain yang masih perlu diteliti lebih lanjut oleh para sejarawan dan budayawan, kisah ini menyimpan satu potensi besar yang sering terlupakan, yaitu kekuatan storytelling.

Sayangnya, cerita seperti ini belum menjadi bagian dari pengalaman menikmati Ayam Taliwang. Wisatawan biasanya mengetahui rumah makan yang terkenal, tingkat kepedasannya, atau resep yang dianggap paling autentik. Sangat sedikit yang mengetahui perjalanan sejarah yang melatarbelakangi nama kuliner tersebut.

Padahal, dunia telah lama menunjukkan bahwa cerita mampu meningkatkan nilai sebuah produk.

pasang iklan di sini

Jepang tidak hanya menjual sushi sebagai perpaduan nasi dan ikan. Mereka menjual filosofi kesederhanaan, ketelitian, dan penghormatan terhadap bahan makanan. Prancis tidak hanya menjual Champagne sebagai minuman berkarbonasi, tetapi juga menjual sejarah wilayah asalnya yang dijaga selama ratusan tahun. Italia tidak hanya menjual Parmigiano Reggiano sebagai keju, melainkan sebagai warisan budaya yang memiliki aturan produksi sangat ketat. Bahkan Kobe Beef menjadi simbol kemewahan bukan hanya karena kualitas dagingnya, tetapi juga karena cerita yang terus diwariskan mengenai asal-usul dan proses pemeliharaannya.

Yang dibeli wisatawan bukan hanya makanan. Yang mereka beli adalah pengalaman.

Pengalaman itu dimulai jauh sebelum makanan disajikan. Ketika seorang pelayan menceritakan asal-usul sebuah hidangan, ketika sebuah buku menu menjelaskan sejarahnya, ketika kemasan produk memuat kisah budaya daerah asalnya, saat itulah nilai sebuah makanan meningkat. Bukan karena resepnya berubah, tetapi karena persepsi konsumen ikut berubah.

Inilah yang dalam dunia pemasaran dikenal sebagai storytelling. Bukan mengarang cerita, melainkan menemukan kisah yang memang hidup dalam sejarah, budaya, atau tradisi masyarakat, lalu menyampaikannya secara konsisten sehingga menjadi bagian dari identitas produk.

Lombok sebenarnya memiliki peluang besar untuk melakukan hal tersebut. Jika narasi mengenai Ayam Taliwang terus diperkuat melalui penelitian sejarah, didokumentasikan dengan baik, kemudian dikemas secara kreatif dalam promosi pariwisata, media sosial, buku, museum, restoran, hingga produk oleh-oleh, maka Ayam Taliwang tidak hanya akan dikenal sebagai ayam bakar pedas khas Lombok, tapi juga akan dikenal sebagai sebuah warisan budaya yang memiliki kisah panjang tentang perjalanan masyarakat, pertemuan budaya, dan sejarah Pulau Lombok.

Tentu saja storytelling bukan satu-satunya pekerjaan rumah. Standar kualitas makanan harus tetap terjaga. Inovasi kemasan perlu terus dikembangkan agar produk dapat dikirim ke berbagai daerah tanpa mengurangi kualitasnya. Pelaku usaha juga perlu memperkuat sertifikasi, menjaga konsistensi rasa, dan membangun jaringan distribusi yang lebih luas. Semua itu merupakan fondasi penting apabila Ayam Taliwang benar-benar ingin bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Namun tanpa cerita yang kuat, semua upaya tersebut akan kehilangan salah satu pembeda yang paling sulit ditiru oleh daerah lain. Kita sering mengatakan bahwa Ayam Taliwang adalah kebanggaan Lombok. Pernyataan itu tentu tidak keliru. Tetapi kebanggaan tidak cukup hanya diucapkan. Kebanggaan juga perlu dibangun, dirawat, dan diceritakan secara terus-menerus.

Mungkin inilah saatnya kita mulai melihat Ayam Taliwang bukan sekadar sebagai menu restoran, melainkan sebagai aset budaya. Sebab dunia tidak hanya mencari makanan yang enak. Dunia mencari pengalaman yang berkesan. Dan pengalaman yang paling lama bertahan hampir selalu diawali oleh sebuah cerita. Rasa hanya tinggal beberapa menit di lidah. Sementara cerita dapat hidup puluhan, bahkan ratusan tahun di ingatan manusia. (*)

Tags: adi prayuda Ayam Taliwang branding Ekonomi Kreatif Kuliner Lombok mindful marketing Pariwisata NTB storytelling UMKM

Continue Reading

Previous: Antara Biaya Balas Budi dan Mimpi Meritokrasi: Perspektif Mindful Marketing
Next: Segelas Kopi yang Sama, Alasan Datangnya Berbeda

Trending Now

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan Penandatanganan kerja sama UNIZAR dan BPKN RI serta kuliah umum perlindungan konsumen di Mataram 1

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan

21 October 2026
Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan Irwan Humaidi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur 2

Daftar Calon Kades Banjar Sari, Irwan Humaidi Usung Gagasan Perluas Kerja Sama Pembangunan

21 October 2026
Kuliah Kedokteran Tak Halangi Alfian, Mahasiswa UNIZAR Raih Juara 3 Hafalan Al-Qur’an 20 Juz Muh. Ridho Alfian Akbar, mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIZAR peraih Juara 3 Hifdzil Qur’an 20 Juz Putra 2026. 3

Kuliah Kedokteran Tak Halangi Alfian, Mahasiswa UNIZAR Raih Juara 3 Hafalan Al-Qur’an 20 Juz

19 October 2026
Pemuda Darul Muhajirin Konsolidasi di Lombok, Bidik Sumbawa hingga Jakarta Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Darul Muhajirin se-Pulau Lombok di Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Praya, Lombok Tengah, 18 Oktober 2026 4

Pemuda Darul Muhajirin Konsolidasi di Lombok, Bidik Sumbawa hingga Jakarta

18 October 2026
Banggakan UNIZAR, Zara Raih Gelar The Winner Muslimah Universe 2026 NTB Mahasiswi UNIZAR Raden Roro Ratu Zahra Afifa Soesetio, pemenang The Winner Muslimah Universe 2026 NTB 5

Banggakan UNIZAR, Zara Raih Gelar The Winner Muslimah Universe 2026 NTB

18 October 2026
Family Gathering STTL Mataram Jadi Momentum Perkuat Kekompakan dan Motivasi Kerja Family gathering STTL Mataram bersama dosen dan tenaga kependidikan di Hotel Lois Kainne, Lombok Barat, 17–18 Oktober 2026 6

Family Gathering STTL Mataram Jadi Momentum Perkuat Kekompakan dan Motivasi Kerja

17 October 2026

Berita Terkait

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal Adi Prayuda, Dosen FEB UNIZAR dan Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR

Mengawal MBG di NTB: Riset, Keamanan Pangan, dan Ekonomi Lokal

14 October 2026
Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

Ketahanan Pangan Aceh: Dari Lumbung Pangan Menuju Pangan yang Terjangkau dan Bergizi

2 October 2026
Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai

Mengubah Cara Bertani: SPMF dan Masa Depan Ketahanan Pangan Padi di Serdang Bedagai

1 October 2026
Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan

Ketahanan Pangan NTB: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Pangan

23 September 2026
Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

Ketika Mindfulness Bertemu Media Sosial: Pentingnya Konteks dalam Memaknai Sebuah Pesan

19 September 2026
PT Lombok Jingga Siapkan Green Tourism di Segui Sekaroh, Libatkan Masyarakat Lokal PT Lombok Jingga menghadiri Temu Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI di Bali

PT Lombok Jingga Siapkan Green Tourism di Segui Sekaroh, Libatkan Masyarakat Lokal

17 September 2026

Berita Terpopuler

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan Penandatanganan kerja sama UNIZAR dan BPKN RI serta kuliah umum perlindungan konsumen di Mataram 1

UNIZAR dan BPKN RI Perkuat Perlindungan Konsumen, Mahasiswa Diajak Pahami Sengketa di Lapangan

21 October 2026
Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan 2

Guru Honorer SD Lombok Tengah Mengejar Keadilan: Tuntutan untuk SK Penempatan

21 September 2023
Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri! 3

Motor Cross Grand Prix (MXGP) 2024 Kembali Ke NTB dengan 2 Seri!

21 September 2023
Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju! 4

Langkah Cepat Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, untuk Membawa NTB ke Masa Depan: NTB Maju Melaju!

21 September 2023
Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024 5

Semangat Baru Partai Garuda di NTB: Pelatihan Calon Legislatif dan Strategi Politik untuk Pemilu 2024

21 September 2023
Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR 6

Jadwal Pendaftaran Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Mulai Dibahas oleh DPR

22 September 2023
Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15 7

Mogok Kerja Pekerja Apple Store di Prancis Saat Peluncuran iPhone 15

22 September 2023

Katalog Berita

  • Advertorial
  • Berita NTB
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Politik & Hukum
  • Teknologi

Paling Sering Dilihat

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan 1

Parkir Semrawut di Depan RS Cahaya Medika Praya Dikeluhkan Warga, Kawal NTB Desak Penegakan Aturan

5 June 2025
Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan! 2

Pawon Pengsong NTB: Memanjakan Lidah dengan Olahan Sehat dan Ramah Lingkungan!

27 September 2023
SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok 3

SMPN 7 Mataram Menerapkan Project Based Learning pada Outing Class ke Destinasi Wisata Khusus di Lombok

29 October 2023
Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh! 4

Dugaan Penyerobotan Tanah Wakaf di Praya, Kawal NTB: Sertifikat Hak Pakai Diterbitkan Secara Ceroboh!

5 August 2025
300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani 5

300 Nakes Disiapkan untuk MotoGP Mandalika 2023, Fasilitas Medis di RSUD NTB Siap Menangani

30 September 2023
Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima 6

Hj. Nurhaidah Ucapkan Selamat kepada Pj. Walikota Bima

26 September 2023
Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024 7

Gali Mimpi dan Harapan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 7 Mataram 2023-2024

21 October 2023

Ads

  • Home
  • Politik & Hukum
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kesehatan & Gaya Hidup
  • Pariwisata
  • Olahraga
  • Opini
Copyright © 2023 KilasNusa.com